<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>antipemurtadan.wordpress.com - Lawan Pemurtadan! &#187; HISTORY</title>
	<atom:link href="http://antipemurtadan.wordpress.com/category/history/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antipemurtadan.wordpress.com</link>
	<description>Media dan Informasi Perlawanan Terhadap Pemurtadan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Dec 2009 09:56:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='antipemurtadan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e8ea75db963d7a2297a2191187580ae7?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>antipemurtadan.wordpress.com - Lawan Pemurtadan! &#187; HISTORY</title>
		<link>http://antipemurtadan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://antipemurtadan.wordpress.com/osd.xml" title="antipemurtadan.wordpress.com &#8211; Lawan Pemurtadan!" />
		<item>
		<title>Mengapa Harus Kartini ???</title>
		<link>http://antipemurtadan.wordpress.com/2009/05/14/mengapa-harus-kartini/</link>
		<comments>http://antipemurtadan.wordpress.com/2009/05/14/mengapa-harus-kartini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 06:55:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antimurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[HISTORY]]></category>
		<category><![CDATA[Mengapa Harus Kartini ???]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antipemurtadan.wordpress.com/?p=1096</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa setiap 21 April kita memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan? 
Ada yang menarik pada Jurnal Islamia (INSISTS-Republika) edisi 9 April 2009 lalu. Dari empat halaman jurnal berbentuk koran yang membahas tema utama tentang Kesetaraan Gender, ada tulisan sejarawan Persis Tiar Anwar Bahtiar tentang Kartini. Judulnya: “Mengapa Harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=1096&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" src="http://i42.tinypic.com/30k35hg.jpg" alt="" width="307" height="104" /><em>Mengapa setiap 21 April kita memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan? </em></p>
<p>Ada yang menarik pada Jurnal Islamia (INSISTS-Republika) edisi 9 April 2009 lalu. Dari empat halaman jurnal berbentuk koran yang membahas tema utama tentang Kesetaraan Gender, ada tulisan sejarawan Persis Tiar Anwar Bahtiar tentang Kartini. Judulnya: “<a href="http://www.republika.co.id/koran/155/42947" target="_blank"><strong>Mengapa Harus Kartini?</strong></a>” <span id="more-1096"></span></p>
<p>Sejarawan yang menamatkan magister bidang sejarah di Universitas Indonesia ini mempertanyakan: Mengapa Harus Kartini? Mengapa setiap 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?</p>
<p>Menyongsong tanggal 21 April 2009 kali ini, sangatlah relevan untuk membaca dan merenungkan artikel yang ditulis oleh Tiar Anwar Bahtiar tersebut. Tentu saja, pertanyaan bernada gugatan seperti itu bukan pertama kali dilontarkan sejarawan. Pada tahun 1970-an, di saat kuat-kuatnya pemerintahan Orde Baru, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik &#8216;pengkultusan&#8217; R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia.</p>
<p><img src="http://i41.tinypic.com/2a0n53d.jpg" alt="" hspace="5" width="90" align="left" />Dalam buku <strong>Satu Abad Kartini</strong> (1879-1979), (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990, cetakan ke-4), Harsja W. Bahtiar menulis sebuah artikel berjudul “<em>Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita</em>”. Tulisan ini bernada gugatan terhadap penokohan Kartini. “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut,” tulis Harsja W. Bachtiar, yang menamatkan doktor sosiologinya di Harvard University.</p>
<p><img src="http://i39.tinypic.com/2ntcpl3.jpg" alt="" hspace="5" width="200" align="right" />Harsja juga menggugat dengan halus, mengapa harus Kartini yang dijadikan sebagai simbol kemajuan wanita Indonesia. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia. <strong>Pertama</strong>, <strong><em>Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat</em></strong> dari Aceh dan <strong>kedua</strong>, <strong><em>Siti Aisyah We Tenriolle</em></strong> dari Sulawesi Selatan. Anehnya, tulis Harsja, dua wanita itu tidak masuk dalam buku Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1978), terbitan resmi Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Tentu saja Kartini masuk dalam buku tersebut.</p>
<p>Padahal, papar Harsja, kehebatan dua wanita itu sangat luar biasa. Sultanah Safiatudin dikenal sebagai sosok yang sangat pintar dan aktif mengembangkan ilmu pengatetahuan. Selain bahasa Aceh dan Melayu, dia menguasai bahasa Arab, Persia, Spanyol dan Urdu. Di masa pemerintahannya, ilmu dan kesusastraan berkembang pesat. Ketika itulah lahir karya-karya besar dari Nuruddin ar-Raniry, Hamzah Fansuri, dan Abdur Rauf. Ia juga berhasil menampik usaha-usaha Belanda untuk menempatkan diri di daerah Aceh. VOC pun tidak berhasil memperoleh monopoli atas perdagangan timah dan komoditi lainnya. Sultanah memerintah Aceh cukup lama, yaitu 1644-1675. Ia dikenal sangat memajukan pendidikan, baik untuk pria maupun untuk wanita.</p>
<p>Tokoh wanita kedua yang disebut Harsja Bachriar adalah Siti Aisyah We Tenriolle. Wanita ini bukan hanya dikenal ahli dalam pemerintahan, tetapi juga mahir dalam kesusastraan. B.F. Matthes, orang Belanda yang ahli sejarah Sulawesi Selatan, mengaku mendapat manfaat besar dari sebuah epos La-Galigo, yang mencakup lebih dari 7.000 halaman folio. Ikhtisar epos besar itu dibuat sendiri oleh We Tenriolle. Pada tahun 1908, wanita ini mendirikan sekolah pertama di Tanette, tempat pendidikan modern pertama yang dibuka baik untuk anak-anak pria maupun untuk wanita.</p>
<div class="box"><img src="http://i42.tinypic.com/30k35hg.jpg" alt="" /><br />
<strong>J.H. Abendanon</strong><br />
Penelusuran Prof. Harsja W. Bachtiar terhadap penokohan Kartini akhirnya menemukan kenyataan, bahwa Kartini memang dipilih oleh orang Belanda untuk ditampilkan ke depan sebagai pendekar kemajuan wanita pribumi di Indonesia. Mula-mula Kartini bergaul dengan Asisten-Residen Ovink suami istri. Adalah <strong>Cristiaan Snouck Hurgronje</strong>, penasehat pemerintah Hindia Belanda, yang mendorong <strong>J.H. Abendanon</strong>, Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan, agar memberikan perhatian pada Kartini tiga bersaudara.</p>
<p><img src="http://i43.tinypic.com/35mgqoh.jpg" alt="" /></div>
<p>Harsja menulis tentang kisah ini: “<em>Abendanon mengunjungi mereka dan kemudian menjadi semacam sponsor bagi Kartini. Kartini berkenalan dengan Hilda de Booy-Boissevain, istri ajudan Gubernur Jendral, pada suatu resepsi di Istana Bogor, suatu pertemuan yang sangat mengesankan kedua belah pihak.</em>”</p>
<p>Ringkasnya, Kartini kemudian berkenalan dengan Estella Zeehandelaar, seorang wanita aktivis gerakan Sociaal Democratische Arbeiderspartij (SDAP). Wanita Belanda ini kemudian mengenalkan Kartini pada berbagai ide modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme. Tokoh sosialisme H.H. van Kol dan penganjur “Haluan Etika” C.Th. van Deventer adalah orang-orang yang menampilkan Kartini sebagai pendekar wanita Indonesia.</p>
<div class="box"><img src="http://i41.tinypic.com/esucz4.jpg" alt="" /> <img src="http://i41.tinypic.com/21kwbaf.jpg" alt="" /> <img src="http://i41.tinypic.com/s44b47.jpg" alt="" /></div>
<p>Lebih dari enam tahun setelah Kartini wafat pada umur 25 tahun,  pada tahun 1911, <strong>Abendanon</strong> menerbitkan kumpulan surat-surat Kartini dengan judul <strong>Door Duisternis tot Lich</strong>. Kemudian terbit juga edisi bahasa Inggrisnya dengan judul <strong>Letters of a Javaness Princess</strong>. Beberapa tahun kemudian, terbit terjemahan dalam bahasa Indonesia dengan judul <strong>Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran (1922)</strong>.</p>
<p>Dua tahun setelah penerbitan buku Kartini, <strong>Hilda de Booy-Boissevain</strong> mengadakan prakarsa pengumpulan dana yang memungkinkan pembiayaan sejumlah sekolah di Jawa Tengah. Tanggal 27 Juni 1913, didirikan <strong>Komite Kartini Fonds</strong>, yang diketuai <strong>C.Th. van Deventer</strong>. Usaha pengumpulan dana ini lebih memperkenalkan nama Kartini, serta ide-idenya pada orang-orang di Belanda. Harsja Bachtriar kemudian mencatat: “Orang-orang Indonesia di luar lingkungan terbatas Kartini sendiri, dalam masa kehidupan Kartini hampir tidak mengenal Kartini dan mungkin tidak akan mengenal Kartini bilamana orang-orang Belanda ini tidak menampilkan Kartini ke depan dalam tulisan-tulisan, percakapan-percakapan maupun tindakan-tindakan mereka.”</p>
<p>Karena itulah, simpul guru besar UI tersebut: “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut.”</p>
<p>Harsja mengimbau agar informasi tentang wanita-wanita Indonesia yang hebat-hebat dibuka seluas-luasnya, sehingga menjadi pengetahuan suri tauladan banyak orang. Ia secara halus berusaha meruntuhkan mitos Kartini: “Dan, bilamana ternyata bahwa dalam berbagai hal wanita-wanita ini lebih mulia, lebih berjasa daripada R.A. Kartini, kita harus berbangga bahwa wanita-wanita kita lebih hebat daripada dikira sebelumnya, tanpa memperkecil penghargaan kita pada RA Kartini.”</p>
<p>Dalam artikelnya di Jurnal Islamia (INSISTS-Republika, 9/4/2009), Tiar Anwar Bahtiar juga menyebut sejumlah sosok wanita yang sangat layak dimunculkan, seperti Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (kemudian pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Berikut ini paparan tentang dua sosok wanita itu, sebagaimana dikutip dari artikel Tiar Bahtiar.</p>
<p>Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.</p>
<p>Kalau Kartini hanya menyampaikan ide-idenya dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang berinisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).</p>
<p>Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh, klaim-klaim keterbelakangan kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita. Di Aceh, kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati.</p>
<p>Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.</p>
<p>Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. “Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan,” begitu kata Rohana Kudus.</p>
<p>Seperti diungkapkan oleh Prof. Harsja W. Bachtiar dan Tiar Anwar Bahtiar, penokohan Kartini tidak terlepas dari peran Belanda. Harsja W. Bachtiar bahkan menyinggung nama Snouck Hurgronje dalam rangkaian penokohan Kartini oleh Abendanon. Padahal, Snouck adalah seorang orientalis Belanda yang memiliki kebijakan sistematis untuk meminggirkan Islam dari bumi Nusantara. Pakar sejarah Melayu, Prof. Naquib al-Attas sudah lama mengingatkan adanya upaya yang sistematis dari orientalis Belanda untuk memperkecil peran Islam dalam sejarah Kepulauan Nusantara.</p>
<p>Dalam bukunya, <strong>Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu</strong> ((Bandung: Mizan, 1990, cet. Ke-4), Prof. Naquib al-Attas menulis tentang masalah ini:</p>
<div class="say">“Kecenderungan ke arah memperkecil peranan Islam dalam sejarah Kepulauan ini, sudah nyata pula, misalnya dalam tulisan-tulisan Snouck Hurgronje pada akhir abad yang lalu. Kemudian hampir semua sarjana-sarjana yang menulis selepas Hurgronje telah terpengaruh kesan pemikirannya yang meluas dan mendalam di kalangan mereka, sehingga tidak mengherankan sekiranya pengaruh itu masih berlaku sampai dewasa ini.”</div>
<p>Apa hubungan Kartini dengan Snouck Hurgronje? Dalam sejumlah suratnya kepada Ny. Abendanon, Kartini memang beberapa kali menyebut nama Snouck. Tampaknya, Kartini memandang orientalis-kolonialis Balanda itu sebagai orang hebat yang sangat pakar dalam soal Islam. Dalam suratnya kepada Ny. Abendanon tertanggal 18 Februari 1902, Kartini menulis:</p>
<div class="say">”Salam, Bidadariku yang manis dan baik!&#8230; Masih ada lagi suatu permintaan penting yang hendak saya ajukan kepada Nyonya. Apabila Nyonya bertemu dengan teman Nyonya Dr. Snouck Hurgronje, sudikah Nyonya bertanya kepada beliau tentang hal berikut: ”Apakah dalam agama Islam juga ada hukum akil balig seperti yang terdapat dalam undang-undang bangsa Barat?” Ataukah sebaiknya saya memberanikan diri langsung bertanya kepada beliau? Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dan kewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya.” (Lihat, buku Kartini: Surat-surat kepada Ny. R.M. Abendanon-Mandri dan Suaminya, (penerjemah: Sulastin Sutrisno), (Jakarta: Penerbit Djambatan, 2000), hal. 234-235).</div>
<p class="capt" style="float:right;width:150px;"><img src="http://i44.tinypic.com/v7w2dx.jpg" alt="" width="150" /><br />
<span style="color:red;">Abdul Ghafar Al Holandi alias Snouck Hurgronye</span></p>
<p>Melalui bukunya, <strong>Snouck Hurgronje en Islam</strong> (Diindonesiakan oleh Girimukti Pusaka, dengan judul Snouck Hurgronje dan Islam, tahun 1989), P.SJ. Van Koningsveld memaparkan sosok dan kiprah Snouck Hurgronje dalam upaya membantu penjajah Belanda untuk ’menaklukkan Islam’. Mengikuti jejak orientalis Yahudi, <strong>Ignaz Goldziher</strong>, yang menjadi murid para Syaikh al-Azhar Kairo, Snouck sampai merasa perlu untuk menyatakan diri sebagai seorang muslim (1885) dan mengganti nama menjadi <strong>Abdul Ghaffar</strong>. Dengan itu dia bisa diterima menjadi murid para ulama Mekkah. Posisi dan pengalaman ini nantinya memudahkan langkah Snouck dalam menembus daerah-daerah Muslim di berbagai wilayah di Indonesia.</p>
<p>Menurut Van Koningsveld, pemerintah kolonial mengerti benar sepak terjang Snouck dalam ’penyamarannya’ sebagai Muslim. Snouck dianggap oleh banyak kaum Muslim di Nusantara ini sebagai ’ulama’. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai ”<strong>Mufti Hindia Belanda</strong>’. Juga ada yang memanggilnya ”Syaikhul Islam Jawa”. Padahal, Snouck sendiri menulis tentang Islam: ”Sesungguhnya agama ini meskipun cocok untuk membiasakan ketertiban kepada orang-orang biadab, tetapi tidak dapat berdamai dengan peradaban modern, kecuali dengan suatu perubahan radikal, namun tidak sesuatu pun memberi kita hak untuk mengharapkannya.” (hal. 116).</p>
<p>Snouck Hurgronje (lahir: 1857) adalah adviseur pada Kantoor voor Inlandsche zaken pada periode 1899-1906. Kantor inilah yang bertugas memberikan nasehat kepada pemerintah kolonial dalam masalah pribumi. Dalam bukunya, Politik Islam Hindia Belanda, (Jakarta: LP3ES, 1985), Dr. Aqib Suminto mengupas panjang lebar pemikiran dan nasehat-nasehat Snouck Hurgronje kepada pemerintah kolonial Belanda. Salah satu strateginya, adalah melakukan ‘pembaratan’ kaum elite pribumi melalui dunia pendidikan, sehingga mereka jauh dari Islam. Menurut Snouck, lapisan pribumi yang berkebudayaan lebih tinggi relatif jauh dari pengaruh Islam. Sedangkan pengaruh Barat yang mereka miliki akan mempermudah mempertemukannya dengan pemerintahan Eropa. Snouck optimis, rakyat banyak akan mengikuti jejak pemimpin tradisional mereka. Menurutnya, Islam Indonesia akan mengalami kekalahan akhir melalui asosiasi pemeluk agama ini ke dalam kebudayaan Belanda. Dalam perlombaan bersaing melawan Islam bisa dipastikan bahwa asosiasi kebudayaan yang ditopang oleh pendidikan Barat akan keluar sebagai pemenangnya. Apalagi, jika didukung oleh kristenisasi dan pemanfaatan adat. (hal. 43).</p>
<p>Aqib Suminto mengupas beberapa strategi Snouck Hurgronje dalam menaklukkan Islam di Indonesia: “Terhadap daerah yang Islamnya kuat semacam Aceh misalnya, Snouck Hurgronje tidak merestui dilancarkan kristenisasi. Untuk menghadapi Islam ia cenderung memilih jalan halus, yaitu dengan menyalurkan semangat mereka kearah yang menjauhi agamanya (Islam) melalui asosiasi kebudayaan.” (hal. 24).</p>
<p>Itulah strategi dan taktik penjajah untuk menaklukkan Islam. Kita melihat, strategi dan taktik itu pula yang sekarang masih banyak digunakan untuk ‘menaklukkan’ Islam. Bahkan, jika kita cermati, strategi itu kini semakin canggih dilakukan. Kader-kader Snouck dari kalangan ‘pribumi Muslim’ sudah berjubel. Biasanya, berawal dari perasaan ‘minder’ sebagai Muslim dan silau dengan peradaban Barat, banyak ‘anak didik Snouck’ – langsung atau pun tidak – yang sibuk menyeret Islam ke bawah orbit peradaban Barat. Tentu, sangat ironis, jika ada yang tidak sadar, bahwa yang mereka lakukan adalah merusak Islam, dan pada saat yang sama tetap merasa telah berbuat kebaikan. [Depok, 20 April 2009/hidayatullah]</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antipemurtadan.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antipemurtadan.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antipemurtadan.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antipemurtadan.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antipemurtadan.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antipemurtadan.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antipemurtadan.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antipemurtadan.wordpress.com/1096/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antipemurtadan.wordpress.com/1096/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antipemurtadan.wordpress.com/1096/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=1096&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antipemurtadan.wordpress.com/2009/05/14/mengapa-harus-kartini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8990f008c25e98358bb39798afa8fdd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antimurtad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i42.tinypic.com/30k35hg.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i41.tinypic.com/2a0n53d.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i39.tinypic.com/2ntcpl3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i42.tinypic.com/30k35hg.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i43.tinypic.com/35mgqoh.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i41.tinypic.com/esucz4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i41.tinypic.com/21kwbaf.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i41.tinypic.com/s44b47.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i44.tinypic.com/v7w2dx.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Israel Negara Berdasarkan Terorisme</title>
		<link>http://antipemurtadan.wordpress.com/2009/01/19/israel-negara-berdasarkan-terorisme/</link>
		<comments>http://antipemurtadan.wordpress.com/2009/01/19/israel-negara-berdasarkan-terorisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 01:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antimurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[HISTORY]]></category>
		<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[Israel Negara Berdasarkan Terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antipemurtadan.wordpress.com/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[Resolusi PBB No.3103 tanggal 12 desember 1973 menyatakan bahwa setiap bentuk perjuangan untuk mewujudkan kemerdekaan, mempertahankan hak untuk menentukan nasib-sendiri, adalah syah sesuai hokum internasional. Resolusi itu juga menetapkan bahwa upaya membasmi perjuangan ini merupakan pelanggaran terhadap persahabatan dan kerja sama internasional.
Sejak merintis pembentukan negara zionis israel dari tahun 1880 sampai sekarang, para pemrakarsa dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=584&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Resolusi PBB No.3103 tanggal 12 desember 1973 menyatakan bahwa setiap bentuk perjuangan untuk mewujudkan kemerdekaan, mempertahankan hak untuk menentukan nasib-sendiri, adalah syah sesuai hokum internasional. Resolusi itu juga menetapkan bahwa upaya membasmi perjuangan ini merupakan pelanggaran terhadap persahabatan dan kerja sama internasional.</p>
<p>Sejak merintis pembentukan negara zionis israel dari tahun 1880 sampai sekarang, para pemrakarsa dan pemerintah israel yang sampai sekarang tidak pernah melepaskan cara – cara terorisme dalam rangka memperluas wilayahnya dan memaksakan kehendak politiknya terhadap bangsa Arab-Palestina.<span id="more-584"></span></p>
<p>Sejak tahun 1880, tiga tahun setelah kongres zionis internasional ke-1 di Bazel seraya melakukan pembelian tanah orang Arab-Palestina, usaha itu disertai dengan mengorganisasikan gerakan terorisme bersenjata yahudi di bawah nama Hashumer yang menteror orang Arab-Palestina untuk memaksa mereka menjual tanahnya dan meninggalkan kampung halaman mereka.</p>
<p>Tahun 1920 – 1930 organisasi Haganah di bawah pimpinan David Ben-Gurion melakukan teror kekerasan dengan tugas yang semula hanya terbatas sebagai kekuatan bersenjata untuk mempertahankan pemukiman imigran yahudi, tetapi kemudian berubah menjadi tugas penyerangan terhadap orang Arab-Palestina. Mereka juga melakukan pengadaan dan pembelian senjata untuk merancang konflik dengan masyarakat Arab-Palestina yang kemudian dikenal dengan rencana Ben Zion Dinos yang menyusun “daftar dan tanggal aksi pembunuhan” terhadap para pemimpin Arab-Palestina.</p>
<p>Ketika negara yahudi israel berdiri pada bulan Mei 1948, organisasi Israel Defence Forces (IDF) dibentuk, yang para pemimpinnya pada umumnya berasal dari tokoh – tokoh organisasi teroris seperti Haganah, Bahnach, Stern Gang, Irgun, Lehmi Haret Israel, dan sebagainya. Bahkan setelah Israel merdeka, politik terorisme oleh negara tetap dipertahankan oleh israel dengan membiarkan, bahkan memberikan bantuan intelijen kepada organisasi – organisasi teroris yahudi <span style="color:#ff0000;">seperti Kach (pimpinan rabbi Kaen Meyer) Haschmunaem (teroris kelompok fundamentalis yahudi). Moked Yahef (yang beroperasi di pemukiman orang Arab-Palestina), Herat David, Sihrikim, Herf David, dan entah apa lagi.</span><br />
Terorisme yang paling brutal adalah serangan terhadap kamp pengungsi Arab-Palestina di desa Shabra dan Shatilla di Libanon Selatan selama tiga hari berturut – turut dari tanggal 16 – 18 September 1982 yang dipimpin oleh brigadir jendral ariel sharon. Mereka membantai seluruh penghuni kedua kamp pengungsi yang terdiri dari anak – anak, wanita, orang rompo, dan siapa saja yang mereka temui. Pembantaian tanpa mengenal perikemanusiaan itu memakan korban 3.297 orang syahid, dalam tempo tidak lebih dari tiga hari.</p>
<p>Tank – tank dan pasukan israel mengepung kamp pengungsi Shabra dan Shatilla di Barat Daya Beirut. Pasukan Israel diperintahkan untuk tidak seorangpun dengan alasan apapun diizinkan keluar dari wilayah pengepungan tersebut. Tidak ada kutukan dari PBB, tidak ada kecaman dari amerika serikat dan negara barat. Pada tanggal 15 November 1998 ariel sharon berpidato tentang kejadian Sharbra dan Shatila tersebut, ”tiap orang harus bergerak, berlari, dan merebut puncak bukit sebanyak mungkin untuk memperluas pemukiman, karena apa yang kita rebut hari ini akan menjadi milik kita untuk selama – lamanya… apa yang tidak kita rebut akan menjadi milik mereka”. Anehnya presiden amerika bush malah memandang ariel sharon sebagai seorang ”tokoh perdamaian”?. Kemudian juga tercatat israel melakukan serangan terhadap markas perwakilan PLO di sebuah negara berdaulat Tunisia pada tanggal 1 Oktober 1985 yang membunuh sejumlah fungsionaris PLO.</p>
<p>Selanjutnya serangan terhadap Libanon Selatan sampai ke Beirut pada bulan April 1996 dengan operasi di bawah nama Cluster Wrath (kutukan beruntun).<br />
Sikap angkuh dan tidak berperi-kemanusiaan kaum yahudi dapat disimak dari pernyataan – pernyataan para hachom (alim-ulama) dan rabbi (guru agama) serta para pemuka Yahudi seperti di bawah ini.<br />
<em>”Kita akan menurunkan peran penduduk Arab (di Palestina) menjadi tidak lebih daripada tukang potong kayu dan pelayanan” (Sabri Jiryas, ’The Arabs in Israel’).</em></p>
<p><em><br />
”Kita harus melakukan segala upaya untuk menjamin agar mereka (pengungsi Arab-Palestina) tidak akan pernah kembali (ke Palestina)”. (Ben Gurion : the Armed Prophet)<br />
”Kita harus menggunakan teror, pembunuhan, intimidasi, penyitaan tanah, dan pemutusan semua pelayanan sosial untuk membersihkan tanah Galilea dari penduduk Arab (israel koenig, ’the koenig memorandum’).<br />
”(orang Palestina) tidak lain adalah binatang yang berjalan di atas dua-kaki” (menahem begin dalam pidato di depan knesset).<br />
”… kita akan gunakan kekuatan secara maksimum sehingga orang palestina akan mendatangi kita dengan merangkak”. (rafael eitan, kepala staf tentara israel).</em></p>
<p><em><a rel="nofollow" href="http://www.infopalestina.com/ms/">http://www.infopalestina.com/ms/</a><br />
</em></p>
<p><em>(berita dari pengunjung/qassam)</em></p>
<p><span style="color:#0000ee;text-decoration:underline;"><br />
</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antipemurtadan.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antipemurtadan.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antipemurtadan.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antipemurtadan.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antipemurtadan.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antipemurtadan.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antipemurtadan.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antipemurtadan.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antipemurtadan.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antipemurtadan.wordpress.com/584/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=584&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antipemurtadan.wordpress.com/2009/01/19/israel-negara-berdasarkan-terorisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8990f008c25e98358bb39798afa8fdd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antimurtad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pak Natsir dan Jihad Palestina</title>
		<link>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/06/26/pak-natsir-dan-jihad-palestina/</link>
		<comments>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/06/26/pak-natsir-dan-jihad-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 09:12:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antimurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[HISTORY]]></category>
		<category><![CDATA[Pak Natsir dan Jihad Palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antipemurtadan.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Orang banyak mengenalnya sebagai Pak Natsir. Nama lengkapnya Muhammad Natsir, bergelar Datuk Sinaro nan Panjang, lahir di Minangkabau tanggal 17 Juli 1908, tepatnya di kampung Jembatan Berukir, Alahan Panjang, Sumatera Barat, dari pasangan Sutan Saripado dan Khadijah. Beliau adalah tokoh bangsa, tokoh umat, dan tokoh dunia Islam, karena aktifitas dan peran yang telah dilakukannya untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=369&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="size-medium wp-image-370 alignright" src="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/06/natsir.jpg?w=150&#038;h=180" alt="" width="150" height="180" />Orang banyak mengenalnya sebagai Pak Natsir. Nama lengkapnya Muhammad Natsir, bergelar Datuk Sinaro nan Panjang, lahir di Minangkabau tanggal 17 Juli 1908, tepatnya di kampung Jembatan Berukir, Alahan Panjang, Sumatera Barat, dari pasangan Sutan Saripado dan Khadijah. Beliau adalah tokoh bangsa, tokoh umat, dan tokoh dunia Islam, karena aktifitas dan peran yang telah dilakukannya untuk Islam dan umat tanpa mengenal lelah.</p>
<p class="MsoNormal">Pada tahun 1945-1946, pak Natsir menjadi anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP), tahun 1946-1949 menjabat sebagai Menteri Peneranan RI, tahun 1950-1951 menjadi Perdana Menteri RI.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam percaturan dunia Islam, khususnya di negara-negara Arab, pak Natsir sangat dikenal, dihormati dan disegani, beliau ikut serta dan terlibat pada beberapa organisasi Islam tingkat internasional, tahun 1967 diamanahkan menjabat Wakil Presiden <em>World Muslim Congress</em> (Muktamar Alam Islami), Karachi, Pakistan, tahun 1969 menjadi anggota <em>World Muslim League</em>, Mekah, Saudi Arabia, tahun 1972 menjadi anggota <em>Majlis A’la al-Alam lil Masajid</em>, Mekah, Saudi Arabia, tahun 1980 menerima “Faisal Award” atas pengabdiannya kepada Islam dari King Faisal, Saudi Arabia, tahun 1985 menjadi anggota Dewan Pendiri <em>The International Islamic Charitable Foundation</em>, Kuwait, pada tahun 1986 menjadi anggota Dewan Pendiri <em>The Oxford Centre for Islamic Studies</em>, London, Inggris dan angota Majelis Umana’ <em>International Islamic Univesity</em>, Islamabad, Pakistan.<span id="more-369"></span></p>
<p class="MsoNormal">Ketika Subandrio naik haji dan ingin bertemu dengan Raja Faisal, Raja Faisal tidak mau menerimanya. Setelah diusahakan oleh pihak KBRI Jedah dan prosesnya agak lama, akhirnya Raja Faisal mau juga menerima Subandrio yang saat itu menjadi orang penting di Indonesia. Subandrio menceritakan tentang Islam di Indonesia, juga menceritakan perannya membela Islam, kisah naik haji dan lain-lain.</p>
<p class="MsoNormal">Tanpa disangka dan diduga oleh Subandrio, Raja Faisal langsung bertanya, “Kenapa saudara tahan Muhammad Natsir?”. Pak Natsir pernah diasingkan oleh pemerintah Orde Lama ke Batu Malang, Jawa Timur (1960-1962) dan menjadi “tahanan politik” di Rumah Tahanan Militer (RTM) Keagungan Jakarta (1962-1966).</p>
<p class="MsoNormal">“Saudara tahu”, kata Raja Faisal. “Muhammad Natsir bukan pemimpin umat Islam Indonesia saja, tetapi pemimpin umat Islam dunia ini, kami ini!”.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam bidang akademik, Pak Natsir menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang Politik Islam dari Universitas Islam Libanon (1967), dalam bidang sastra dari Universitas Kebangsaan Malaysia, dan dalam bidang pemikiran Islam dari Universitas Saint dan Teknologi Malaysia (1991).</p>
<p class="MsoNormal">Perhatian dan kepedulian Pak Natsir terhadap Palestina terus bergelora, tak lapuk karena hujan, tak lekang karena panas, walau usianya sudah uzur, <em>lah laruik sanjo</em> istilah orang Minang, beliau masih memiliki semangat yang tinggi dan kepedulian yang besar terhadap urusan umat khususnya Palestina.</p>
<p class="MsoNormal">Pak Natsir banyak meninggalkan karya tulis yang berkaitan dengan dakwah dan pemikiran, sebagiannya diterbitkan dalam bahasa Arab, misalnya<em> Fiqh Da’wah</em>, dan <em>Ikhtaru Ahadas Sabilain</em> (Pilih Salah Satu dari Dua Jalan). Beliau juga menulis buku khusus yang membahas permasalahan Palestina dengan judul <em>Qadhiyatu Falisthin </em>(Masalah Palestina).</p>
<p class="MsoNormal">Menurut Al-Mustasyar Abdullah Al-‘Aqil, mantan wakil Sekretaris Jendral <em>Rabithah Alam Islami </em>di Mekah Al-Mukaromah, “Dr. Muhammad Natsir sangat serius memperhatikan masalah Palestina. Ia temui tokoh, pemimpin dan dai di negara-negara Arab dan Islam untuk membangkitkan semangat membela Palestina, setelah kekalahan tahun 1967”.</p>
<p class="MsoNormal">Ketika redaktur majalah <em>“Al-Wa’yul Islami”</em> Kuwait, ustadz Muhammad Yasir Al-Qadhami bersilaturrahim ke rumah pak Natsir, Februari 1989, dan bertanya tentang tokoh-tokoh yang berpengaruh pada dirinya dan mempengaruhi perjuangannya, pak Natsir menjawab, “ Haji Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, Imam Asy Syahid Hasan Al-Banna, dan Imam Hasan Al-Hudhaibi. Sedang tokoh-tokoh Indonesia adalah Syekh Agus Salim dan Syekh Ahmad Surkati.”</p>
<p class="MsoNormal">Di hadapan sekitar 2.000 orang yang hadir dalam acara Tasyakur 80 Tahun Muhammad Natsir, di Masjid Al-Furqan, Jalan Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, 17 Juli 1988. Pak Natsir menyampaikan kepada jama’ah, founding fathers, tokoh dan pendiri Republik ini, ulama, zuama, cendikiawan, dan generasi muda Islam tentang perjuangan anak-anak dan pemuda Palestina melawan penjajah Zionis Israel.</p>
<p class="MsoNormal">“Soal Palestina yang selama ini macet, hidup kembali dengan demonstrasi, pemuda-pemuda dan anak-anak sekolah yang secara spontan menyatakan protes dengan beramai-ramai melempari dengan batu (bukan granat) dengan seruan Allahu Akbar, ke arah tentara Israel yang bersenjata lengkap. Sudah delapan bulan yang demikian itu berjalan, sudah banyak yang syahid ditembaki oleh tentara Israel. Tetapi mereka tak berhenti. Siapa yang mnenyangka tadinya akan demikian semangat jihad anak-anak belasan tahun berhadapan dengan angkatan bersenjata Israel…Demikianlah. Tak ada yang tetap di dunia ini. <em>Innazzamaana Qadistadaara</em> (Zaman beredar, musim berganti)”.</p>
<p class="MsoNormal">Walau dikenal luas oleh para tokoh dunia, Pak Natsir tetap menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan. Pak Natsir merupakan salah satu dari sedikit tokoh Islam Indonesia yang sungguh-sungguh berjuang menghidupi Islam, bukan sungguh-sungguh hidup dari memanfaatkan Islam, sehingga menjadi gemuk di jalan dakwah, seperti yang sekarang banyak dikerjakan orang-orang yang mengaku tokoh Islam. Bagi Pak Natsir, dunia dengan segala gemerlapnya adalah kepalsuan, bukan hakikat.</p>
<p class="MsoNormal">Tokoh yang sederhana ini wafat pada hari Sabtu tanggal 6 Februari 1993 pukul 12.10 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dalam usia 84 tahun. Semoga Allah ampuni segala dosanya, diterima segala amal ibadahnya dan dilapangkan kuburnya, dikumpulkan bersama para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih di dalam surga.</p>
<p class="MsoNormal">“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauhmahfuz).”(QS: Yaasin/36: 12).<em><br />
</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>H. Ferry Nur S.Si, Sekjen KISPA  email: ferryn2006@yahoo.co.id</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antipemurtadan.wordpress.com/369/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antipemurtadan.wordpress.com/369/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antipemurtadan.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antipemurtadan.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antipemurtadan.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antipemurtadan.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antipemurtadan.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antipemurtadan.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antipemurtadan.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antipemurtadan.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antipemurtadan.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antipemurtadan.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=369&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/06/26/pak-natsir-dan-jihad-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8990f008c25e98358bb39798afa8fdd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antimurtad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/06/natsir.jpg?w=150" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Momentum Kebangkitan Nasional yang Memalukan!</title>
		<link>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/06/26/momentum-kebangkitan-nasional-yang-memalukan/</link>
		<comments>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/06/26/momentum-kebangkitan-nasional-yang-memalukan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 08:26:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antimurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[HISTORY]]></category>
		<category><![CDATA[Momentum Kebangkitan Nasional yang Memalukan!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antipemurtadan.wordpress.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Di berbagai media, di tengah kesulitan hidup yang kian melilit rakyat, di tengah kemiskinan yang kian menjadi, di tengah keputus-asaan rakyat banyak yang kian membuncah, di tengah himpitan kemelaratan, di tengah pesta korupsi dan mark-up anggaran negara (baca: uang rakyat) yang dilakukan para pejabat negara, memasuki bulan Mei 2008 bangsa ini dicekoki dengan ‘Momentum 1 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=368&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/06/soetomo.jpg"><img class="size-medium wp-image-367 alignleft" src="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/06/soetomo.jpg?w=180&#038;h=197" alt="" width="180" height="197" /></a>Di berbagai media, di tengah kesulitan hidup yang kian melilit rakyat, di tengah kemiskinan yang kian menjadi, di tengah keputus-asaan rakyat banyak yang kian membuncah, di tengah himpitan kemelaratan, di tengah pesta korupsi dan <em>mark-up</em> anggaran negara (baca: uang rakyat) yang dilakukan para pejabat negara, memasuki bulan Mei 2008 bangsa ini dicekoki dengan ‘Momentum 1 Abad Kebangkitan Nasional’. Hal ini tentunya dikaitkan dengan berdirinya organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.</p>
<p class="MsoNormal">Jika salah satu syair dari Taufiq Ismail berjudul “Malu Aku Jadi Orang Indonesia’, maka sekarang ini judul syair tersebut bertambah relevan. Betapa memalukannya sebuah bangsa yang katanya besar ternyata masih saja salah menetapkan tonggak kebangkitannya sendiri. Dan parahnya, hal ini ternyata didukung oleh tokoh-tokoh dan partai Islam yang seharusnya menjadi agen pencerahan bangsa.<span id="more-368"></span></p>
<p class="MsoNormal">Misal salah satunya, sebuah partai politik Islam besar akhir April lalu memasang sebuah iklan hitam putih seperempat halaman di sebuah harian ternama nasional. Dalam iklan tersebut, partai ini dengan tanpa malu memuat <em>‘Momentum 1 Abad Kebangkitan Nasional: Harapan Itu Masih Ada”</em>. Disadari atau tidak, iklan ini telah ikut meracuni pemikiran generasi muda bangsa dengan ikut-ikutan latah menyiarkan kedustaan dan kesalahan yang fatal. Padahal partai ini kebanyakan diisi oleh orang-orang muda yang katanya intelek. Namun kenyataan yang terjadi sungguh memalukan!</p>
<p class="MsoNormal">Sayyid Quthb di dalam “Tafsir Baru Atas Realitas” (1996) menyatakan orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama dengan orang-orang jahiliyah, walau orang itu mungkin seorang ustadz bahkan profesor. Jangan sampai kita “Fa Innahu Minhum” (kita menjadi golongan mereka) terhadap kejahiliyahan.<!--more--></p>
<p class="MsoNormal">Situs <em>eramuslim.com</em> sekurangnya sudah tiga kali memuat tentang organisasi Boedhi Oetomo (BO) dan memaparkan bahwa organisasi ini sama sekali tidak berhak dijadikan tongak kebangkitan nasional karena BO sama sekali tidak pernah mencita-citakan kemerdekaan, pro-penjajahan yang dilakukan Belanda, dan banyak tokohnya anggota aktif Freemasonry yang merupakan organisasi pendahulu dari Zionisme. Seharusnya, tonggak kebangkitan nasional disematkan pada momentum berdirinya organisasi Syarikat Dagang Islam (SDI) yang kemudian berubah menjadi Syarikat Islam (SI) pada tahun 1905, tiga tahun sebelum BO.</p>
<p class="MsoNormal">Sebab itu, agar kita lagi-lagi tidak salah menganggap tahun 2008 ini sebagai Momentum 1 Abad Kebangkitan Nasional, maka Kami lagi-lagi menurunkan artikel terkait hal tersebut, agar kebenaran tetaplah kebenaran, dan sama sekali tidak akan goyah walau dengan alasan politis sekali pun. Sejarah adalah History, bukan His-Story!</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Penghinaan Terhadap Perjuangan Umat Islam</strong></p>
<p class="MsoNormal">Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional.</p>
<p class="MsoNormal">Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan fatal.</p>
<p class="MsoNormal">Akhir Februari 2003, sebuah amplop besar pagi-pagi telah tergeletak di atas meja kerja penulis. Pengirimnya KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924. Di dalam amplop coklat itu, tersembul sebuah buku berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” karya si pengirim. Di halaman pertama, KH. Firdaus AN menulis: “Hadiah kenang-kenangan untuk Ananda Rizki Ridyasmara dari Penulis, Semoga Bermanfaat!” Di bawah tanda tangan beliau tercantum tanggal 20. 2. 2003.</p>
<p class="MsoNormal">KH. Firdaus AN telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Namun pertemuan-pertemuan dengan beliau, berbagai diskusi dan obrolan ringan antara penulis dengan beliau, masih terbayang jelas seolah baru kemarin terjadi. Selain topik pengkhianatan <em>the founding-fathers</em> bangsa ini yang berakibat dihilangkannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945, topik diskusi lainnya yang sangat konsern beliau bahas adalah tentang Boedhi Oetomo.</p>
<p class="MsoNormal">“BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya, ” tegas KH. Firdaus AN.</p>
<p class="MsoNormal">BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.</p>
<p class="MsoNormal">Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka, ” papar KH. Firdaus AN.</p>
<p class="MsoNormal">Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.</p>
<p class="MsoNormal">Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya&#8230; Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. ”</p>
<p class="MsoNormal">Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” (M. S) Al-Lisan nomor 24, 1938.</p>
<p class="MsoNormal">Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.</p>
<p class="MsoNormal">Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895.</p>
<p class="MsoNormal">Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo Kecewa dengan BO</strong></p>
<p class="MsoNormal">Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya hengkang dari BO.</p>
<p class="MsoNormal">Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN.</p>
<p class="MsoNormal">Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku.</p>
<p class="MsoNormal">Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Tujuan:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya,</p>
<p class="MsoNormal">- BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2).</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Sifat:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia,</p>
<p class="MsoNormal">- BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Bahasa:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia,</p>
<p class="MsoNormal">- BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Sikap Terhadap Belanda:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda,</p>
<p class="MsoNormal">- BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda,</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Sikap Terhadap Agama:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya,</p>
<p class="MsoNormal">- BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman)</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Perjuangan Kemerdekaan:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,</p>
<p class="MsoNormal">- BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Korban Perjuangan:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat,</p>
<p class="MsoNormal">- Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke Digul,</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Kerakyatan:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan,</p>
<p class="MsoNormal">- BO bersifat feodal dan keningratan,</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Melawan Arus:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI berjuang melawan arus penjajahan,</p>
<p class="MsoNormal">- BO menurutkan kemauan arus penjajahan,</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Kelahiran:</strong></p>
<p class="MsoNormal">- SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905,</p>
<p class="MsoNormal">- BO baru lahir pada 20 Mei 1908,</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Seharusnya 16 Oktober</strong></p>
<p class="MsoNormal">Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, <strong>seharusnya dihapus</strong> dan digantikan dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20 Mei. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal ini.</p>
<p class="MsoNormal">Jika kesalahan tersebut masih saja dilakukan, bahkan dilestarikan, maka saya khawatir bahwa jangan-jangan kesalahan tersebut disengaja. Saya juga khawatir, jangan-jangan kesengajaan tersebut dilakukan oleh para pejabat bangsa ini yang sesungguhnya anti Islam dan a-historis.</p>
<p class="MsoNormal">Jika keledai saja tidak terperosok ke lubang yang sama hingga dua kali, maka sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia seharusnya mulai hari ini juga menghapus tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, dan melingkari besar-besar tanggal 16 Oktober dengan spidol merah dengan catatan “Hari Kebangkitan Nasional”. (<em>Rizki Ridyasmara/era</em>)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antipemurtadan.wordpress.com/368/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antipemurtadan.wordpress.com/368/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antipemurtadan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antipemurtadan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antipemurtadan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antipemurtadan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antipemurtadan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antipemurtadan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antipemurtadan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antipemurtadan.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antipemurtadan.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antipemurtadan.wordpress.com/368/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=368&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/06/26/momentum-kebangkitan-nasional-yang-memalukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8990f008c25e98358bb39798afa8fdd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antimurtad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/06/soetomo.jpg?w=180" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengkritisi Peran Fatahillah di Jakarta</title>
		<link>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/06/26/mengkritisi-peran-fatahillah-di-jakarta/</link>
		<comments>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/06/26/mengkritisi-peran-fatahillah-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 07:30:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antimurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[HISTORY]]></category>
		<category><![CDATA[Mengkritisi Peran Fatahillah di Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antipemurtadan.wordpress.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tanggal 22 Juni, warga Jakarta memperingati Hari Jadi Ibukota Negara ini dengan meriah. Biasanya, ada pesta rakyat di Ancol lengkap dengan panggung hiburan dan pesta kembang api. Pada 22 Juni 2008 ini, usia Jakarta sudah 481 tahun. Sebuah usia yang sudah sangat matang namun ironisnya, Jakarta dari hari ke hari kian menjadi kota yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=365&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setiap tanggal 22 Juni, warga Jakarta memperingati Hari Jadi Ibukota Negara ini dengan meriah. Biasanya, ada pesta rakyat di Ancol lengkap dengan panggung hiburan dan pesta kembang api. Pada 22 Juni 2008 ini, usia Jakarta sudah 481 tahun. Sebuah usia yang sudah sangat matang namun ironisnya, Jakarta dari hari ke hari kian menjadi kota yang tidak menyenangkan untuk ditinggali. Macet di mana-mana, dan jika hujan sebentar maka banjir pun segera menggenang. Ini hanyalah sedikit di antara setumpuk masalah ibukota negeri ini yang konon dibebaskan oleh seorang dai-pejuang bernama <strong>Fatahillah</strong>.<span id="more-365"></span></p>
<p class="MsoNormal">Benarkah Fatahillah merupakan seorang ulama yang membebaskan Jakarta? Sejarawan Betawi Drs. Ridwan Saidi menolak keras anggapan ini. “Banyak orang menganggap Fatahillah melakukan dakwah Islam di Jakarta. Ini tidak beralasan dan tidak benar sama sekali. Sebelum Fatahillah datang, sudah ada 3.000 orang Betawi yang Muslim. Bahkan ketika Fatahilah datang menyerbu kota ini, dia bersama pasukannya itu membumi-hanguskan kampung-kampung Muslim Betawi. Ada sekitar 3.000 rumah Muslim Betawi yang dihanguskan.”</p>
<p class="MsoNormal">“Bagi Muslim Betawi, Fatahillah itu penjahat. Dan tidak benar jika Fatahillah ke Jakara ini dalam rangka dakwah Islam. Ini harus dikoreksi. Saya telah meneliti sekian lama dan tidak pernah sedikit pun menemui sisa-sisa dakwah Fatahillah di kota ini. Sampai sekarang ini rumah orang-orang Betawi biasanya memajang poster Syekh Abdul Qadir al-Jilani atau yang lebih dikenal dengan sebutan Syekh Abdul Qadir Jaelani, juga poster Buroq, dan tidak pernah ada rumah orang Betawi memajang poster Fatahillah atau sesuatu yang berbua Cirebon atau Demak. Tradisi Islam yang ada di orang Betawi pun khas, sama sekali tidak ada bau-bau Islamnya Cirebon. Saya berani berdebat dengan siapa saja soal ini!” tegas Ridwan saat mengisi diskusi publik bertema “Meluruskan Sejarah Islam di Indonesia” di IKIP Muhamadiyah Jakarta (28/5).</p>
<p class="MsoNormal">“Jadi, Fatahillah bukanlah pahlawan umat Islam Indonesia. Dia lebih tepat disebut sebagai pahlawan Muslimnya Cirebon, bukan Muslim Jakarta. Kedatangan Fatahillah berikut pasukannya dari Cirebon pada tahun 1527 semata-mata untuk merebut pelabuhan Kalapa. Ia lalu membangun istana yang dikelilingi tembok tinggi di tepi barat Kali Besar. Orang-orang Betawi yang sudah Muslim saat itu, yang rumahnya berdiri di dekat istananya, diusir dan dibumi hanguskan. Omong kosong besar Fatahillah berdakwah. Jejak dakwahnya sama sekali tidak ada di ranah Betawi, ” lanjut Ridwan.</p>
<p class="MsoNormal">Ribuan unit rumah Muslim Betawi yang dibakar Fatahillah itu berada di Mandi Racan, Pasar Ikan (lihat De Quoto, 1532).</p>
<p class="MsoNormal">Sebab itu, Ridwan sangat sedih jika tiap tanggal 22 Juni, pemerintah merayakannya sebagai Hari Lahir Kota Jakarta. “Itu adalah hari pembumi-hangusan ribuan rumah Muslim Betawi. Juga hari terbunuhnya Syahbandar Wak Item yang juga seorang Muslim Betawi, ” ujar Ridwan.</p>
<p class="MsoNormal">Lantas siapa yang mengIslamkan Jakarta? Menurut penelitian Ridwan, sejak awal abad masehi, sebelum Islam lahir di Jazirah Arab, para pedagang Arab telah melakukan perdagangan di Jakarta sehingga sebelum Islam datang di tanah ini. Ini berarti orang Betawi asli sudah mengenal istilah-istilah Arab sebelum Hindu dan Budha hadir di Jawa. Kerajaan Tarumanegara saja bari berdiri di abad ke V Masehi atau sekiar tahun 400-an Masehi.</p>
<p class="MsoNormal">“Kata-kata seperti alim, kramat, adat, kubur, dan sebagainya sudah dikenal di Jakarta sebelum Islam lahir di Jazirah Arab, ” tegasnya.</p>
<p class="MsoNormal">Salah satu buktinya adalah prasasti Batu Jaya di Bekasi, sebelah timur pantai Pakis Jaya yang berumur lebih tua ketimbang situs Tarumanegara. “Di batu-batu itu terdapat ragam hias yang tidak ada sama sekali nuansa India, apalagi Cina. Saya amat terkejut ketika mendapati ragam hias ornamen di Batu Jaya itu lebih mirip ornamen Arab. Ini salah satu bukti saja, masih banyak yang lain, ” ujar Ridwan.</p>
<p class="MsoNormal">Beberapa sumber yang layak untuk ditelusuri lebih jauh adalah kitab Agryppa dari Claudius Ptelomius, lalu naskah Wangsakerta yang menyebut adanya Krajan (bukan kerajaan) bernama Salakanagara, Aki Tirem, dan sebagainya. “Ini temuan saya dan saya siap berdebat soal Fatahillah ini dengan siapa saja, ” tegas Ridwan. (<em>rizki/era</em>)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antipemurtadan.wordpress.com/365/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antipemurtadan.wordpress.com/365/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antipemurtadan.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antipemurtadan.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antipemurtadan.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antipemurtadan.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antipemurtadan.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antipemurtadan.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antipemurtadan.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antipemurtadan.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antipemurtadan.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antipemurtadan.wordpress.com/365/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=365&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/06/26/mengkritisi-peran-fatahillah-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8990f008c25e98358bb39798afa8fdd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antimurtad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikayat Islam di Negeri Tirai Bambu</title>
		<link>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/03/25/hikayat-islam-di-negeri-tirai-bambu/</link>
		<comments>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/03/25/hikayat-islam-di-negeri-tirai-bambu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 07:50:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antimurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[HISTORY]]></category>
		<category><![CDATA[Hikayat Islam di Negeri Tirai Bambu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antipemurtadan.wordpress.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[ &#8220;Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina,&#8221; begitu kata petuah Arab. Jauh sebelum ajaran Islam diturunkan Allah SWT, bangsa Cina memang telah mencapai peradaban yang amat tinggi. Kala itu, masyarakat Negeri Tirai Bambu sudah menguasai beragam khazanah kekayaan ilmu pengetahuan dan peradaban.
Tak bisa dipungkiri bahwa umat Islam juga banyak menyerap ilmu pengetahuan serta peradaban dari negeri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=298&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> <img src="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/03/cheng_ho-01.jpg" alt="cheng_ho-01.jpg" align="right" />&#8220;<i>Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina</i>,&#8221; begitu kata petuah Arab. Jauh sebelum ajaran Islam diturunkan Allah SWT, bangsa Cina memang telah mencapai peradaban yang amat tinggi. Kala itu, masyarakat Negeri Tirai Bambu sudah menguasai beragam khazanah kekayaan ilmu pengetahuan dan peradaban.</p>
<p>Tak bisa dipungkiri bahwa umat Islam juga banyak menyerap ilmu pengetahuan serta peradaban dari negeri ini. Beberapa contohnya antara lain, ilmu ketabiban, kertas, serta bubuk mesiu. Kehebatan dan tingginya peradaban masyarakat Cina ternyata sudah terdengar di negeri Arab sebelum tahun 500 M. <span id="more-298"></span></p>
<p>Sejak itu, para saudagar dan pelaut dari Arab membina hubungan dagang dengan `Middle Kingdom&#8217; &#8211; julukan Cina. <img src="http://swaramuslim.net/images/emoticons/foto2.gif" /> <img src="http://swaramuslim.net/images/emoticons/video.gif" /></p>
<p>Untuk bisa berkongsi dengan para saudagar Cina, para pelaut dan saudagar Arab dengan gagah berani mengarungi ganasnya samudera. Mereka `angkat layar&#8217; dari Basra di Teluk Arab dan kota Siraf di Teluk Persia menuju lautan Samudera Hindia.</p>
<p>Sebelum sampai ke daratan Cina, para pelaut dan saudagar Arab melintasi Srilanka dan mengarahkan kapalnya ke Selat Malaka. Setelah itu, mereka berlego jangkar di pelabuhan Guangzhou atau orang Arab menyebutnya Khanfu. Guangzhou merupakan pusat perdagangan dan pelabuhan tertua di Cina. Sejak itu banyak orang Arab yang menetap di Cina.</p>
<p>Ketika Islam sudah berkembang dan Rasulullah SAW mendirikan pemerintahan di Madinah, di seberang lautan Cina tengah memasuki periode penyatuan dan pertahanan. Menurut catatan sejarah awal Cina, masyarakat Tiongkok pun sudah mengetahui adanya agama Islam di Timur Tengah. Mereka menyebut pemerintahan Rasulullah SAW sebagai Al-Madinah.</p>
<p class="capt" style="float:right;width:150px;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_China" target="_blank"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/08/Chinese-style_minaret_of_the_Great_Mosque.jpg/180px-Chinese-style_minaret_of_the_Great_Mosque.jpg" width="200" /></a><br />
The Great Mosque of Xi&#8217;an, one of China&#8217;s oldest mosques</p>
<p>Orang Cina mengenal Islam dengan sebutan Yisilan Jiao yang berarti &#8216;agama yang murni&#8217;. Masyarakat Tiongkok menyebut Makkah sebagai tempat kelahiran &#8216;Buddha Ma-hia-wu&#8217; (Nabi Muhammad SAW). Terdapat beberapa versi hikayat tentang awal mula Islam bersemi di dataran Cina. Versi pertama menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina dibawa para sahabat Rasul yang hijrah ke al-Habasha Abyssinia (Ethopia). Sahabat Nabi hijrah ke Ethopia untuk menghindari kemarahan dan amuk massa kaum Quraish jahiliyah. Mereka antara lain; Ruqayyah, anak perempuan Nabi; Usman bin Affan, suami Ruqayyah; Sa&#8217;ad bin Abi Waqqas, paman Rasulullah SAW; dan sejumlah sahabat lainnya.</p>
<p>Para sahabat yang hijrah ke Etopia itu mendapat perlindungan dari Raja Atsmaha Negus di kota Axum. Banyak sahabat yang memilih menetap dan tak kembali ke tanah Arab. Konon, mereka inilah yang kemudian berlayar dan tiba di daratan Cina pada saat Dinasti Sui berkuasa (581 M &#8211; 618 M).</p>
<p>Sumber lainnya menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina ketika Sa&#8217;ad Abi Waqqas dan tiga sahabatnya berlayar ke Cina dari Ethopia pada tahun 616 M. Setelah sampai di Cina, Sa&#8217;ad kembali ke Arab dan 21 tahun kemudian kembali lagi ke Guangzhou membawa kitab suci Alquran.</p>
<p>Ada pula yang menyebutkan, ajaran Islam pertama kali tiba di Cina pada 615 M &#8211; kurang lebih 20 tahun setelah Rasulullah SAW tutup usia. Adalah Khalifah Utsman bin Affan yang menugaskan Sa&#8217;ad bin Abi Waqqas untuk membawa ajaran Illahi ke daratan Cina. Konon, Sa&#8217;ad meninggal dunia di Cina pada tahun 635 M. Kuburannya dikenal sebagai Geys&#8217; Mazars.</p>
<p>Utusan khalifah itu diterima secara terbuka oleh Kaisar Yung Wei dari Dinasti Tang. Kaisar pun lalu memerintahkan pembangunan Masjid Huaisheng atau masjid Memorial di Canton &#8211; masjid pertama yang berdiri di daratan Cina. Ketika Dinasti Tang berkuasa, Cina tengah mencapai masa keemasan dan menjadi kosmopolitan budaya. Sehingga, dengan mudah ajaran Islam tersebar dan dikenal masyarakat Tiongkok.</p>
<p class="capt" style="float:right;width:150px;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_China" target="_blank"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3d/Kashgar-mezquita-id-kah-d01.jpg/280px-Kashgar-mezquita-id-kah-d01.jpg" width="200" /></a><br />
Id Khar Mosque</p>
<p>Pada awalnya, pemeluk agama Islam terbanyak di Cina adalah para saudagar dari Arab dan Persia. Orang Cina yang pertama kali memeluk Islam adalah suku Hui Chi. Sejak saat itu, pemeluk Islam di Cina kian bertambah banyak. Ketika Dinasti Song bertahta, umat Muslim telah menguasai industri ekspor dan impor. Bahkan, pada periode itu jabatan direktur jenderal pelayaran secara konsisten dijabat orang Muslim.</p>
<p>Pada tahun 1070 M, Kaisar Shenzong dari Dinasti Song mengundang 5.300 pria Muslim dari Bukhara untuk tinggal di Cina. Tujuannya untuk membangun zona penyangga antara Cina dengan Kekaisaran Liao di wilayah Timur Laut. Orang Bukhara itu lalu menetap di di antara Kaifeng dan Yenching (Beijing). Mereka dipimpin Pangeran Amir Sayyid alias &#8216;So-Fei Er&#8217;. Dia bergelar `bapak&#8217; komunitas Muslim di Cina.</p>
<p>Ketika Dinasti Mongol Yuan (1274 M -1368 M) berkuasa, jumlah pemeluk Islam di Cina semakin besar. Mongol, sebagai minoritas di Cina, memberi kesempatan kepada imigran Muslim untuk naik status menjadi Cina Han. Sehingga pengaruh umat Islam di Cina semakin kuat. Ratusan ribu imigran Muslim di wilayah Barat dan Asia Tengah direkrut Dinasti Mongol untuk membantu perluasan wilayah dan pengaruh kekaisaran.</p>
<p>Bangsa Mongol menggunakan jasa orang Persia, Arab dan Uyghur untuk mengurus pajak dan keuangan. Pada waktu itu, banyak Muslim yang memimpin korporasi di awal periode Dinasti Yuan. Para sarjana Muslim mengkaji astronomi dan menyusun kalender. Selain itu, para arsitek Muslim juga membantu mendesain ibu kota Dinasti Yuan, Khanbaliq.</p>
<p>Pada masa kekuasaan Dinasti Ming, Muslim masih memiliki pengaruh yang kuat di lingkaran pemerintahan. Pendiri Dinasti Ming, Zhu Yuanzhang adalah jenderal Muslim terkemuka, termasuk Lan Yu Who. Pada 1388, Lan memimpin pasukan Dinasti Ming dan menundukkan Mongolia. Tak lama setelah itu muncul Laksamana Cheng Ho &#8211; seorang pelaut Muslim andal.</p>
<p>Saat Dinasti Ming berkuasa, imigran dari negara-negara Muslim mulai dilarang dan dibatasi. Cina pun berubah menjadi negara yang mengisolasi diri. Muslim di Cina pun mulai menggunakan dialek bahasa Cina. Arsitektur Masjid pun mulai mengikuti tradisi Cina. Pada era ini Nanjing menjadi pusat studi Islam yang penting. Setelah itu hubungan penguasa Cina dengan Islam mulai memburuk.</p>
<p><b>Masa Surut Islam di Daratan Cina</b></p>
<p class="capt" style="float:right;width:150px;"><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islam_in_China" target="_blank"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/72/Niujie_Mosques02.jpg/200px-Niujie_Mosques02.jpg" width="200" /></a><br />
The Niujie Mosque in Beijing</p>
<p>Hubungan antara Muslim dengan penguasa Cina mulai memburuk sejak Dinasti Qing (1644-1911) berkuasa. Tak cuma dengan penguasa, relasi Muslim dengan masyarakat Cina lainnya menjadi makin sulit. Dinasti Qing melarang berbagai kegiatan Keislaman.</p>
<p>Menyembelih hewan qurban pada setiap Idul Adha dilarang. Umat Islam tak boleh lagi membangun masjid. Bahkan, penguasa dari Dinasti Qing juga tak membolehkan umat Islam menunaikan rukun Islam kelima &#8211; menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah.</p>
<p>Taktik adu domba pun diterapkan penguasa untuk memecah belah umat Islam yang terdiri dari bangsa Han, Tibet dan Mogol. Akibatnya ketiga suku penganut Islam itu saling bermusuhan. Tindakan represif Dinasti Qing itu memicu pemberontakan Panthay yang terjadi di provinsi Yunan dari 1855 M hingga 1873 M.</p>
<p><img src="http://www.themodernreligion.com/convert/p5_chinese.jpg" align="right" height="206" width="452" /> Setelah jatuhnya Dinasti Qing, Sun Yat Sen akhirnya mendirikan Republik Cina. Rakyat Han, Hui (Muslim), Meng (Mongol) dan Tsang (Tibet) berada di bawah Republik Cina. Pada 1911, Provinsi Qinhai, Gansu dan Ningxia berada dalam kekuasaan Muslim yakni keluarga Ma.</p>
<p>Kondisi umat Islam di Cina makin memburuk ketika terjadi Revolusi Budaya. Pemerintah mulai mengendorkan kebijakannya kepada Muslim pada 1978. Kini Islam kembali menggeliat di Cina. Hal itu ditandai dengan banyaknya masjid serta aktivitas Muslim antaretnis di Cina.</p>
<fieldset>
<legend><b><font size="3">Tokoh Muslim Terkemuka dari Tiongkok</font></b> </legend>
<p>Dominasi peran Muslim dalam lingkaran kekuasaan dinasti-dinasti Cina pada abad pertengahan telah melahirkan sejumlah tokoh Muslim terkemuka. Mereka adalah:</p>
<p>Pelaut dan Penjelajah<br />
* Cheng Ho atau Zheng He: Laksamana Laut Cina yang menjelajahi dua benua dalam tujuh kali ekspedisi.<br />
* Fei Xin: Penerjemah andalan Cheng Ho.<br />
* Ma Huan: Seorang pengikut Ceng Ho.</p>
<p>Militer<br />
* Jenderal pendiri Dinasti Ming: Chang Yuchun, Hu Dahai, Lan Yu, Mu Ying.<br />
* Pemimpin pemberontakan Panthay: Du Wenxiu, Ma Hualong.<br />
* Kelompok tentara Ma selama era Republik Cina: Ma Bufang, Ma Chung-ying, Ma Fuxiang, Ma Hongkui, Ma Hongbin, Ma Lin, Ma Qi, Ma Hun-shan Bai Chongxi.</p>
<p>Sarjana dan Penulis<br />
* Bai Shouyi, sejarawan.<br />
* Tohti Tunyaz, sejarawan.<br />
* Yusuf Ma Dexin, penerjemah Alquran pertama ke dalam bahasa Cina.<br />
* Muhammad Ma Jian, penulis dan peberjemah Alquran terkemuka.<br />
* Liu Zhi, penulis di era Dinasti Qing.<br />
* Wang Daiyu, ahli astronomi pada era Dinasti Ming.<br />
* Zhang Chengzhi, penulis kontemporer.</p>
<p>Politik<br />
* Hui Liangyu, Wakil Perdana Menteri Urusan Pertanian RRC<br />
* Huseyincan Celil, Imam Uyghur yang dipenjara di Cina<br />
* Xabib Yunic, Menteri Pendidikan Second East Turkistan Republic<br />
* Muhammad Amin Bughra, Wakil Ketua Second East Turkistan Republic</p>
<p>Lainnya<br />
* Noor Deen Mi Guangjiang, ahli kaligrafi.<br />
* Ma Xianda, ahli beladiri.<br />
* Ma Menta, pengurus Federasi Wushu Tongbei Rusia. </fieldset>
<p>(heri ruslan/RioL/eramuslim )</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antipemurtadan.wordpress.com/298/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antipemurtadan.wordpress.com/298/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antipemurtadan.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antipemurtadan.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antipemurtadan.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antipemurtadan.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antipemurtadan.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antipemurtadan.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antipemurtadan.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antipemurtadan.wordpress.com/298/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antipemurtadan.wordpress.com/298/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antipemurtadan.wordpress.com/298/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=298&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/03/25/hikayat-islam-di-negeri-tirai-bambu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8990f008c25e98358bb39798afa8fdd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antimurtad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/03/cheng_ho-01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cheng_ho-01.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.net/images/emoticons/foto2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://swaramuslim.net/images/emoticons/video.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/08/Chinese-style_minaret_of_the_Great_Mosque.jpg/180px-Chinese-style_minaret_of_the_Great_Mosque.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3d/Kashgar-mezquita-id-kah-d01.jpg/280px-Kashgar-mezquita-id-kah-d01.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/72/Niujie_Mosques02.jpg/200px-Niujie_Mosques02.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.themodernreligion.com/convert/p5_chinese.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Vereenigde Oostindische Compagnie (VoC)</title>
		<link>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/03/13/vereenigde-oostindische-compagnie-voc/</link>
		<comments>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/03/13/vereenigde-oostindische-compagnie-voc/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 10:08:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antimurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[HISTORY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antipemurtadan.wordpress.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Vereenigde Oostindische Compagnie
The Dutch East India Company /
Perserikatan Perusahaan Hindia Timur
 
  Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur) atau  VOC yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah perusahaan Belanda yang  memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Disebut Hindia Timur  karena ada pula VWC yang merupakan perserikatan dagang Hindia Barat. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=261&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" align="center"><b>Vereenigde Oostindische Compagnie<br />
The Dutch East India Company /<br />
Perserikatan Perusahaan Hindia Timur</b></p>
<p class="MsoNormal" align="center"> <img src="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/03/mannelijke-overlevenden-en-weduwen-rawagede.jpg?w=267&#038;h=200" alt="mannelijke-overlevenden-en-weduwen-rawagede.jpg" height="200" width="267" /></p>
<p class="MsoNormal">  Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur) atau  VOC yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah perusahaan Belanda yang  memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Disebut Hindia Timur  karena ada pula VWC yang merupakan perserikatan dagang Hindia Barat. Perusahaan  ini dianggap sebagai perusahaan pertama yang mengeluarkan pembagian saham<span id="more-261"></span></p>
<p>Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah badan dagang saja, tetapi badan dagang  ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri  yang istimewa. Misalkan VOC boleh memiliki tentara dan boleh bernegosiasi dengan  negara-negara lain. Bisa dikatakan VOC adalah negara dalam negara.</p>
<p>VOC terdiri 6 Bagian (<i>Kamers</i>) di <b>Amsterdam</b>, <b>Middelburg</b>  (untuk Zeeland), <b>Enkhuizen</b>, <b>Delft</b>, <b>Hoorn</b> dan <b>Rotterdam</b>.  Delegasi dari ruang ini berkumpul sebagai <i><b>Heeren</b> XVII (XVII Tuan-Tuan)</i>.  Kamers menyumbangkan delegasi ke dalam tujuh belas sesuai dengan proporsi modal  yang mereka bayarkan; delegasi Amsterdam berjumlah delapan.</p>
<p>Di Indonesia VOC memiliki sebutan populer <font color="#ff0000"><i>Kompeni</i></font>  atau <font color="#ff0000"><i>Kumpeni</i></font>. Istilah ini diambil dari kata <font color="#ff0000"><i>compagnie</i></font> dalam nama lengkap perusahaan  tersebut dalam bahasa Belanda.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<table style="border-collapse:collapse;" id="AutoNumber9" border="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td width="100%"><font color="#ff0000" size="4"><b>VOC (Verenigde Oost-Indische          Compagnie)</b></font><br />
<img src="http://www.geocities.com/nedindie/vascodagama.jpg" align="right" border="0" height="300" hspace="5" width="200" />Datangnya          orang Eropa melalui jalur laut diawali oleh <i>         <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vasco_da_Gama"><b>Vasco da Gama</b></a></i><img src="http://swaramuslim.com/icon/link2.gif" border="0" height="10" hspace="2" width="10" />,          yang pada tahun <i>1497-1498</i> berhasil berlayar dari Eropa ke India          melalui Semenanjung Harapan (<i>Cape of Good Hope</i>) di ujung selatan          Afrika, sehingga mereka tidak perlu lagi bersaing dengan          pedagang-pedagang Timur Tengah untuk memperoleh akses ke Asia Timur,          yang selama ini ditempuh melalui jalur darat yang sangat berbahaya.Pada awalnya, tujuan utama bangsa-bangsa Eropa ke Asia Timur dan          Tenggara termasuk ke Nusantara adalah untuk perdagangan, demikian juga          dengan bangsa Belanda. <font color="#ff0000"><i>Misi dagang yang          kemudian dilanjutkan dengan politik pemukiman –kolonisasi- dilakukan          oleh Belanda dengan kerajaan-kerajaan di Jawa, Sumatera dan Maluku,          sedangkan di Suriname dan Curaçao, tujuan Belanda sejak awal adalah          murni kolonisasi</i></font> (pemukiman).</p>
<p>Bangsa Portugis, yang terlebih dahulu datang ke Indonesia sebelum          Belanda, selain di Malakka, memusatkan perhatian mereka di kepulauan          Maluku, yang kaya akan rempah-rempah –komoditi langka dan sangat mahal          di Eropa. Setelah dapat mematahkan perlawanan rakyat Maluku tahun 1511,          Portugis menguasai perdagangan rempah-rempah di kepulauan Maluku selama          sekitar 100 tahun.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Cornelis_de_Houtman.jpg" class="image" title="Potret de Houtman">         <img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8c/Cornelis_de_Houtman.jpg/180px-Cornelis_de_Houtman.jpg" class="thumbimage" alt="Potret de Houtman" align="left" border="0" height="148" hspace="5" width="100" /></a>Pada          akhir abad 16, Inggris dan Belanda mulai menunjukkan minatnya di wilayah          Asia Tenggara dan melakukan beberapa pelayaran ke wilayah ini, antara          lain dilakukan oleh <b>James Lancaster</b> tahun 1591, dua bersaudara <b>         Frederik</b> dan adiknya, <b>         <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cornelis_de_Houtman">         <font color="#ff0000">Cornelis de Houtman</font></a></b><img src="http://swaramuslim.com/icon/link2.gif" border="0" height="10" hspace="3" width="10" />          tahun 1595 dan kemudian tahun 1599, <b>Jacob van Neck</b> tahun 1598.Lancaster datang lagi tahun 1601. Ketika de Houtman bersaudara tahun          1596 pertama kali tiba di <b>Banten</b>, mereka disambut dengan sangat          ramah, demikian juga dengan para pedagang lain, yang setelah itu makin          banyak datang ke Jawa, Sumatera dan Maluku.</p>
<div align="center">
<table style="border-collapse:collapse;" id="AutoNumber10" bgcolor="#f9e4cc" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0">
<tr>
<td align="center" width="100%"><img src="http://home.iae.nl/users/arcengel/NedIndie/banten2.jpg" alt="Op de rede van Banten" height="308" hspace="0" width="400" /><br />
<img src="http://www.gimonca.com/sejarah/banten.jpg" border="0" height="310" hspace="0" vspace="2" width="400" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center" width="100%"><img src="http://www.engelfriet.net/Alie/Aad/bantamhoutman.jpg" alt="bantamhoutman" height="640" hspace="2" vspace="2" width="445" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center" width="100%"><img src="http://www.engelfriet.net/Alie/Aad/bantam1596.jpg" alt="bantam1596" height="324" width="500" /><br />
<b><font color="#0000ff" size="-1">Cornelis Houtman 15 Juni 1596                (Bantam/Banten)</font></b></td>
</tr>
</table>
</div>
<p><img src="http://www.gimonca.com/sejarah/houtman.jpg" align="right" border="0" height="158" hspace="5" width="200" />Sebelum          Belanda membuat Jayakarta/Sunda Kalapa (<font color="#ff0000"><i>setelah          menduduki Jayakarta, Belanda kemudian menamakannya Batavia</i></font>)          menjadi pelabuhan yang merupakan basis perdagangan dan kubu militernya,          pelabuhan Banten adalah pelabuhan internasional yang terbesar di Asia          Tenggara dan menjadi pusat perdagangan antar benua.</p>
<p>Ketika kembali ke Asia Tenggara tahun <b>1599</b>, <b>Houtman</b>          bersaudara terlibat pertempuran melawan kerajaan <b>Aceh</b>, di mana          Cornelis tewas dan Frederik ditawan, dan setelah dibebaskan tahun 1602,          ia kembali ke Amsterdam. Selama di penjara, ia sempat belajar bahasa          Melayu dan menerbitkan kamus Melayu pertama pada tahun 1603.</p>
<p>Adalah para pedagang Inggris yang memulai mendirikan perusahaan dagang          di Asia pada <b>31 Desember 1600</b> yang dinamakan         <font color="#ff0000"><b>The Britisch East India Company</b></font> dan          berpusat di Calcutta. Kemudian Belanda menyusul tahun <b>1602</b> dan          Prancis pun tak mau ketinggalan dan mendirikan <font color="#ff0000"><b>         French East India Company</b></font> tahun <b>1604</b>.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:VOC-Amsterdam.svg" class="image" title="Logo Kamar Dagang VOC di Amsterdam">         <img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/21/VOC-Amsterdam.svg/150px-VOC-Amsterdam.svg.png" class="thumbimage" alt="Logo Kamar Dagang VOC di Amsterdam" align="left" border="0" height="208" hspace="5" width="150" /></a>Pada          20 Maret 1602, para pedagang Belanda mendirikan Verenigde Oost-Indische          Compagnie &#8211; VOC (Perkumpulan Dagang India Timur). Di masa itu, terjadi          persaingan sengit di antara negara-negara Eropa, yaitu Portugis, Spanyol          kemudian juga Inggris, Perancis dan Belanda, untuk memperebutkan          hegemoni perdagangan di Asia Timur. Untuk menghadapai masalah ini, oleh          Staaten Generaal di Belanda VOC diberi wewenang memiliki tentara yang          harus mereka biayai sendiri. Selain itu, VOC juga mempunyai hak, atas          nama Pemerintah Belanda –yang waktu itu masih berbentuk Republik- untuk          membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu          negara.</p>
<p>Wewenang ini yang mengakibatkan, bahwa suatu perkumpulan dagang          seperti VOC, dapat bertindak seperti layaknya satu negara.</p>
<p>Hak-hak istimewa yang tercantum dalam Oktrooi (Piagam/Charta) tanggal 20          Maret 1602 meliputi:</p>
<ol>
<li><b><font color="#ff0000">Hak monopoli</font> </b>untuk berdagang            dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah            barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan            sendiri;</li>
<li><font color="#ff0000"><b>Hak kedaulatan</b></font>            (soevereiniteit) sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk:<br />
<font color="#ff6600">1. memelihara angkatan perang,<br />
2. memaklumkan perang dan mengadakan perdamaian,<br />
3. merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Belanda,<br />
4. memerintah daerah-daerah tersebut,<br />
5. menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri, dan<br />
6. memungut pajak.</font></li>
</ol>
<p><b>(Catatan penulis: Saya punya satu coin VOC dari tahun 1790)</b></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pieterboth.jpg" class="image" title="Pieter Both">         <img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/65/Pieterboth.jpg" class="thumbimage" alt="Pieter Both" align="left" border="0" height="128" hspace="5" width="100" /></a>Tahun          1603 VOC memperoleh izin di Banten untuk mendirikan kantor perwakilan,          dan pada 1610 <b><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pieter_Both">         Pieter Both</a></b><img src="http://swaramuslim.com/icon/link2.gif" border="0" height="10" hspace="3" width="10" />          diangkat menjadi Gubernur Jenderal VOC pertama (1610-1614). Sementara          itu, <b><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Frederik_de_Houtman">         Frederik de Houtman</a></b><img src="http://swaramuslim.com/icon/link2.gif" border="0" height="10" hspace="3" width="10" />          menjadi Gubernur VOC di Ambon (1605 – 1611) dan setelah itu menjadi          Gubernur untuk Maluku (1621 – 1623).</p>
<p>Belanda konsisten menggunakan kekuatan bersenjata untuk memuluskan          perdagangannya dan menjalankan taktik <font color="#ff6600"><b>divide et          impera</b></font> (<i>memecah-belah dan kemudian menguasai</i>). Apabila          ada konflik internal di satu kerajaan, atau ada pertikaian antara satu          kerajaan dengan kerajaan tetangganya, Belanda membantu salah satu pihak          untuk mengalahkan lawannya, dengan imbalan yang sangat menguntungkan          bagi Belanda, termasuk antara lain memperoleh sebagian wilayah yang          bersama-sama dikalahkan. Dengan tipu muslihat dan bantuan penguasa          setempat, <font color="#ff0000">Belanda berhasil mengusir Portugis dari          wilayah yang mereka kuasai di Maluku, yang sangat kaya akan          rempah-rempah, yang mahal harganya di Eropa</font>.</p>
<div align="center">
<table style="border-collapse:collapse;" id="AutoNumber11" bgcolor="#f9e4cc" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0" width="500">
<tr>
<td width="100%">
<p align="center">               <img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/34/AmboynaFort1655.jpg" height="337" width="400" /><br />
The Dutch and English enclaves at Amboyna (top) and Banda                (bottom). 1655 engraving.</td>
</tr>
<tr>
<td width="100%">
<p align="center">               <img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/f/f0/Batavia333.jpg" height="315" width="400" /><br />
Dutch Batavia in the 17th Century, built in what is now               <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/North_Jakarta" title="North Jakarta">               North Jakarta</a></td>
</tr>
</table>
</div>
<p><b><font color="#ff0000" size="4">Jayakarta, Jajahan VOC Pertama</font></b><br />
<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Prasasti_tugu.jpg" class="image" title="Prasasti Tugu di Museum Nasional">         <img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/5/5c/Prasasti_tugu.jpg/180px-Prasasti_tugu.jpg" class="thumbimage" alt="Prasasti Tugu di Museum Nasional" align="right" border="0" height="266" hspace="5" width="200" /></a>Bukti          tertua mengenai eksistensi pemukiman penduduk yang sekarang bernama          Jakarta adalah <b>         <a href="http://www.londoh.com/voc_loc_church_at_tugu_villageV.htm">         Prasasti Tugu</a></b><img src="http://swaramuslim.com/icon/link2.gif" border="0" height="10" hspace="3" width="10" /><b><a href="http://www.londoh.com/voc_loc_church_at_tugu_villageV.htm">         </a></b>yang tertanam di desa Batu Tumbuh, Jakarta Utara. Prasasti          terebut berkaitan dengan 4 prasasti lain yang berasal dari zaman          kerajaan Hindu, Tarumanegara ketika diperintah oleh Raja Purnawarman.          Berdasarkan Prasasti Kebon Kopi, nama Sunda Kalapa (Sunda Kelapa)          sendiri diperkirakan baru muncul abad sepuluh.</p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Afonso_de_Albuquerque_2.jpg" class="image" title="Afonso de Albuquerque">         <img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/bd/Afonso_de_Albuquerque_2.jpg" alt="Afonso de Albuquerque" align="left" border="0" height="125" hspace="5" width="100" /></a>Pemukiman          tersebut berkembang menjadi pelabuhan, yang kemudian juga dikunjungi          oleh kapal-kapal dari mancanegara. Hingga kedatangan orang Portugis,          Sunda Kalapa masih di bawah kekuasaan kerajaan Hindu lain, Pakuan          Pajajaran. Sementara itu, Portugis telah berhasil menguasai Malakka, dan          tahun 1522 Gubernur Portugis <font color="#ff0000"><b>         <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Afonso_de_Albuquerque">         d’Albuquerque</a></b></font><img src="http://swaramuslim.com/icon/link2.gif" border="0" height="10" hspace="3" width="10" />          mengirim utusannya, <b>Enrique Leme</b> yang didampingi oleh <b>Tome          Pires </b>untuk menemui Raja Sangiang Surawisesa. Pada 21 Agustus 1522          ditandatangani perjanjian persahabatan antara Pajajaran dan Portugis.</p>
<p>Diperkirakan, langkah ini diambil oleh Raja Pakuan Pajajaran guna          memperoleh bantuan dari Portugis dalam menghadapi ancaman kerajaan Islam          Demak, yang telah menghancurkan beberapa kerajaan Hindu, termasuk          Majapahit. Namun ternyata perjanjian ini sia-sia saja, karena ketika          diserang oleh Kerajaan Islam Demak, Portugis tidak membantu          mempertahankan Sunda Kalapa.</p>
<div align="center">
<table style="border-collapse:collapse;" id="AutoNumber12" bgcolor="#f3f3f3" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0" width="500">
<tr>
<td colspan="2">Sunda Kelapa<br />
<img src="http://members.tripod.com/alifuru/jakarta/perahu.jpg" height="149" vspace="2" width="500" /></p>
<table style="border-collapse:collapse;" id="AutoNumber13" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td><font face="Arial"><b>               <font color="#ffffff">               <img src="http://www.gedungdua8.com/calendar/kine28/layarpendek/images/old_jakarta2.jpg" align="left" border="0" height="235" hspace="3" vspace="1" width="350" /></font></b></font></td>
<td><font size="2">Nearby, in Gang Mesjid 1, off JI.                Pangeran Tubagus Angke, the small Mesjid Alanwar or Angke Mosque,                1761</font></td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.wga.hu/art/b/beeckman/batavia.jpg">               <img src="http://www.wga.hu/detail/b/beeckman/batavia.jpg" alt="Click!" border="0" height="240" hspace="3" vspace="1" width="350" /></a></td>
<td><font size="2">The Castle of Batavia, Seen from                Kali Besar West</font></td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://www.antique-prints.de/shop/Media/Shop/batavia,%20jakarta.jpg" height="213" hspace="3" vspace="1" width="350" /></td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://www.nla.gov.au/exhibitions/georgeraper/biography/images/batavia.jpg" height="221" hspace="3" vspace="1" width="350" /></td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://memo.malmberg.nl/secure/leerling/lesmateriaal/opdracht/VOC2/images/batavia.jpg" height="244" hspace="3" vspace="1" width="350" /></td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><img src="http://members.tripod.com/alifuru/jakarta/lisbon.gif" height="270" width="150" /></td>
<td align="left">Reproduksi naskah asli di atas ini memperlihatkan                sisi kanan dari halaman terakhir Perjanjian Sunda Kelapa (1522)                antara Kerajaan Sunda dan Portugal. Dari dokumen yang tersimpan                dalam arsip Lisbon tersebut terlihat tanda tangan para perwira                Portugis.</td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><img src="http://members.tripod.com/alifuru/jakarta/petanew.gif" height="398" width="150" /></td>
<td align="left">Rekonstruksi letaknya kota Jayakartadan kastael                Belanda tahun 1619 menurut J.W. Ijzerman.</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2">
<table style="border-collapse:collapse;" id="AutoNumber14" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td><img src="http://img244.imageshack.us/img244/1251/railwaystationsquarejakartakota1937mt6.jpg" height="230" hspace="3" vspace="1" width="350" /></td>
<td><b><font size="1">BEOS &#8230; : </font></b>                   <font size="1">Stasiun kereta api ini dulunya biasa disebut                    dengan nama <b>B.O.S</b> = <b>B</b>ataviasche                   <b>O</b>oster <b>S</b>poorweg [Batavia                    Eastern Railway], namun bagi penduduk Jakarta tempo dulu,                    stasiun ini sering dilafalkan dengan Bé-OS. Kini nama stasiun                    ini dikenal dengan nama STASIUN JAKARTAKOTA.</font><font size="1">Stasiun ini didirikan pada tahun 1929</font></td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://img244.imageshack.us/img244/3835/fatahilah3it2.jpg" alt="fatahilah_3" style="border-style:solid;padding:6px;" border="0" height="262" hspace="3" vspace="1" width="350" /></td>
<td><font size="1">Merupakan satu kesatuan dengan gedung                    disekelilingnya seperti Musium Fatahillah (dulunya merupakan                    gedung pemerintahan), Musium Seni Rupa (dulunya merupakan                    Gedung Pengadilan, didirikan tahun 1871), Musium Wayang                    (dulunya merupakan gereja), Stasiun Beos tidak dapat                    dilepaskan bahwa ia adalah satu dari saksi kejayaan Batavia                    Tempo Doeloe dan juga saksi dari perjalanan perkembangan kota                    Jakarta hingga sekarang ini.</font></td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://images.ozzie.web.id/kota/kota6.gif" height="262" hspace="3" vspace="1" width="350" /></td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://img246.imageshack.us/img246/441/beos1yt0.jpg" target="_blank">                   <img src="http://img244.imageshack.us/img244/3148/beos1previewzy9.jpg" alt="beos_1" style="border-style:solid;padding:6px;" border="0" height="242" hspace="3" vspace="1" width="350" /></a></td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://img246.imageshack.us/img246/6912/beos2le5.jpg" target="_blank">                   <img src="http://img244.imageshack.us/img244/5032/beos2previewqk9.jpg" alt="beos_2" style="border-style:solid;padding:6px;" border="0" height="242" hspace="3" vspace="1" width="350" /></a></td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://img246.imageshack.us/img246/9959/nederlandschku9.jpg" target="_blank">                   <img src="http://img244.imageshack.us/img244/6982/nederlandschpreviewpd8.jpg" alt="nederlandsch" style="border-style:solid;padding:6px;" border="0" height="239" hspace="3" vspace="1" width="350" /></a></td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" align="center"><img src="http://swaramuslim.com/galery/sejarah/img/daerah/batavia-01b.jpg" border="0" height="200" width="500" /><br />
Pusat Kota Batavia Sekarang Museum Batavia/Kota</td>
</tr>
</table>
</div>
<p>Sebagaimana telah dikemukakan di atas, pelabuhan Sunda Kalapa          diserang oleh tentara Demak yang dipimpin oleh <b>Fatahillah</b>,          Panglima Perang asal Gujarat, India, dan jatuh pada <b>22 Juni 1527</b>,          dan setelah berhasil direbut, namanyapun diganti menjadi Jayakarta.          Setelah Fatahillah berhasil mengalahkan dan mengislamkan Banten,          Jayakarta berada di bawah kekuasaan Banten, yang kini menjadi          kesultanan.</p>
<p>Ironisnya, kini tanggal 22 Juni ditetapkan sebagai hari “kelahiran”          Jakarta. Jelas tanggal ini tidak mencerminkan berdirinya kota Jakarta,          karena dari berbagai prasasti, telah terbukti bahwa Sunda Kalapa telah          ada sejak abad 10. Ironis, karena hari penaklukkan Jakarta yang dipimpin          oleh seorang asing, ditetapkan sebagai hari “kelahiran” Jakarta.</p>
<p>Pieter Both yang menjadi Gubernur Jenderal VOC pertama, lebih memilih          Jayakarta sebagai basis administrasi dan perdagangan VOC daripada          pelabuhan Banten, karena pada waktu itu di Banten telah banyak kantor          pusat perdagangan orang-orang Eropa lain seperti Portugis, Spanyol          kemudian juga Inggris, sedangkan Jayakarta/Sunda Kalapa masih merupakan          pelabuhan kecil.</p>
<p>Pada tahun 1611 VOC mendapat izin untuk membangun satu rumah kayu dengan          fondasi batu di Jayakarta, sebagai kantor dagang. Kemudian mereka          menyewa lahan sekitar 1,5 hektar di dekat muara di tepi bagian timur          Sungai Ciliwung, yang menjadi kompleks perkantoran, gudang dan tempat          tinggal orang Belanda, dan bangunan utamanya dinamakan Nassau Huis.</p>
<p>Ketika Jan Pieterszoon Coen menjadi Gubernur Jenderal (1618 – 1623), ia          mendirikan lagi bangunan serupa Nassau Huis yang dinamakan Mauritius          Huis, dan membangun tembok batu yang tinggi, di mana ditempatkan          beberapa meriam. Tak lama kemudian, ia membangun lagi tembok setinggi 7          meter yang mengelilingi areal yang mereka sewa, sehingga kini          benar-benar merupakan satu benteng yang kokoh, dan mulai mempersiapkan          untuk menguasai Jayakarta. Dari basis benteng ini pada 30 Mei 1619          Belanda menyerang tuan rumah, yang memberi mereka izin untuk berdagang,          dan membumihanguskan keraton serta hampir seluruh pemukiman penduduk.          Berawal hanya dari bangunan separuh kayu, akhirnya Belanda menguasai          seluruh kota, dan kemudian seluruh Nusantara. Semula Coen ingin          menamakan kota ini sebagai Nieuwe Hollandia, namun de Heeren Seventien          di Belanda memutuskan untuk menamakan kota ini menjadi Batavia, untuk          mengenang bangsa Batavir, yaitu bangsa Germania yang bermukim di tepi          Sungai Rhein yang kini dihuni oleh orang Belanda. Dan nama Batavia ini          digunakan oleh Belanda selama lebih dari 300 tahun.</p>
<p>Dengan demikian, Batavia (Sunda Kalapa, Jayakarta, Jakarta) adalah          jajahan Belanda pertama di Nusantara. Entah sejak kapan, penduduk di          kota Batavia dinamakan –atau menamakan diri- orang Betawi, yang          mengambil nama dari Batavia tersebut. Dilihat dari sejarah dan          asal-usulnya, jelas penamaan ini keliru.</p>
<p>Tanggal 30 Mei 1619 dapat ditetapkan sebagai awal penjajahan Belanda di          bumi Nusantara, yang berakhir tanggal 9 Maret 1942, yaitu dengan resmi          menyerahnya Pemerintah India Belanda kepada Jepang di Kalijati, Subang,          Jawa Barat.</p>
<p><font color="#ff0000" size="4"><b>Legalisasi Perbudakan dimulai oleh VOC</b></font><br />
<img src="http://swaramuslim.com/galery/sejarah/img/era%20VOC/voc_slavery-1.jpg" align="right" border="0" height="198" hspace="5" width="150" />Perbudakan memang telah ada sebelum orang-orang Eropa datang ke Asia          Tenggara, namun di masa VOC, berdasarkan Bataviase Statuten          (Undang-Undang Batavia) tahun 1642, perbudak diresmikan dengan adanya          Undang-Undang Perbudakan.</p>
<p>Sebagian besar perbudakan terjadi di Jawa, namun budak-budak tersebut          berasal dari luar Jawa, yaitu para tawanan dari daerah-daerah yang          ditaklukkan Belanda, seperti dari pulau Banda tahun 1621, di mana 883          orang (176 orang mati dalam perjalanan) dibawa ke pulau Jawa dan dijual          sebagai budak.</p>
<p>Perdagangan budak di seluruh dunia memang telah terjadi sejak ribuan          tahun lalu, terutama di zaman Romawi. Yang diperdagangkan di pasar budak          adalah rakyat, serdadu, perwira dan bahkan bangsawan dari negara-negara          yang kalah perang dan kemudian dijual sebagai budak. Selama Perang          Salib/Sabil yang berlangsung sekitar 200 tahun, ratusan ribu orang dari          berbagai etnis yang ditawan, dijual sebagai budak sehingga membanjiri          pasar budak, dan mengakibatkan anjloknya harga budak waktu itu.</p>
<p><img src="http://swaramuslim.com/galery/sejarah/img/era%20VOC/voc_slavery-2.jpg" align="right" border="0" height="119" hspace="5" width="150" />Dari abad 15 sampai akhir abad 19, seiring dengan kolonialisme          negara-negara Eropa terhadap negara-negara atau wilayah yang mereka          duduki di Asia, Afrika dan Amerika, perdagangan budak menjadi sangat          marak, juga terutama untuk benua Amerika, di mana para penjajah          memerlukan tenaga kerja untuk menggarap lahan pertanian dan perkebunan.          Di Amerika Serikat –negara yang mengklaim sebagai sokoguru demokrasi-          perbudakan secara resmi baru dihapus tahun 1865, namun warga kulit hitam          masih harus menunggu seratus tahun lagi, sampai mereka memperoleh hak          memilih dan dipilih.</p>
<p><img src="http://www.socialistworker.co.uk/chimage.php?image=2007/2043/slaves_capture.jpg" align="left" height="169" hspace="5" width="200" />Di Afrika, Belanda memiliki 2 portal perdagangan budak. Satu di St.          George d’Elmina, Gold Coast (sekarang Ghana) dan satu lagi di Pulau          Goree, Senegal. Melalui kedua portal tersebut Belanda membawa          budak-budak yang mereka beli dari orang-orang Arab pedagang budak.          Pedagang-pedagang budak orang Arab bekerjasama dengan orang-orang Afrika          menculik warga Afrika dari desa-desa di pedalaman Afrika -tak pandang          bulu, laki-laki, perempuan dan anak-anak- dan kemudian menjual mereka          sebagai budak.</p>
<p>Selama kurun waktu lebih dari 300 tahun, berjuta-juta orang Afrika          diculik dan kemudian dijual sebagai budak. Sebelum dibawa dengan kapal          ke negara-negara tujuan pembeli, mereka disekap secara tidak manusiawi          dan berjejal-jejal –termasuk anak-anak dan perempuan- di          penjara-penjara, tanpa adanya sinar matahari, udara dan air bersih.          Biasanya sekitar 20% dari budak-budak tersebut mati di tengah jalan,          karena penyakit, mogok makan, siksaan atau bunuh diri, namun yang dibawa          ke benua Amerika, jumlah yang mati dalam perjalanan mencapai 40-50%.</p>
<p>Selain mengontrak orang-orang Eropa dan pribumi untuk menjadi serdadu di          dinas ketentaraan India-Belanda, juga terdapat pasukan yang terdiri dari          yang dinamakan Belanda Hitam (zwarte Nederlander), yaitu mantan budak          yang dibeli dari Afrika.</p>
<div align="center">
<table style="border-collapse:collapse;" id="AutoNumber16" bgcolor="#f9e4cc" border="1" cellpadding="3" cellspacing="0" width="95%">
<tr>
<td width="100%"><img src="http://www.lnsart.com/SlaveGroupWedweil.jpg" border="0" height="370" hspace="2" width="598" /><img src="http://wysinger.homestead.com/files/source2b.jpg" height="370" hspace="2" width="273" /><img src="http://wysinger.homestead.com/files/source2a.jpg" border="0" height="370" hspace="2" width="488" /><img src="http://wysinger.homestead.com/im333.jpg" height="370" hspace="2" width="523" /><img src="http://www.homestead.com/wysinger/74.jpg" height="370" hspace="2" width="542" /><a href="http://bp1.blogger.com/_JNlxgs6qm2M/Rgq-FI4pZvI/AAAAAAAAAOg/doexQhzAeY4/s1600-h/spanish+slave+trade.jpg" target="_blank"><img src="http://bp1.blogger.com/_JNlxgs6qm2M/Rgq-FI4pZvI/AAAAAAAAAOg/doexQhzAeY4/s320/spanish+slave+trade.jpg" border="0" height="370" width="308" /></a><img src="http://faculty.plattsburgh.edu/richard.robbins/legacy/first_slave_auction.jpg" alt="The First Slave Auction in New Amsterdam (NYC)" height="370" hspace="2" width="223" /></td>
</tr>
</table>
</div>
<p>Mulai tahun 1830, di Gold Coast (Ghana) Afrika Barat, Belanda membeli          budak-budak, dan melalui St George d’Elmina dibawa ke India Belanda          untuk dijadikan serdadu. Untuk setiap kepala, Belanda membayar f 100,-          kepada Raja Ashanti. Sampai tahun 1872, jumlah mereka mencapai 3.000          orang dan dikontrak untuk 12 tahun atau lebih. Berdasarkan          Nationaliteitsregelingen (Peraturan Kewarganegaraan), mereka masuk          kategori berkebangsaan Belanda, sehingga mereka dinamakan Belanda Hitam          (zwarte Nederlander). Karena mereka tidak mendapat kesulitan dengan          iklim di Indonesia, mereka menjadi tentara yang tangguh dan berharga          bagi Belanda, dan mereka menerima bayaran sama dengan tentara Belanda.          Namun dari gaji yang diterima, mereka harus mencicil uang tebusan          sebesar f 100,-. Memang orang Belanda tidak mau rugi, walaupun          orang-orang ini telah berjasa bagi Belanda dalam mempertahankan          kekuasaan mereka di India Belanda.</p>
<p>Sebagian besar dari mereka ditempatkan di <b>Purworejo</b>. Tahun 1950, tersisa          sekitar 60 keluarga Indo-Afrika yang dibawa ke Belanda dalam rangka          “repatriasi.”</p>
<p>Walaupun kekuasaan dari VOC berpindah kepada Pemerintah India-Belanda,          perdagangan budak berlangsung terus, dan hanya terhenti selama beberapa          tahun ketika Inggris berkuasa di India-Belanda (The British          inter-regnum). Perang koalisi di Eropa juga berpengaruh terhadap masalah          perbudakan di India-Belanda. Ketika Inggris menaklukkan Belanda dan          mengambil alih kekuasaan di India Belanda tahun 1811, pada tahun 1813          Letnan Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles melarang perdagangan          budak. Namun dengan adanya perjanjian perdamaian di Eropa, kembali          membawa perubahan di India Belanda di mana Belanda “menerima kembali”          India-Belanda dari tangan Inggris pada tahun 1816. Pada tahun itu juga          Pemerintah India Belanda memberlakukan kembali perdagangan budak.</p>
<p class="box">        <b>Tahun 1789 tercatat 36.942</b> budak di Batavia dan sekitarnya.<br />
<b>Tahun 1815 tercatat 23.239</b> budak, ketika di bawah kekuasaan Inggris.<br />
<b>Tahun 1828 tercatat 6.170</b> budak.<br />
<b>Tahun 1844 masih terdapat 1.365</b> budak di Batavia.</p>
<p>Dari data/tabel di bawah ini terlihat, bahwa antara tahun 1679 – 1699,          lebih dari 50% penduduk Batavia adalah budak (!).<br />
Tabel 1. Jumlah penduduk dan jumlah budak di berbagai pemukiman Belanda          di Samudra India akhir abad 17.<br />
(<font color="#ff0000"><b>Tabel 1 &amp; 2, lihat</b></font>:          <i><a href="http://www.historycoop.org/journals/jwh/14.2/vink.html">http://www.historycoop.org/journals/jwh/14.2/vink.html</a>         </i>)</p>
<p>Tabel 2. Jumlah budak VOC dan jumlah seluruh budak Belanda dengan          rata-rata jumlah perdagangan budak per tahun oleh Belanda, sekitar tahun          1688.<br />
Barulah pada 7 Mei 1859 dibuat Undang-Undang untuk menghapus perbudakan,          yang mulai berlaku pada 1 Januari 1860. Namun ini tidak segera          diberlakukan di seluruh wilayah India-Belanda. Di Bali pembebasan budak          baru berlangsung tahun 1877, dan di beberapa daerah lain masih lebih          belakang dari ini.</p>
<p>Di Belanda sendiri, perbudakan baru secara resmi dihapus pada 1 Juli          1863. Pada bulan Agustus 2001, dalam Konferensi internasional di Durban,          Afrika Selatan, baru beberapa negara Eropa secara resmi menyampaikan          permintaan maaf atas perbudakan tersebut, namun belum ada satupun negara          bekas penjajah yang memberi kompensasi.</p>
<p><b><font color="#ff0000" size="4">Pembantaian oleh Belanda di Pulau Banda. Hongi Tochten</font></b><br />
<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Jan_Pieterszoon_Coen.jpg" class="image" title="J.P. Coen">         <img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/da/Jan_Pieterszoon_Coen.jpg/180px-Jan_Pieterszoon_Coen.jpg" class="thumbimage" alt="J.P. Coen" align="right" border="0" height="200" hspace="5" width="150" /></a>Tidak lama setelah kedatangan mereka di Maluku, para pedagang Belanda          melakukan cara-cara yang kejam untuk menguasai wilayah yang sangat          banyak memberi kenuntungan bagi mereka, seperti yang dilakukan oleh          Gubernur Jenderal <b>         <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jan_Pieterszoon_Coen" target="_blank">Jan Pieterszoon Coen</a></b> <img src="http://swaramuslim.com/icon/link2.gif" border="0" height="10" hspace="2" width="10" /> terhadap          <b>pulau Banda</b> pada tahun          1621 (<i>lihat: Willard A. Hanna, “Indonesian Banda”, Colonialism and its          Altermath in the Nutmeg Islands, Yayasan Warisan dan Budaya Banda Neira,          Maluku, 1991, Reprint</i>),</p>
<p>Dari Batavia, dia membawa armada yang terdiri dari 13 kapal besar, tiga          kapal pengangkut perlengkapan serta 36 kapal kecil. Pasukannya terdiri          dari 1.655 orang Eropa (150 meninggal dalam perjalanan) dan diperkuat          dengan 250 orang dari garnisun di Banda. Ini adalah kekuatan terbesar          yang dikerahkan Belanda pada waktu itu ke wilayah Maluku, sehingga tidak          diragukan lagi keberhasilannya. 286 orang Jawa dijadikan pengayuh kapal.          Selain itu terdapat 80 – 100 pedagang Jepang; beberapa diantaranya          adalah pendekar Samurai yang kemudian berfungsi sebagai algojo pemenggal          kepala. Ini merupakan kerjasama pertama antara Belanda dan Jepang dalam          penjajahan di Indonesia.Dalam waktu singkat, perlawanan rakyat Banda dapat dipatahkan oleh          tentara Belanda. Penduduk kepulauan Banda yang tidak tewas, ditangkap          dan mereka yang tidak mau menyerah kepada Belanda, melompat dari tebing          yang curam di pantai sehingga tewas.</p>
<div align="center">
<table style="border-collapse:collapse;" id="AutoNumber15" bgcolor="#f9e4cc" border="1" cellpadding="3" cellspacing="0" width="85%">
<tr>
<td align="center"><img src="http://www.brown.edu/Departments/Anthropology/SIAP/SIAPImages/negotiating.JPG" align="bottom" border="0" height="188" width="225" /></td>
<td align="center"><font size="-1">               <img src="http://www.brown.edu/Departments/Anthropology/SIAP/SIAPImages/bandaclasses.JPG" align="bottom" border="0" height="188" width="280" /></font></td>
</tr>
<tr>
<td><i><font size="-1">Leaders of Banda meeting with Dutch                Traders, 1599</font></i></td>
<td><i><font size="-1">Social classes in Banda, c.1599. A. a                Turlish merchant with scales, B. a wealthy Bandanese man followed                by his slave, C. a wealthy Bandanese woman followed by her slave</font></i></td>
</tr>
</table>
</div>
<p align="center">         <img src="http://swaramuslim.com/galery/sejarah/img/era%20VOC/1621-banda_massacre-1b.jpg" style="border:1px dotted #ff0000;" border="0" height="314" width="450" /></p>
<p>Semua pimpinan rakyat Banda yang tidak mau bekerjasama dengan Belanda          dijatuhi hukuman mati yang segera dilaksanakan. Mengenai pelaksanaan          eksekusi terhadap pimpinan rakyat Banda pada 8 Mei 1621, Letnan (Laut)          <b>Nicholas van Waert</b> menulis antara lain:</p>
<p class="say">        <font face="Courier New"> <img src="http://swaramuslim.com/galery/sejarah/img/era%20VOC/1621-banda_massacre-1s.jpg" align="right" border="0" height="200" hspace="5" width="150" />“… Keempat puluh empat tawanan dibawa ke Benteng Nassau, delapan Orang          Kaya (pemuka adat di Banda) dipisahkan dari lainnya, yang dikumpulkan          seperti domba. Dengan tangan terikat, mereka dimasukkan ke dalam          kerangkeng dari bambu dan dijaga ketat. Mereka dituduh telah          berkonspirasi melawan Tuan Jenderal dan telah melanggar perjanjian          perdamaian.</font></p>
<p><font face="Courier New">Enam serdadu Jepang melaksanakan eksekusi dengan samurai mereka yang          tajam. Para pemimpin Banda dipenggal kepalanya kemudian tubuh mereka          dibelah empat. Setelah itu menyusul 36 orang lainnya, yang juga          dipenggal kepalanya dan tubuhnya dibelah empat. Eksekusi ini sangat          mengerikan untuk dilihat.</font></p>
<p><font face="Courier New">Semua tewas tanpa mengeluarkan suara apa pun,          kecuali satu orang yang berkata dalam bahasa Belanda “Tuan-tuan, apakah          kalian tidak mengenal belas kasihan”, yang ternyata tidak ada gunanya.</font></p>
<p><font face="Courier New">Kejadian yang sangat menakutkan itu membuat kami menjadi bisu. Kepala          dan bagian-bagian tubuh orang-orang Banda yang telah dipotong,          ditancapkan di ujung bambu dan dipertontonkan. Demikianlah kejadiannya:          Hanya Tuhan yang mengetahui siapa yang benar.</font></p>
<p><font face="Courier New">Kita semua, sebagai yang menyatakan beragama Kristen, dipenuhi rasa          kecemasan melihat bagaimana peristiwa ini berakhir, dan kami merasa          tidak sejahtera dengan hal ini ..”.</font><br />
Laporan ini dikutip oleh Willard A. Hanna dari “De Verovering der          Banda-Eilanden,” Bijdragen van het Koninklijke Institut voor de Taal-,          Land-, en Volkenkunde van Nederlandsch-Indie, Vol. II (1854), hlm. 173.          Laporan ini semula beredar secara anonim di Belanda, namun cendekiawan          Belanda yang terkenal, H.T. Colenbrander menghubungkan ini dengan salah          seorang perwira dari Gubernur Jenderal Coen, yaitu <b>Nicholas van Waert</b>          tersebut.</p>
<p>Para pengikut tokoh-tokoh Banda beserta seluruh keluarga mereka dibawa          dengan kapal ke Batavia untuk kemudian dijual sebagai budak. Jumlah          seluruh warga Banda yang dibawa ke Batavia adalah 883 orang terdiri dari          287 pria, 356 perempuan dan 240 anak-anak. 176 orang meninggal dalam          perjalanan. Banyak di antara mereka yang meninggal karena siksaan,          kelaparan atau penyakit.</p>
<p>Demikianlah <b>pembantaian massal pertama</b> yang dilakukan oleh Belanda di          Bumi Nusantara. Kekejaman Belanda tidak terbatas terhadap pribumi di          Maluku, melainkan juga terhadap para pesaing mereka, dalam hal ini          orang-orang Inggris. Persaingan antara Belanda dan Inggris untuk          menguasai rempah-rempah di Maluku mencapai puncaknya pada tahun 1623,          dua tahun setelah pembantaian rakyat Banda, di mana para pedagang          Inggris juga dibantai oleh serdadu bayaran VOC. Para pedagang Inggris          tersebut dibunuh secara kejam oleh Belanda; leher mereka disembelih          seperti anjing, sebagaimana diungkapkan oleh Laurens van der Post          (lihat: Laurens van der Post: “The Admiral&#8217;s Baby”, John Murray, London,          1996.):<br />
“<i>… It was on Ambon in 1623 that the Dutch slaughtered the English          traders they found there, cutting their throats like dogs …</i>”</p>
<p>Secara perlahan-lahan, Belanda menyingkirkan pesaing-pesaing perdagangan          mereka dari Eropa, yaitu <b>Portugis, Spanyol dan Inggris</b>, dan dengan          demikian berhasil memegang monopoli atas perdagangan rempah-rempah dari          wilayah Maluku ke Eropa. Para penguasa setempat yang tidak bersedia          memenuhi keinginan VOC disingkirkan dengan segala cara, dan kemudian          diganti dengan Raja, Sultan atau penguasa lain yang patuh kepada          Belanda. Dengan cara ini VOC dapat memaksa penguasa setempat untuk          membuat kebijakan dan peraturan yang sangat menguntungkan VOC, namun          merugikan rakyat setempat. Para penguasa boneka Belanda, disamping          memperoleh “<b>kekuasaan</b>”, juga mendapat keuntungan materi.Dengan mereka,          VOC membuat perjanjian yang dinamakan “<b>kontrak extirpatie</b>”, yaitu          menebang dan memusnahkan semua pohon cengkeh dan pala di wilayahnya, dan          tidak mengizinkan rakyat mereka untuk menanam kembali dan memelihara          pohon rempah-rempah tersebut. Sebagai imbalannya, para penguasa          memperoleh uang sebagai pengganti kerugian yang dinamakan          <b>recognitie-penningen</b>.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Gghaan.jpg" class="image" title="Mattheus de Haan">         <img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/8/8d/Gghaan.jpg/180px-Gghaan.jpg" class="thumbimage" alt="Mattheus de Haan" align="right" border="0" height="188" hspace="5" width="150" /></a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Durf.jpg" class="image" title="Diederik Durven"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/6/69/Durf.jpg/180px-Durf.jpg" class="thumbimage" alt="Diederik Durven" align="left" border="0" height="183" hspace="5" width="150" /></a>Di bawah Gubernur Jenderal          <b>Mattheus de Haan</b> (1725 – 1729) dan kemudian          dilanjutkan oleh <b>Diederik Durven</b> (1729 – dipecat tahun 1732) dilakukan          extirpartie secara besar-besaran, guna menjaga agar harga rempah-rempah          tetap tinggi. Untuk melaksanakan extirpatie tersebut, setiap tahun VOC          melakukan pelayaran hongi atau “<font color="#ff0000"><b>Hongi tochten</b></font>”, yaitu armada yang          terdiri dari sejumlah kora-kora, kapal tradisional Ternate-Tidore.</p>
<p>Menurut catatan statistik Kompeni, sebagai hasil extirpatie dari Hongi          tochten yang hanya berlangsung satu tahun, yaitu dari 10 Desember 1728          sampai 17 Desember 1729 telah dimusnahkan lebih dari 96.000 pohon dan          dari 14 Juli 1731 sampai 27 Juli 1732 telah habis dimusnahkan 117.000          pohon rempah-rempah di Pulau-Pulau Makian, Moti, Weda, Maba dan Ternate.</p>
<div align="center">
<table style="border-collapse:collapse;" id="AutoNumber17" bgcolor="#f9e4cc" border="1" cellpadding="5" cellspacing="0">
<tr>
<td width="100%"><img src="http://www.geocities.com/nedindie/hongi.jpg" height="281" width="391" /><br />
<b>pelayaran hongi atau “</b><font color="#ff0000"><b>Hongi tochten</b></font></td>
</tr>
</table>
</div>
<p><b><font color="#ff0000" size="4">Pembantaian Etnis (Genocide) Tionghoa di Batavia</font></b><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:GGValkenier.jpg" class="image" title="250pxright">         <img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/d/d6/GGValkenier.jpg/180px-GGValkenier.jpg" class="thumbimage" alt="250pxright" align="right" border="0" height="191" hspace="5" width="150" /></a>Kekejaman bangsa Belanda tidak hanya dirasakan oleh rakyat jajahannya          atau pesaing-pesaing mereka dari Eropa saja, melainkan juga dirasakan          oleh etnis Tionghoa yang ada di Batavia, sebagaimana dilakukan oleh          <b>Adriaen Valckenier</b>, yang menjadi Gubernur Jenderal India Belanda dari          tahun 1737 &#8211; 1741. Selain melanjutkan budaya korupsi dan penindasan          serta eksploitasi rakyat jajahannya, Valckenier juga menilai,          peningkatan yang sangat pesat jumlah orang Tionghoa yang ada di Batavia          telah menjadi ancaman bagi orang Belanda.</p>
<p>Sebenarnya pada mulanya Belanda mendatangkan orang-orang Tionghoa dari          Tiongkok ke India Belanda terutama untuk menjadi kuli di perkebunan.          Namun banyak dari mereka yang berhasil menjadi pedagang, pengusaha dan          rentenir uang, dengan kedudukan sebagai lapisan menengah yang berfungsi          sebagai perantara antara orang Eropa dan pribumi.</p>
<p>Sekitar tahun 1690, penguasa VOC mencoba mulai membatasi masuknya orang          Tionghoa ke Batavia/Jawa, namun tidak berhasil, karena adanya kolusi          antara para pengusaha yang terus mendatangkan kuli dari Tiongkok dan          pejabat administrasi VOC yang menerima suap. Para pengusaha Belanda juga          memperoleh manfaat dengan adanya kuli murah, rajin dan patuh,          dibandingkan dengan pribumi yang sering membangkang, melawan dan bahkan          melakukan pemberontakan.</p>
<p>Namun, lama kelamaan jumlah mereka semakin meningkat dan mencapai          puluhan ribu orang, dan menjelang tahun 1740, separuh penduduk di          Batavia dan sekitarnya adalah orang Tionghoa. Mereka juga telah          menguasai berbagai bidang ekonomi dan usaha, yang menjadi ancaman bagi          orang-orang Belanda dan Eropa lainnya, karena dengan adanya pesaing          etnis Tionghoa, keuntungan mereka menjadi sangat berkurang. Salah satu          bidang usaha yang dikuasai oleh etnis Tionghoa adalah perkebunan tebu di          sekitar Batavia.</p>
<p>Tahun 1740, pasar gula mengalami kemerosotan karena selain adanya          persaingan dari Brasilia yang menjual gula lebih murah, juga pasar di          Eropa telah jenuh. Puluhan pedagang gula mengalami kebangkrutan dan          harus memberhentikan kuli-kuli mereka dari Tiongkok. Pengangguran          besar-besaran yang mendadak ini memunculkan kelompok-kelompok yang          menjurus kepada gang (komplotan) kriminal. Gang-gang tersebut juga tidak          segan-segan untuk melakukan tindak kekerasan, sehingga menimbulkan          keresahan di kalangan orang-orang Belanda dan Eropa lainnya.</p>
<p>Para penguasa VOC kemudian mulai mengambil langkah-langkah untuk          mengatasi hal ini, dengan mendeportasi kuli-kuli dari Tiongkok tersebut          ke Ceylon dan Afrika Selatan, yang juga koloni VOC waktu itu. Deportasi          dengan kapal laut ini dimulai pada bulan Juli 1740. Tak lama setelah          dimulainya deportasi kuli-kuli Tionghoa ke Ceylon, muncul desas-desus,          bahwa kuli-kuli itu dibunuh dan kemudian dilemparkan ke laut. Terpancing          dengan isu tersebut, banyak kuli Tionghoa mempersenjatai diri mereka dan          mulai mengadakan perlawanan, dan bahkan merencanakan akan menyerang          Batavia. Tanggal 8 Oktober malam, suasana di Batavia sangat mencekam,          karena diberitakan, bahwa orang-orang Tionghoa di dalam kota Batavia          akan bergabung dengan warga Tionghoa dari sekitar Batavia.</p>
<p>Pada 9 Oktober 1740 Gubernur Jenderal Valckenier mengeluarkan perintah          untuk menggeledah 5.000 keluarga Tionghoa yang tinggal di lingkungan          benteng Batavia dan sekitarnya. Namun yang terjadi dalam 3 hari kemudian          adalah pembantaian terhadap semua orang Tionghoa di Batavia. Setiap          orang Tionghoa yang ditemui langsung dibunuh, dan bahkan yang berada di          rumah sakit juga dibantai (lihat: Vermeulen, J.Th., De Chineezen          Turbulenten te Batavia, 1938).</p>
<p><b>Georg Bernhard Schwarz</b>, seorang Jerman yang berasal dari Remstal, dekat          Stuttgart, Jerman, pada 1751 dalam tulisan yang diterbitkan di          Heilbronn, Jerman, dengan judul “<b>Merkwürdigkeiten</b>” menuturkan          pengalamannya ketika ia ikut dalam pembantaian etnis Tionghoa di          Batavia. Ia menuliskan, bahwa ia membunuh orang Tionghoa beserta seluruh          keluarganya di Batavia, yang adalah tetangganya sendiri, walaupun mereka          sebenarnya adalah kenalan baik dan tidak mempunyai masalah pribadi satu          dengan lainnya. (<i>lihat: Seemann, Heinrich, Spuren einer Freundschaft.          Deutsch – Indonesische Beziehungen vom 16. bis 19. Jahrhundert. Cipta          Loka Caraka, Jakarta, 2000</i>).</p>
<p><img src="http://swaramuslim.com/images/uploads/sejarah_islam/wali05a-sunankalijaga.jpg" align="right" border="0" height="249" hspace="5" width="200" />Diperkirakan sekitar 24.000 orang etnis Tionghoa yang tewas dibantai          oleh orang-orang Belanda dan Eropa lainnya pada bulan Oktober 1740. Dari          sisa yang hidup, banyak yang melarikan diri ke Jawa Tengah dan bergabung          dengan kelompok pemberontak di bawah pimpinan <b>Raden Mas Said</b>. Mereka          kemudian menyerang pos pertahanan Belanda di Semarang dan Rembang.          Sebagian lagi melarikan diri ke Kalimantan Barat.</p>
<p>Ini merupakan pembantaian etnis (genocide) terbesar pada waktu itu, dan          ketika berita ini sampai di Eropa, <font color="#ff0000"><b>hal ini sangat memalukan bangsa          Belanda yang bertepuk dada sebagai penganut ajaran Kristen yang taat</b></font>,          namun bukan saja melakukan perbudakan, melainkan juga pembantaian etnis          secara massal. Gubernur Jenderal Valckenier dan Wakil Gubernur Jenderal          <b>Baron von Imhoff</b> saling menyalahkan atas terjadinya genocide tersebut.          Valckenier sendiri kemudian dipanggil pulang dan meninggal ketika dalam          tahanan. Setelah Valckenier dipanggil pulang tahun 1741, jabatan          Gubernur Jendral untuk sementara dipegang oleh <b>Johannes Thedens</b>, sebelum          diganti oleh <b>Gustaf Wilhelm Baron van Imhoff</b> (1743 – 1750), yang adalah          orang Jerman.</p>
<p>Masalah pembantaian etnis Tionghoa yang sangat mencoreng          wajah Belanda, berhasil ditutup-tutupi dan kemudian hilang begitu saja.          Tak ada satu orang pun dari pelaku pembantaian yang dimajukan ke          pengadilan.</p>
<p>Di Den Haag, Belanda, sejak Januari 2003 International Criminal Court &#8211;          ICC (Pengadilan Kejahatan Internasional) memulai kegiatannya, dan Menlu          Belanda waktu itu, van Aartsen menyatakan, bahwa dengan demikian “<b>Den          Haag is the capital of international justice</b>.” (Den Haag adalah pusat          keadilan dunia), karena sebelumnya di Den Haag juga terdapat          <b>Intenational Court of Justice</b>. Dalam Statuta Roma yang menjadi landasan          dari ICC disebutkan, bahwa kejahatan tertinggi adalah pembantaian etnis          (genocide), dan setelah itu, kejahatan terbesar kedua adalah Kejahatan          Atas Kemanusiaan (crimes against humanity).</p>
<p>Ironis sekali, bahwa di negara yang telah melakukan kejahatan terbesar,          genocide, dan kejahatan atas kemanusiaan, yaitu perbudakan, pembantaian          massal seperti di Sulawesi Selatan dan Rawagede, menjadi tempat          kedudukan lembaga-lembaga peradilan internasional, dan Menlunya bertepuk          dada, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa di masa lalu. Satu bangsa          yang mengalami amnesia dan pengingkaran kolektif!</p>
<p><b><font color="#ff0000" size="4">Runtuhnya VOC. Penjajahan Pemerintah India-Belanda</font></b><br />
Sejak tahun 1780-an terjadi peningkatan biaya dan menurunnya hasil          penjualan, yang menyebabkan kerugian perusahaan dagang tersebut. Hal ini          disebabkan oleh korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan oleh para          pegawai VOC di Asia Tenggara, dari pejabat rendah hingga pejabat tinggi,          termasuk para residen. Misalnya beberapa residen Belanda memaksa rakyat          untuk menyerahkan hasil produksi kepada mereka dengan harga yang sangat          rendah, dan kemudian dijual lagi kepada VOC melalui kenalan atau          kerabatnya yang menjadi pejabat VOC dengan harga yang sangat tinggi.</p>
<p>Karena korupsi, lemahnya pengawasan administrasi dan kemudian konflik          dengan pemerintah Belanda sehubungan dengan makin berkurangnya          keuntungan yang ditransfer ke Belanda karena dikorupsi oleh para pegawai          VOC di berbagai wilayah, maka kontrak VOC yang jatuh tempo pada 31          Desember 1979 tidak diperpanjang lagi dan secara resmi dibubarkan tahun          1799. Setelah dibubarkan, plesetan VOC menjadi <b>Vergaan Onder Corruptie</b>          (Hancur karena korupsi).</p>
<p>Setelah VOC dibubarkan, daerah-daerah yang telah menjadi kekuasaan VOC,          diambil alih –termasuk utang VOC sebesar 134 juta gulden- oleh          Pemerintah Belanda, sehingga dengan demikian politik kolonial resmi          ditangani sendiri oleh Pemerintah Belanda. Yang menjalankan politik          imperialisme secara sistematis, dengan tujuan menguasai seluruh wilayah,          yang kemudian dijadikan sebagai daerah otonomi yang dinamakan          India-Belanda (<b>Nederlands-Indië</b>) di bawah pimpinan seorang Gubernur          Jenderal.</p>
<p>Gubernur Jenderal VOC terakhir, <b>Pieter Gerardus van Overstraten</b> (1797 –          1799), menjadi Gubernur Jenderal Pemerintah India-Belanda pertama (1800          – 1801).</td>
</tr>
<tr>
<td width="100%">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="100%"><font face="Courier New">Pada 20 Mei 2005, <b>KOMITE UTANG KEHORMATAN BELANDA</b> (KUKB) menuntut         Pe­me­rintah Belanda untuk:</font></p>
<ol>
<li><font face="Courier New">Mengakui Kemer­dekaan Repu­blik Indo­nesia 17 Agustus 1945; dan<br />
</font></li>
<li><font face="Courier New">II. Meminta Maaf Ke­pa­da Bangsa Indonesia atas Pen­jajahan, Perbudakan,          Pe­lang­ga­ran HAM Berat dan Kejahatan Atas Kemanusiaan.</font></li>
</ol>
<p><font face="Courier New">Bagi yang mendukung petisi ter­sebut melalui internet          (petition-on­line), silakan mengisi nama da­lam daftar petisi.<br />
Klik: <a href="http://www.petitiononline.com/brh41244/petition.html">http://www.PetitionOnline.com/brh41244/petition.html</a></font></p>
<p><font face="Courier New">Lalu Klik: Sign the petition,<br />
Lalu klik: Preview your signature,<br />
Terakhir klik: Approve signature dan selesai. (Email Anda tidak muncul          pada display).</font></td>
</tr>
<tr>
<td width="100%">
<div align="center">
<table style="border-collapse:collapse;" id="AutoNumber18" bgcolor="#f9e4cc" border="1" cellpadding="4" cellspacing="0">
<tr>
<td align="center" width="100%"><b>               <span style="font-size:10pt;">               <img src="http://www.kukb.nl/id/images/stories/mannelijke%20overlevenden%20en%20weduwen%20rawagede.jpg" alt="Image" border="0" height="300" hspace="2" width="399" /></span></b></td>
</tr>
<tr>
<td align="center" width="100%">http://www.kukb.nl/id/</td>
</tr>
</table>
</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="100%">&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td width="100%">
<ol>
<li>           <a href="http://batarahutagalung.blogspot.com/2006/10/voc-verenigde-oost-indische-compagnie.html">           http://batarahutagalung.blogspot.com/2006/10/voc-verenigde-oost-indische-compagnie.html</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/VOC">           http://id.wikipedia.org/wiki/VOC</a></li>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dutch_East_India_Company">           http://en.wikipedia.org/wiki/Dutch_East_India_Company</a></li>
<li><a href="http://voc-kenniscentrum.nl/">           http://voc-kenniscentrum.nl/</a></li>
<li><a href="http://www.engelfriet.net/Alie/Aad/liefde.htm">           http://www.engelfriet.net/Alie/Aad/liefde.htm</a></li>
<li><a href="http://www.geocities.com/nedindie/">           http://www.geocities.com/nedindie/</a></li>
<li><a href="http://www.nedindie.nl/">http://www.nedindie.nl/</a></li>
<li>           <a href="http://members.tripod.com/alifuru/jakarta/ts_sbatavia.htm">           http://members.tripod.com/alifuru/jakarta/ts_sbatavia.htm</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti_Kebon_Kopi">           http://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti_Kebon_Kopi</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara">           http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara</a></li>
<li>Slavery : <a href="http://www.youngmessengerrzz.com/id135.html">           http://www.youngmessengerrzz.com/id135.html</a></li>
</ol>
</td>
</tr>
</table>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antipemurtadan.wordpress.com/261/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antipemurtadan.wordpress.com/261/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antipemurtadan.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antipemurtadan.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antipemurtadan.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antipemurtadan.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antipemurtadan.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antipemurtadan.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antipemurtadan.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antipemurtadan.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antipemurtadan.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antipemurtadan.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=261&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/03/13/vereenigde-oostindische-compagnie-voc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8990f008c25e98358bb39798afa8fdd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antimurtad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/03/mannelijke-overlevenden-en-weduwen-rawagede.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mannelijke-overlevenden-en-weduwen-rawagede.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/nedindie/vascodagama.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://swaramuslim.com/icon/link2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8c/Cornelis_de_Houtman.jpg/180px-Cornelis_de_Houtman.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Potret de Houtman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.com/icon/link2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://home.iae.nl/users/arcengel/NedIndie/banten2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Op de rede van Banten</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gimonca.com/sejarah/banten.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.engelfriet.net/Alie/Aad/bantamhoutman.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bantamhoutman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.engelfriet.net/Alie/Aad/bantam1596.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bantam1596</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gimonca.com/sejarah/houtman.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/21/VOC-Amsterdam.svg/150px-VOC-Amsterdam.svg.png" medium="image">
			<media:title type="html">Logo Kamar Dagang VOC di Amsterdam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/65/Pieterboth.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pieter Both</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.com/icon/link2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://swaramuslim.com/icon/link2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/34/AmboynaFort1655.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/f/f0/Batavia333.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/5/5c/Prasasti_tugu.jpg/180px-Prasasti_tugu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Prasasti Tugu di Museum Nasional</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.com/icon/link2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/bd/Afonso_de_Albuquerque_2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Afonso de Albuquerque</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.com/icon/link2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://members.tripod.com/alifuru/jakarta/perahu.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.gedungdua8.com/calendar/kine28/layarpendek/images/old_jakarta2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.wga.hu/detail/b/beeckman/batavia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Click!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.antique-prints.de/shop/Media/Shop/batavia,%20jakarta.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.nla.gov.au/exhibitions/georgeraper/biography/images/batavia.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://memo.malmberg.nl/secure/leerling/lesmateriaal/opdracht/VOC2/images/batavia.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://members.tripod.com/alifuru/jakarta/lisbon.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://members.tripod.com/alifuru/jakarta/petanew.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://img244.imageshack.us/img244/1251/railwaystationsquarejakartakota1937mt6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img244.imageshack.us/img244/3835/fatahilah3it2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fatahilah_3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.ozzie.web.id/kota/kota6.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://img244.imageshack.us/img244/3148/beos1previewzy9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">beos_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img244.imageshack.us/img244/5032/beos2previewqk9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">beos_2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img244.imageshack.us/img244/6982/nederlandschpreviewpd8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nederlandsch</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.com/galery/sejarah/img/daerah/batavia-01b.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://swaramuslim.com/galery/sejarah/img/era%20VOC/voc_slavery-1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://swaramuslim.com/galery/sejarah/img/era%20VOC/voc_slavery-2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.socialistworker.co.uk/chimage.php?image=2007/2043/slaves_capture.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lnsart.com/SlaveGroupWedweil.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://wysinger.homestead.com/files/source2b.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://wysinger.homestead.com/files/source2a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://wysinger.homestead.com/im333.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.homestead.com/wysinger/74.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_JNlxgs6qm2M/Rgq-FI4pZvI/AAAAAAAAAOg/doexQhzAeY4/s320/spanish+slave+trade.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://faculty.plattsburgh.edu/richard.robbins/legacy/first_slave_auction.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The First Slave Auction in New Amsterdam (NYC)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/da/Jan_Pieterszoon_Coen.jpg/180px-Jan_Pieterszoon_Coen.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">J.P. Coen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.com/icon/link2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.brown.edu/Departments/Anthropology/SIAP/SIAPImages/negotiating.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.brown.edu/Departments/Anthropology/SIAP/SIAPImages/bandaclasses.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://swaramuslim.com/galery/sejarah/img/era%20VOC/1621-banda_massacre-1b.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://swaramuslim.com/galery/sejarah/img/era%20VOC/1621-banda_massacre-1s.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/8/8d/Gghaan.jpg/180px-Gghaan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mattheus de Haan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/6/69/Durf.jpg/180px-Durf.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Diederik Durven</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/nedindie/hongi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/d/d6/GGValkenier.jpg/180px-GGValkenier.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">250pxright</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swaramuslim.com/images/uploads/sejarah_islam/wali05a-sunankalijaga.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kukb.nl/id/images/stories/mannelijke%20overlevenden%20en%20weduwen%20rawagede.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daud Beureueh : Membangun Negara di Atas Gunung</title>
		<link>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/02/21/daud-beureueh-membangun-negara-di-atas-gunung/</link>
		<comments>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/02/21/daud-beureueh-membangun-negara-di-atas-gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 11:01:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antimurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[HISTORY]]></category>
		<category><![CDATA[Daud Beureueh : Membangun Negara di Atas Gunung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/02/21/daud-beureueh-membangun-negara-di-atas-gunung/</guid>
		<description><![CDATA[“Wallah,      billah, daerah Aceh nanti akan diberi hak untuk menyusun rumah tangganya      sendiri sesuai syari’at Islam. Akan saya pergunakan pengaruh saya agar      rakyat Aceh benar-benar dapat melaksanakan syari’at Islam. Apakah Kakak      masih ragu?”
Kata-kata di atas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=190&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/02/teungku_daud_beureueh1.jpg" alt="teungku_daud_beureueh1.jpg" align="left" />“<i><b>Wallah,      billah, daerah Aceh nanti akan diberi hak untuk menyusun rumah tangganya      sendiri sesuai syari’at Islam. Akan saya pergunakan pengaruh saya agar      rakyat Aceh benar-benar dapat melaksanakan syari’at Islam. Apakah Kakak      masih ragu?</b></i>”</p>
<p>Kata-kata di atas diucapkan oleh Soekarno sambil terisak di bahu seseorang      yang ia panggil Kakak. Sang kakak, tidak lain adalah Daud Beureueh.      Akhirnya, berbekal iba dan isak tangis, Soekarno berhasil meluluhkan hati      sang Abu Jihad, demikian panggilan Daud Beureueh.<span id="more-190"></span></p>
<p>Soekarno mengucapkan janjinya untuk meyakinkan Daud Beureueh, bahwa jika      Aceh bersedia membantu perjuangan kemerdekaan, syari’at Islam akan      diterapkan di tanah Rencong ini. Maka urung niat Daud Beureu’eh meminta      perjanjian hitam di atas putih.</p>
<p>Tapi ternyata janji tinggal janji, penerapan syariat Islam di Aceh pun      tinggal mimpi. Air mata yang diteteskan Soekarno ternyata hanya pelengkap      sandiwara.</p>
<p>Siapakah Daud Beureueh? Ia adalah cikal bakal semua gerakan kemederkaan      Aceh. Lahir 17 September 1899, dengan nama asli Muhammad Daud di sebuah      dusun kecil bernama Beureu’eh di Aceh Pidie. Nama dusun itulah yang kelak      yang lebih dikenal sebagai namanya. la bukan dari kalangan bangsawan Aceh      yang bergelar Teuku, ia seorang rakyat biasanya saja. Gelar Tengku di depan      namanya menandakan ia termasuk salah seorang yang diperhitungkan sebagai      ulama di masyarakat sekitarnya. Selain Abu Jihad, orang-orang di sekitarnya      biasa memangilnya dengan sebutan Abu Daud atau Abu Beureueh.</p>
<p>Pada zamannya, Daud Beureueh dikenal sebagai seorang ulama yang tegas dan      keras pendiriannya. la tak segan-segan menjatuhkan vonis haram atau kafir      bagi setiap orang yang telah melanggar aturan agama. Menurut beberapa      catatan dan keterangan orang-orang yang dekat dengan Abu Daud, ia termasuk      salah seorang yang buta huruf (tapi akhimya ia bisa juga baca dan tulis      huruf latin). Ia hanya bisa membaca aksara Arab. Tapi jangan ditanya soal      kemampuannya dalam masalah agama dan siasat perang.</p>
<p>Pendidikan yang ia jalani adalah pendidikan dari beberapa pesantren di      daerahnya. Beberapa pesantren yang pernah menempa tokoh yang satu ini adalah      Pesantren Titeue dan Pesantren Leumbeue. Kedua pesantren itu terkenal      sebagai “pabrik” yang melahirkan pribadi-pribadi dengan militansi tinggi di      bumi Serambi Makkah.</p>
<p>Abu Daud terkenal sebagai orator dan seorang yang pemurah hati.      Kepeduliannya pada pendidikan rakyat Aceh pun sangat tinggi. Kepedulian pada      pendidikan itu pula yang membuatnya pada tahun 1930 mendirikan Madrasah      Sa’adah Adabiyah, di Sigli.</p>
<p>Sembilan tahun kemudian, bersama seorang sahabatnya, Daud Beureueh      mendirikan sebuah organisasi sebagai wadah para ulama Aceh. Persatuan Ulama      Seluruh Aceh (PUSA), begitu ia memberi nama organisasi tersebut. PUSA inilah      yang kelak menjadi motor perjuangan melawan penjajah Belanda.</p>
<p>Selain itu, PUSA didirikan untuk mempersatukan visi para ulama Aceh terhadap      syariat Islam dan memperbaiki program-program sekolah agama di Aceh. Meski      pada awalnya didirikan dengan latar keagamaan, tak urung PUSA akhirnya      dimusuhi Belanda. Itu semua karena gerakan PUSA berhasil mencerdaskan rakyat      Aceh dan menanamkan semangat jihad yang tinggi untuk melawan penjajah. Hal      ini menjadikannya sebagai tokoh PUSA yang paling diincar oleh pemerintah      kolonial Belanda. Pengejaran yang dilakukan Belanda itulah yang membuat PUSA      menjadi gerakan bawah tanah.</p>
<p>Kabar kemerdekaan yang diproklamirkan oleh Soekarno dan Hatta, terlambat      sampai di Aceh. Kabar merdeka baru diterima pada 15 Oktober1945. Mendengar      kemerdekaan yang sudah mutlak, semangat perjuangan Abu Daud kian meledak.      “Aceh juga harus merdeka,” pekiknya membangkitkan semangat mengusir Belanda      yang berada di Aceh. Segera ia serukan lewat seluruh ulama di Aceh agar      rakyat Aceh mendukung Soekarno. Namun seperti tertulis di atas, air susu      dibalas air tuba.</p>
<p>Selain dukungan untuk Soekarno, masih banyak lagi sumbangsih rakyat Aceh      yang nota bene salah satu hasil perjuangan Daud Beureueh. Sumbangsih tanda      kasih pada Rl itu antara lain adalah saat ibukota Rl masih di Yogyakarta.      Ketika kota itu diduduki dan Soekarna-Hatta ditawan Belanda dalam Agresi      Militer II, tanpa dikomando, rakyat Aceh membangun dua pemancar radio untuk      berkomunikasi dengan dunia luar yang terputus akibat aksi itu.</p>
<p>Begitu juga saat PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) yang      berkedudukan di Bukittingi dipindahkan ke Kutaraja. Rakyat Aceh menanggung      seluruh biaya “akomodasi” pemerintahan darurat. Daftar sumbangsih rakyat      Aceh untuk Rl akan semakin panjang jika kita masih mau mencari. Sebut saja      cikal bakal penerbangan Indonesia. Rakyat Aceh-lah yang memulai dengan      pesawat terbang Seulawah I dan II yang disumbangkan untuk Rl. Namun,      tuntutan untuk hidup di bawah syariat Islam belum juga terwujud. Bahkan      rakyat Aceh cenderung menjadi “anak tiri” Rl, ketika Soekarno membubarkan      Provinsi Aceh dan melebumya menjadi bagian dari Sumatera Utara.</p>
<p>Tentu saja hal itu menimbulkan kemarahan rakyat Aceh. Daud Beureueh yang      menjadi gubernur pertama Aceh, berkata lantang di atas mimbar, “Apabila      tuntutan Provinsi Aceh tidak dipenuhi, kita pergi kegunung untuk membangun      negara dengan cara kita sendiri.”</p>
<p>Puncaknya pada 21 September 1953, ia memimpin dan memproklamirkan bahwa Aceh      bagian dari Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Hal itu tidak      lebih dari respon atas penindasan dan kekecewaan yang telah menggunung pada      pemerintah Rl, lebih-lebih pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo.</p>
<p>Untuk meredakan aksi tersebut, pemerintah mengirim M. Natsir ke Aceh, dengan      disepakatinya tuntutan rakyat Aceh dan diberikannya otonomi untuk Aceh.      Namun masa tenang itu tak berlangsung lama. Penangkapan-penangkapan yang      dilakukan pada anggota DI/TII terus berlanjut karena isu-isu rapat rahasia      antara Daud Beureueh dengan Kartosoewiryo.</p>
<p>Banyak orang menyebut Daud Beureueh sebagai pemberontak. Pemberontakkah ia,      jika setelah sekian lama memberikan baktinya tapi malah dera derita untuk      Aceh yang diterimanya?</p>
<p>[swaramuslim]</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antipemurtadan.wordpress.com/190/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antipemurtadan.wordpress.com/190/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antipemurtadan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antipemurtadan.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antipemurtadan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antipemurtadan.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antipemurtadan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antipemurtadan.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antipemurtadan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antipemurtadan.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antipemurtadan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antipemurtadan.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=190&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/02/21/daud-beureueh-membangun-negara-di-atas-gunung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8990f008c25e98358bb39798afa8fdd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antimurtad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/02/teungku_daud_beureueh1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">teungku_daud_beureueh1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hutang Bangsa Indonesia Pada Pesantren</title>
		<link>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/02/21/hutang-bangsa-indonesia-pada-pesantren/</link>
		<comments>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/02/21/hutang-bangsa-indonesia-pada-pesantren/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 10:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antimurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[HISTORY]]></category>
		<category><![CDATA[Hutang Bangsa Indonesia Pada Pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antipemurtadan.wordpress.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Pada periode awal pembangunan negara ini telah terjadi perdebatan sengit      antara Dr.Sutomo dengan S.T.Alisyahbana tentang arah pembangunan negara      Republik Indonesia. Bagi yang pertama negara ini hanya dapat dibangun      berdasarkan khazanah budaya bangsa ini, sedang bagi yang kedua negara ini  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=186&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/02/w-hamidfahmi.jpg" alt="w-hamidfahmi.jpg" align="left" />Pada periode awal pembangunan negara ini telah terjadi perdebatan sengit      antara Dr.Sutomo dengan S.T.Alisyahbana tentang arah pembangunan negara      Republik Indonesia. Bagi yang pertama negara ini hanya dapat dibangun      berdasarkan khazanah budaya bangsa ini, sedang bagi yang kedua negara ini      dapat maju hanya dengan meniru sepenuhnya budaya Barat. Yang pertama      membanggakan pendidikan pesantren yang kedua mengagungkan pendidikan sekuler      ala Barat, dengan argumentasi masing-masing.<span id="more-186"></span></p>
<p>Meskipun argumentasi Dr.Sutomo      cukup kuat dan rasional, namun pemikiran S.T.Alisyahbana sejatinya mewakili      arus pemikiran para pengambil kebijakan kependidikan saat itu. Yang menarik      di sini bukan argumentasi mereka masing-masing, tapi implikasi bahwa usaha      meletakkan pendidikan pesantren sebagai rival pendidikan sekuler Barat      memang telah lama wujud.</p>
<p>Memang pondok atau pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang selalu      berhadapan secara vis a vis dengan pendidikan sekuler yang dibawa oleh      penjajah. Bukan hanya itu, keberadaannya sejak awal telah menunjukkan      anti-penjajah dan mendukung kemerdekaan negara Republik Indonesia. Tak pelak      lagi ia kemudian sangat dicurigai penjajah. Anehnya setelah negara Indonesia      merdeka, pesantren juga dicurigai anti pemerintah dan menjadi sarang      “komando jihad”. Kini pesantren kembali dicurigai sebagai sarang teroris.      Apa sebenarnya substansi pendidikan Pesantren? dan bagaimanakah ia memainkan      peranannya dalam lintasan sejarah bangsa ini?</p>
<p><b>Substansi Pesantren</b><br />
Hakikatnya pendidikan pesantren tidak lepas dari Islam, dan pendidikan      pesantren bermula tidak lama setelah Islam masuk ke Indonesia. Alasannya      sangat sederhana. Islam, sebagai agama dakwah, disebarkan secara efektif      melalui proses transmisi ilmu dari ulama ke masyarakat (tarbiyah wa ta’lim,      atau ta’dib). Proses ini di Indonesia berlangsung melalui pesantren. Hal ini      dapat dibuktikan di antaranya dari metode pembelajaran di pesantren. Metode      sam’ (audit, menyimak), metode syarh (penjelasan ulama) dengan secara      halaqah, metode tahfiz (hafalan) dll, yang terdapat terdapat di pesantren      berasal dari tradisi intelektual Islam.</p>
<p>Hanya saja istilah yang digunakan untuk sistim ini tidak sepenuhnya merujuk      kepada kata bahasa Arab. Sebutan untuk pelajar yang mencari ilmu bukan murid      seperti dalam tradisi sufi, atau thalib atau tilmidh seperti dalam bahasa      Arab, tapi santri yang berasal dari bahasa sanskrit (san= orang baik; tra=      suka menolong). Lembaga tempat belajar itupun kemudian mengikuti akar kata      santri dan menjadi pe-santri-an atau “pesantren”. Di Sumatera pesantren di      sebut rangkang atau meunasah atau surau. Ini menunjukkan pendekatan dakwah      para ulama yang permisif terhadap tradisi lokal. Di Malaysia dan Thailand      lembaga ini dikenal dengan nama pondok, merujuk kepada bahasa Arab funduk      yang berarti hotel atau penginapan yang maksudnya asrama. Jadi meskipun      istilah “pesantren” tidak memiliki akar kata dari tradisi Islam, tapi      substansi pendidikannya tetap Islam.</p>
<p>Keberadaan kiai atau ulama sebagai tokoh otoritatif, peserta didik, asrama      dan sarana pendidikan, pendidikan agama Islam dan masjid sebagai pusat      kegiatan kependidikan adalah unsur-unsur penting pendidikan pesantren yang      sejatinya adalah juga unsur pendidikan Islam. Keempat unsur yang melingkupi      santri ini dapat dianggap sebagai catur-pusat pendidikan. Ini lebih lengkap      dibanding tri-pusat pendidikan (sekolah, masyarakat, keluarga), yang      terdapat pada sistem sekolah pada pendidikan umum.</p>
<p>Karakter pendidikan pesantren adalah menyeluruh. Artinya seluruh potensi      pikir dan zikir, rasa dan karsa, jiwa dan raga dikembangkan melalui berbagai      media pendidikan yang terbentuk dalam suatu komunitas yang sengaja didesain      secara integral untuk tujuan pendidikan. Di dalam sistem sekolah pusat-pusat      pendidikannya terpisah-pisah dan hampir tidak saling berhubungan. Di dalam      kelas atau di masjid para santri diajar ilmu pengetahuan kognitif, dan di      luar itu ia memperoleh bimbingan serta menyaksikan suri tauladan dari kiai      atau gurunya serta kawan-kawannya. Jadi kehidupan di dalam pondok sudah      merupakan pelajaran penting bagi santri seperti yang diajarkan oleh Islam      itu sendiri. Doktrin tentang keimanan dalam teks, dilengkapi dengan      pelajaran etika, ilmu, kemasyarakatan, pendidikan, dan lain-lain diluar      kelas. Pengertian kurikulum bagi pendidikan pesantren tidak terbatas pada      pelajaran atau kitab-kitab yang dipakai, tapi keseluruhan kegiatan di dalam      asrama atau pondok.</p>
<p>Dengan demikian tujuan pendidikan pesantren seperti halnya tujuan kehidupan      manusia didunia ini adalah ibadah, yang spektrumnya seluas pengertian ibadah      itu sendiri. Dengan catur-pusat pendidikan pesantren berfungsi sebagai      “melting pot”, yaitu tempat untuk mengolah potensi-potensi dalam diri santri      agar dapat berproses menjadi manusia seutuhnya (insan kamil). Santri tidak      hanya disipakan untuk mengejar kehidupan dunia tapi juga mempersiapkan      kehidupan akhirat. Tidak hanya untuk menjadi manusia berguna bagi      masyarakatnya, tapi untuk menjadi manusia seutuhnya yang taat kepada      Tuhannya. Pengolahan potensi diri ini didukung oleh bangunan spiritual,      sistem nilai dan jiwa kedisiplinan yang kuat yang dapat klasifikasikan      sedikitnya menjadi lima, yaitu Keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwwah      Islamiyah, kemandirian dan kebebasan.</p>
<p><b>Peran pesantren</b><br />
Seperti disinggung di atas wujud pesantren hampir bersamaan dengan datangnya      umat Islam dinegeri ini. Karenanya peran pesantren dalam membangun negeri      ini sebernarnya sama dengan peran Islam itu sendiri. Peran Islam dalam      membangunkan dunia Melayu sudah terbukti secara historis. Dalam teori Prof.      Naquib al-Attas tentang Islamisasi masyarakat Melayu, Islam datang dengan      membawa pandangan hidup baru yang ditandai oleh munculnya semangat      rasionalisme dan intelektualisme. Pandangan hidup baru ini kemudian merubah      pandangan hidup bangsa Melayu-Indonesia yang sebelumnya dikuasai oleh dunia      mitologi yang rapuh. (lihat al-Attas, Preliminary Statement on A general      theory of the Malay-indonesian archipelago, Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala      Lumpur, 1969).</p>
<p>Menurut Snouck Hurgronje, agama Hindu tidak mempunyai peran dalam pembinaan      spiritual masyarakat awam yang kebanyakan dari kasta rendah. Di Sumatera,      yang pernah dikenal sebagai pusat berkumpulnya para pemikir Hindu, misalnya,      pandangan hidup Hindu hampir tidak berpengaruh terhadap masyarakat waktu      itu. Oleh karena itu pada masa kekuasaan kerajaan Hindu banyak anggota      masyarakat yang tertarik pada pandangan hidup Islam.</p>
<p>Namun, pandangan hidup Islam tidak serta merta dipahami masyarakat dengan      hanya membaca syahadat. Ia memerlukan proses transformasi konsep-konsep ke      dalam pikiran masyarakat; dan pemahaman suatu konsep hanya effektif      dilakukan melalui proses belajar mengajar. Pesantren dalam hal ini berperan      aktif dalam transformasi konsep-konsep penting dalam Islam ke tengah-tengah      masyarakat waktu itu. Peran Islam dalam merubah pandangan hidup yang statis      kepada yang dinamis, rasional dan teratur inilah yang disebut dengan proses      Islamisasi, kebalikan dari “akulturalisasi” (penyesuaian agama dengan kultur      setempat).</p>
<p>Jadi Islam masuk ke Indonesia dan disebarkan melalui pendidikan pesantren      dalam bentuk pandangan hidup, dan bukan sebagai gerakan politik seperti yang      diasumsikan Prof. Sartono Kartodirdjo. Terbukti raja-raja di Jawa dan luar      Jawa masuk Islam tanpa proses peperangan. Sebagai pandangan hidup Islam      membawa konsep baru tentang Tuhan Yang Maha Esa, tentang manusia, tentang      hidup, waktu, dunia dan akherat, bermasyarakat, keadilan, harta dan      lain-lain.</p>
<p>Dengan pandangan hidup Islam masyarakat lalu mengembangkan semangat      pembebasan dan perlawanan terhadap penjajah. Pemberontakan petani di Banten      tahun 1888, atau perang masyarakat Aceh melawan Belanda tahun 1873,      misalnya, tidak lepas dari peran kaum santri dan pesantren. Jadi Islam tidak      dapat dipahami hanya sebagai gerakan politik, tapi sebagai suatu pandangan      hidup yang memberi warna baru terhadap gerakan politik.</p>
<p>Peran pandangan hidup Islam terhadap bangkitnya bangsa Melayu dapat dilihat      dari fenomena tersebarnya kultur Islam dan tersebarnya penggunaan bahasa      Melayu sebagai alat untuk mengekspresikan karya sastra dan berbagai      diskursus pemikiran kegamaan dan filsafat. Dengan merasuknya pandangan hidup      Islam kedalam kultur Melayu, maka bahasa Melayu menjadi sangat kaya dengan      kosa kata dan terminologi Islam. Ini juga sekaligus merupakan jembatan      menuju lahirnya bahasa Melayu sebagai lingua franca.</p>
<p>Selain itu dengan gerakan hijrah ke pelosok-pelosok pedesaan, pesantren      mengembangkan masyarakat Muslim yang solid, yang pada gilirannya berperan      sebagai kubu pertahanan rakyat dalam melawan penjajah. Peran para kiai dalam      melawan penjajah tidak perlu dipertanyakan lagi. Raffles sendiri dalam      bukunya The History of Java mengakui bahaya para kiai terhadap kepentingan      Belanda. Sebab, menurutnya, banyak sekali kiai yang aktif dalam berbagai      pemberontakan.</p>
<p>Bahkan besarnya pengaruh kiai tidak hanya terbatas pada masyarakat awam,      tapi juga menjangkau istana-istana. Kiai Hasan Besari, dari pesantren      Tegalsari Ponorogo, misalnya berperan besar dalam meleraikan pemberontakan      di Keraton Kartasura. Bukan hanya itu, pesantren dulu juga mampu melahirkan      pujangga. Raden Ngabehi Ronggowarsito adalah santri Kiai Hasan Besari yang      berhasil menjadi Pujangga Jawa terkenal.</p>
<p>Di zaman pergerakan pra-kemerdekaan, peran pesantren juga sangat menonjol,      lagi-lagi melalui alumninya. HOS Cokroaminoto pendiri gerakan Syarikat Islam      dan guru pertama Soekarno di Surabaya, adalah juga alumni pesantren. KH. Mas      Mansur, KH.Hasyim Ash’ari, KH. Ahmad Dahlan, Ki Bagus Hadikusumo, KH.Kahar      Muzakkir, (untuk menyebut beberapa nama) adalah alumni pesantren yang      menjadi tokoh masyarakat yang sangat berpengaruh. Di tengah masyarakat      mereka adalah guru bangsa, tempat merujuk segala persoalan di masyarakat. Di      tengah percaturan politik menjelang kemerdekaan Republik Indonesia peran      mereka tidak diragukan lagi.</p>
<p>Ketika Jepang memobilisir tentara PETA (Pembela Tanah Air) guna melawan      Belanda, para kiai dan santri mendirikan tentara Hizbullah. Di balik itu      dalam pikiran mereka adalah kosep jihad melawan kezaliman, konsep ukhuwwah      untuk membela sesama saudara seagama dan konsep kebebasan yang menolak      segala bentuk penindasan. Itu semua tidak lepas dari pengaruh pandangan      hidup Islam.</p>
<p>Sesudah kemerdekaan, alumni-alumni pesantren terus memainkan perannya dalam      mengisi kemerdekaan. Moh. Rasyidi, alumni pondok Jamsaren adalah Menteri      Agama RI pertama, Mohammad Natsir alumni pesantren Persis, menjadi Perdana      Menteri, KH.Wahid Hasyim, alumni pondok Tebuireng, KH.Kahar Muzakkir dan      lain-lain menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan; KH.Muslih Purwokerto dan      KH. Imam Zarkasyi alumni Jamsaren menjadi anggota Dewan Perancang Nasional;      KH. Idham Khalid menjadi wakil Perdana Menteri dan ketua MPRS. Singkatnya,      di awal-awal kemerdekaan RI para kiai dan alumni pesantren berpatisipasi      hampir di setiap lini perjuangan bangsa. Perlu dicatat bahwa jabatan-jabatan      itu bukan diraih untuk tujuan politik sesaat, tapi untuk sarana membela dan      memperjuangkan agama, negara dan bangsa.</p>
<p>Di era Orde Baru di tengah maraknya pembangunan fisik yang disertai dengan      proses marginalisasi peran politik ummat Islam, kiai dan pesantren tetap      memiliki perannya dalam membangun bangsa. Dampak pembangunan fisik yang      tidak berangkat konsep character building adalah dekadensi moral, korupsi,      tindak kekerasan dan lain-lain. Akibatnya pendidikan, khususnya sistem      sekolah di kota-kota besar tidak lagi menjanjikan kesalehan moral dan sosial      anak didik. Dalam kondisi seperti inilah pesantren muncul menjadi sebagai      alternatif penting. Dengan jiwa ukhuwwah Islamiyah di pesantren tidak pernah      terjadi “tawuran”; dan karena jiwa kemandirian di pesantren tidak sedikit      dari santri drop out justru sukses sebagai pengusaha.</p>
<p>Ketika terjadi upaya convergensi ilmu pengetahuan agama dan umum di      pesantren, medan distribusi alumni pesantren menjadi semakin luas.      Penyeberangan santri ke perguruan tinggi umum menjadi sesuatu yang tak      terhindarkan. Para santri ini kemudian mengembangkan kajian-kajian agama      secara informal dan intensif yang melibatkan mahasiswa-mahasiswa yang tidak      memilik background agama. Kini peran pesantren tidak lagi langsung dimainkan      oleh alumninya, tapi oleh murid-murid alumninya. Pergerakan mahasiswa      seperti HMI, PMII, IMM yang marak pada dekade 70-an dan 80-an, dan juga      gerakan LDK, usrah-usrah dan intensifikasi aktifitas masjid kampus dan      lain-lain tidak dapat dipisahkan dari peran dan kontribusi alumni-alumni      pesantren.</p>
<p>Kini di zaman reformasi telah muncul sejumlah nama tokoh yang tidak lepas      dari peran pendidikan pesantren, baik langsung maupun tidak langsung. Amien      Rais, ketua MPR, Abdurrahman Wahid, pendiri PKB, Hidayat Nur Wahid, Presiden      PKS, Hasyim Muzadi, Ketua PB NU, Nurcholis Madjid, Rektor Paramadina, adalah      beberapa nama tokoh yang tidak lepas dari dunia pesantren. Hal ini tidak      saja menunjukkan kualitas pendidikan pesantren dalam mencetak pemimpin dan      tokoh-tokoh bangsa tapi membuktikan besarnya kepedulian santri terhadap      problematika bangsa ini.</p>
<p>Jika kini beberapa gelintir alumni pesantren dituduh terlibat dalam berbagai      aksi yang dianggap ‘terror’, maka sangat absurd jika kemudian peran dan      potensi pesantren dalam membangun bangsa ini, baik di masa lalu maupu di      masa depan, dinafikan. Semestinya kini tidak perlu lagi mempertanyakan apa      peran dan fungsi pesantren dalam membangun negara ini, yang justru perlu      dipertanyakan adalah apa yang telah dilakukan pemerintah dalam membangun      pesantren dan apa yang belum. Hasil kalkulasi inilah hutang bangsa ini pada      pesantren. Wallahu a’lam.</p>
<p>Penulis Peneliti di Institute for the Study of Islamic Thought and      Civilization (INSIST)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antipemurtadan.wordpress.com/186/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antipemurtadan.wordpress.com/186/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antipemurtadan.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antipemurtadan.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antipemurtadan.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antipemurtadan.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antipemurtadan.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antipemurtadan.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antipemurtadan.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antipemurtadan.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antipemurtadan.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antipemurtadan.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=186&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/02/21/hutang-bangsa-indonesia-pada-pesantren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8990f008c25e98358bb39798afa8fdd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antimurtad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/02/w-hamidfahmi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">w-hamidfahmi.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bung Tomo : Arsitek Pasukan Bom Syahid</title>
		<link>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/02/21/bung-tomo-arsitek-pasukan-bom-syahid/</link>
		<comments>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/02/21/bung-tomo-arsitek-pasukan-bom-syahid/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 10:53:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antimurtad</dc:creator>
				<category><![CDATA[HISTORY]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Tomo : Arsitek Pasukan Bom Syahid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antipemurtadan.wordpress.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai pejuang yang lahir dari kepanduan, ia telah dibekali pemahaman serta      pengajaran agama yang matang. Bung Tomo, memegang teguh prinsip bahwa      sebagai seorang pandu dan pejuang bangsa dirinya harus suci dalam perkataan      atau pun perbuatan. Bekal inilah yang menjadi pondasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=185&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/02/bung_tomo1.thumbnail.jpg" alt="bung_tomo1.jpg" align="left" />Sebagai pejuang yang lahir dari kepanduan, ia telah dibekali pemahaman serta      pengajaran agama yang matang. Bung Tomo, memegang teguh prinsip bahwa      sebagai seorang pandu dan pejuang bangsa dirinya harus suci dalam perkataan      atau pun perbuatan. Bekal inilah yang menjadi pondasi dasar dalam setiap      pergerakan perjuangannya, sehingga pekikan Allahu Akbar yang selalu      terdengar dalam menyemangati perlawanan pemuda dan rakyat memiliki kekuatan      sangat besar dan tak tertandingi. <span id="more-185"></span></p>
<p>Kalimat<b> Allahu Akbar</b>, serta semboyan merdeka atau mati syahid, merupakan      semboyan yang sangat akrab diteriakkan melalui corong radio. Saat itu hanya      ada dua orang besar yang mampu mengobarkan semangat perlawanan melalui      pidato-pidato perjuangan, Bung Tomo dan Soekarno.</p>
<p>Kisah-kisah perjuangan yang sangat menarik banyak lahir dalam setiap kali      terjadi aksi pertempuran, dan ini bukti dari pertolongan Allah kepada para      tentaranya yang rela mengorbankan jiwa dan hartanya demi menegakkan      nilai-nilai kebenaran. Sebagaimana yang dialami Bung Tomo dalam satu perang      gerilya, bersama pasukannya saat sudah tak bisa lagi berbuat apa-apa karena      pesawat Belanda ketika itu telah mengepung dari atas dan tak ada lagi tempat      berlindung. Namun atas kebesaran dan kekuasaan Allah, gumpalan awan menutupi      Bung Tomo beserta pasukannya yang berada dalam sasaran tembak pesawat-peswat      tempur Belanda.</p>
<p>Inilah yang semakin mengokohkan jiwa perlawanan Bung Tomo. Semangat jihadnya      terus meningkat, dan ia tanamkan kepada teman-teman seperjuangannya.      Termasuk saat terjadi perisitwa <b>10 November 1945</b>, Bung Tomo adalah penggerak      perlawanan rakyat yang didukung oleh ulama-ulama Surabaya kala itu. Untuk      itulah sebagai seorang pejuang besar yang bergerak bersama dengan <b>pekikan      Allah Akbar</b>, Bung Tomo menjadi orang yang paling diinginkan Belanda. Bagi      yang dapat menangkap atau pun membunuh Bung Tomo, Belanda menjanjikan hadiah      besar.</p>
<p>Perjuangan kala itu benar-benar membutuhkan pengorbanan yang besar, dan      salah satunya adalah pengorbanan jiwa dengan tulus. Di antara tahun      1945-1949, sebagai bentuk lain perjuangan, Bung Tomo membentuk pasukan      berani mati, yakni pasukan bom syahid yang siap mengorbankan jiwanya untuk      menghancurkan tentara sekutu dan Belanda yang ingin kembali menancapkan      kukunya di bumi pertiwi. Suasana revolusi saat itu, benar-benar melahirkan      banyak jiwa-jiwa patriot. Sehingga Bung Tomo pun sangat terharu ketika      seorang pemuda dengan perawakan lusuh dan datang jauh dari Surabaya, sekadar      ingin bergabung menjadi pasukan bom syahid yang siap meledakkan dirinya ke      arah tank-tank penjajah.</p>
<p>Pasukan bom syahid yang dibentuk oleh Bung Tomo, adalah pasukan terlatih dan      benar-benar ditempa keimanannya. Termasuk pemuda yang telah mengesankan Bung      Tomo, ia menjadi bom syahid pertama yang menubrukkan dirinya ke tank      Belanda. Dan bersama dengan hancurnya tank tersebut, bersamaan itu pula      lahir satu syuhada yang menjadi bunga bangsa dan teladan bagi siapa pun yang      mengaku sebagai pejuang bangsa dan agama.</p>
<p>Sebagai seorang pejuang yang berjuang bersama buruh, petani, tukang becak      dan rakyat jelata lain, Bung Tomo tetap mempertahankan kehidupan bersahaja,      dan tak pernah mau menerima dalam bentuk apa pun fasilitas dari pemerintah      setelah revolusi kemerdekaan usai. Bung Tomo tetaplah pejuang yang      memikirkan rakyatnya, memikirkan bangsanya. Pengabdian terhadap bangsa dan      negara tetap ia teruskan, semua demi satu tujuan dan keyakinan bahwa surga      akan menanti di hadapannya.</p>
<p>Tanggal 16 Okotober tahun 1981, setelah melaksanakan wukuf di Arafah dalam      rangkaian ibadah haji, Bung Tomo yang dilahirkan sebagai pejuang bangsa      menutup usianya di tempat suci dan pada hari yang dimuliakan oleh Allah      (Oleh Fadli Rachman)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antipemurtadan.wordpress.com/185/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antipemurtadan.wordpress.com/185/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antipemurtadan.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antipemurtadan.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antipemurtadan.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antipemurtadan.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antipemurtadan.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antipemurtadan.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antipemurtadan.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antipemurtadan.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antipemurtadan.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antipemurtadan.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antipemurtadan.wordpress.com&blog=2532297&post=185&subd=antipemurtadan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antipemurtadan.wordpress.com/2008/02/21/bung-tomo-arsitek-pasukan-bom-syahid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8990f008c25e98358bb39798afa8fdd3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">antimurtad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://antipemurtadan.files.wordpress.com/2008/02/bung_tomo1.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bung_tomo1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>