Oleh: antimurtad | Februari 2, 2008

Mesir Berusaha Gagalkan Proyek “Gaza Raya” Israel

Israel berencana melakukan isolasi dengan membentuk “Gaza Raya”. Proyek ini adalah rencana Israel memindahkan penduduk Gaza ke wilayah Sinai, Mesir

gaza-mesir.jpgHari Rabu (30/1) kemarin, pihak Hamas, termasuk Khalid Misyal bertemu dengan Mahmud Abbas, dalam rangka membahas perbatasan Rafah di Kairo. Pertemuan yang prakarsai Mesir ini direncakan akan menggagalkan isolasi Israel , langkah ini dilakukan juga dalam rangka untuk menghadapi proyek “Gaza Raya”. Sebuah rencana yang dibangun Israel untuk memindahkan penduduk Gaza ke wilayah Sinai, Mesir.

Kekhawatiran Mesir akan proyek ini tampak, setelah Mundzir Dajjani, Dubes Palestina untuk Mesir mangatakan pada hari Selasa kemarin (29/1) dalam sebuah jumpa pers. ”Bahwa dua pemimpin Palestina dan Mesir akan melakukan kesepakatan dalam rangka menghadapi rencana Israel yang akan memindahkan rakyat Palestina ke Sinai, untuk menjadi tanah alternatif bagi rakyat Palestina.”

Akan tetapi Ismail Haniyah meyakinkan bahwa pihaknya juga mengetahui betul rencana itu dan masuknya warga Gaza ke Sinai, bukan untuk bermukim, tapi untuk membeli kebutuhan pokok dan menggagalkan isolasi yang dilakukan Israel terhadap Gaza.

Abu Ghaid, Menlu Mesir merasa khawatir, setelah seorang wartawan Isreal Marteen Kramer menulis di Middle East Strategy dengan judul “Memindahkan Gaza ke Sinai”. Ia berkomentar tentang masuknya ratusan ribu warga Gaza ke Sinai.

“Sesungguhnya para pejabat Israel di Kementrian Luar Negeri dan Kementrian Pertahanan sudah sukses dalam menangani perbatasan Mesir dengan Gaza, mereka mengatakan bahwa panyatuan Sinai dengan Gaza sudah mulai terealisasi,” kutip Ghaid.

Dia juga menyinggung sebuah studi yang dilakukan Samuel Cohen, seorang ahli geografi Yahudi dari Amerika tentang perluasan Gaza.

”Di tahun 90-an ia telah membahas tentang Gaza yang memiliki peningkatan ekonomi, itu mengisyaratkan agar Gaza bisa ‘disulap’ menjadi Singapura baru. Akan tetapi Gaza yang digambarkan Cohen pada tahun 1991 tidak sesaui dengan kondisi Gaza saat ini kecuali dengan manambah wialyah yang sebagian besar berada di Mesir.”

Menurutnya, untuk mencipatakan negara baru, diperlukan 1000 km persegi luas daratan. Maka dibutuhkan 30 km dari Mesir, yang akan membuat pantai Gaza memanjang hingga 75 km. Untuk mewujudkan rencana itu, maka pertanian dan sektor pariwisata perlu digalakkan di Gaza, dengan mensuplai air tawar dari Nil dan gas alam melalui Sinai.

Cohen mengatakan, bahwa Ariel Sharon, Perdana Menteri Israel waktu itu menilai bahwa rencana itu tidak bisa diwujudkan segera, akan tetapi ia tidak menolaknya. Tapi ide ini kemungkinan akan menjadi gagasan yang baik di masa mendatang.

[sumber: iol/thoriq/www.hidayatullah.com]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: