Oleh: antimurtad | Januari 24, 2008

Katolik Asia Selatan Bertekad Sebarkan Budaya Alkitab di Asia

Para pekerja Gereja Katolik berjanji untuk mengambil beberapa langkah guna menciptakan suatu “budaya Alkitab” di Asia Selatan yang multiagama

Image

Sekitar 40 peserta termasuk para uskup dan imam ikut membuat keputusan itu dalam pertremuan Asia Selatan kelima dari Federasi Biblika Katolik (Catholic Biblical Federation/CBF) yang diakui Vatikan. Pertemuan itu berlangsung pada 2-5 Januari di Mumbai, 1.410 kilometer barat daya New Delhi.

Pertemuan yang merupakan persiapan regional CBF untuk “Sinode Sabda Tuhan” pada 5-26 Oktober, kata Pastor Peter Abir, koordinator CBF Asia Selatan, sebagaimana dikutip UCA News.

Sinode Vatikan itu akan dihadiri oleh uskup-uskup dari seluruh dunia. Pertemuan di Mumbai ini juga merupakan persiapan untuk sidang umum ketujuh CBF yang akan berlangsung 24 Juni hingga 3 Juli di Dar e Salaam, Tanzania, katanya seperti diberitakan United Catholic News (UCAN).

CBF wilayah Asia Selatan meliputi Banglades, India, Negeri Nepal, Sri Lanka dan Pakistan.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan pertemuan itu menggambarkan Asia Selatan termasuk dalam wilayah-wilayah yang paling menghadapi konflik di dunia. Di wilayah ini, pemerintah mengeluarkan proporsi yang lebih besar dari pendapatannya untuk senjata, sementara massa tetap buta huruf dan miskin.

Menurut pihak Katolik, tantangan-tantangan di Asia Selatan “menuntut agar kita mempromosikan sebuah ‘Budaya Alkitab’ di komunitas-komunitas,” tulis pernyataan itu. “Budaya seperti itu akan muncul melalui proses animasi, pelatihan, dan pembinaan. Dalam proses ini, individu, keluarga, dan komunitas menjadikan Sabda Allah sebagai pusat dalam kehidupan mereka,” lanjutnya.

Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan di bidang sains dan teknologi di wilayah itu sangat kontras dengan kemiskinan yang meluas, terorisme, dan kekerasan, tulis pernyataan itu. Juga dicatat bahwa globalisasi menciptakan lebih banyak lapangan kerja, namun juga menimbulkan dampak-dampak buruk yang “mengancanm pribadi-pribadi manusia dan masyarakat.

Peserta menegaskan bahwa Alkitab dapat berperan transformatif. Tetapi “kekuatan yang membebaskan” dapat dialami jika para uskup, imam, kaum awam, dan religius memiliki suatu hubungan pribadi yang mendalam dengan Allah dan berakar dalam pengalaman masyarakat menyangkut ketidakadilan, diskriminasi, pengucilan, kata mereka.

“Yang sangat diperlukan adalah mengembalikan kembali Alkitab kepada umat dan mendorong mereka untuk membaca, mengaitkannya dengan situasi dan kehidupan mereka, dan dengan begitu mengembangkan sebuah spiritualitas biblis yang sejati,” tulis pernyataan itu.

 

Peserta juga mengidentifikasi adanya suatu kebutuhan untuk menjembatani jurang antara ilmuwan dan masyarakat biasa, dan memulai berbagai program pembinaan untuk mengembangkan para penggerak kaum awam, yang “sangat dibutuhkan” untuk mencapai sasaran dari budaya Alkitab itu.

Mereka mendukung “semangat biblika yang efektif” dari para seminaris. Mereka juga mendukung bina lanjut religius dan klerus, yang meliputi pengembangan keterampilan kreatif melalui berbagai sarana modern dan seni kreatif untuk mengkomunikasikan kisah Yesus di wilayah Asia Selatan.

Umat Kristen berjumlah kurang dari 2 persen dari total populasi Asia Selatan. Kaum Muslim mendominasi Pakistan dan Bangladesh, sementara umat Hindu merupakan mayoritas di Nepal dan India. Sri Lanka merupakan sebuah negara berpenduduk mayoritas Buddha. [sumber:www.hidayatullah.com]jki-tutup-tahun-2006-033.jpg


Responses

  1. it’s a nice site. keep on updating


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: