Oleh: antimurtad | Maret 3, 2008

Film Anak asal Belanda Diboikot Gara-Gara Wilders

boikot.jpgKairo menolak film anak-anak asal Belanda. Pemboikotan terhadap produk Belanda mungkin baru dimulai jika film bertema “anti-Islam” tetap diluncurkan

Festival film anak-anak internasional di Kairo memboikot film kiriman Belanda berjudul “Waar is het paard van Sinterklaas?” (Di manakah kuda Sinterklaas?).  Boikot ini terjadi berkaitan dengan film “anti-Islam” anggota parlemen Belanda, Geert Wilders. Ini untuk pertama kali sebuah produk Belanda diboikot berkaitan dengan film pemimpin partai kebebasan PVV itu. Direksi festival film juga menolak film kiriman Denmark.

Bagi Fawzi Fahmi, direktur festival film anak-anak di Mesir, mengatakan,  alasan memboikot film kiriman Belanda dan Denmark sangat jelas.

“Ini adalah pesan protes langsung bagi semua orang yang dengan sengaja dan keras kepala, menghina dan mengkritik agama monotheis,” katanya dalam jumpa pers di Kairo. Fawzi Fahmi menunjuk pada film “anti-Islam” buatan Wilders serta pencetakan ulang kartun Nabi Muhammad di beberapa surat kabar Denmark.

Membujuk Kairo

Melalui jumpa pers yang sama, Kedutaan Besar Belanda di ibukota Mesir menyatakan telah mengetahui kasus itu. Mereka, lewat jalur diplomatik, akan berusaha membujuk Kairo untuk menarik kembali keputusan boikot.

Menurut seorang juru bicara, pihak Kedubes Belanda sudah beberapa minggu berusaha membatasi dampak seputar film Geert Wilders yang belum diluncurkan tersebut.

Michiel de Rooy, produser “Waar is het paard van Sinterklaas?” belum resmi diberitahu oleh pihak penyelenggara festival film Kairo, yang akan digelar pekan depan.

De Rooy menegaskan, boikot sama sekali tidak terkait dengan isi film sutradara Mischa Kamp: film anak-anak berkisah tentang seorang gadis Cina yang diminta menjaga kuda Sinterklaas.

Produsen perusahaan film Bos Bros tengah sibuk berunding dengan pihak Kedubes Belanda di Kairo serta Kementerian Pendidikan, Budaha dan Ilmu Pengetahuan Belanda.

“Kami berupaya mencari tahu apakah boikot merupakan keputusan pihak penyelenggara festival atau politik Mesir. Kalau itu adalah keputusan penyelenggara festival, maka itu merupakan keputusan pribadi direktur. Kalau keputusan politik Mesir, maka itu juga berarti boikot terhadap semua ungkapan budaya Belanda,”  ujar Michiel de Rooy.

Diperkirakan pemerintah Mesir pasti tahu tentang boikot itu. Di Mesir jarang sekali diambil keputusan tanpa persetujuan pemerintah.

Memicu ekstremisme

Pekan lalu, Departemen Luar Negeri Mesir menuduh Wilders telah memicu sentimen anti-Muslim di Eropa. Filmnya memicu ekstremisme dan konfrontasi ketimbang dialog. Departemen Luar Negeri Mesir menuduh Wilders dan politisi Eropa lain, telah berupaya memperoleh dukungan dengan menyerang agama serta lambang suci lainnya.

Pemerintah Mesir mengatakan tengah melakukan perundingan diplomatik dengan pemerintah Belanda, dan “Belanda mengetahui pendirian Mesir atas film tersebut, jika memang akan ditayangkan.”

Produsen Michiel de Rooy masih punya harapan film anak-anak Belanda, berjudul “Het paard van Sinterklaas” tetap akan dipertunjukkan, kemungkinan melalui tekanan diplomatik. Apabila tidak, ia bakal sangat kecewa.

Dampak pidana

Pemerintah Belanda belum menanggapi boikot Mesir. Rabu lalu, pemerintah menyatakan khawatir tentang film anti Al-Quran buatan Geert Wilders, karena bisa membawa dampak besar. Dalam pertemuan dengan Menteri Kehakiman Ernst Hirsch Ballin dan Menteri Luar Negeri, Maxime Verhagen, Wilders diberitahu mengenai kecemasan kabinet tentang nama baik Belanda serta dampak bagi dunia usaha dan warga Belanda di luar negeri.

Menteri Hirsch Ballin juga menegaskan kepada Wilders bahwa peluncuran filmnya bisa membawa dampak pidana. Kejaksaan di Amsterdam sudah beberapa waktu menyelidiki apakah Wilders bisa didakwa karena ungkapannya. [rnl/www.hidayatullah.com]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: