Oleh: antimurtad | Maret 13, 2008

Amir Kaukakus Abu Usman: Kemenangan Hanya Datang Kepada Orang-Orang yang Sabar

بسم الله الرحمن الرحي

Segala puji bagi ALlah, yang kepada-Nya kami memohon dan berdoa untuk pertolongan dan pengampunan-Nya. Kami berlindung kepada ALlah dari keburukan diri kami dan dari keburukan perbuatan-perbuatan kami sendiri. Siapapun yang dibimbing ALlah, tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya dan siapapun yang ALlah sesatkan, maka tidak ada seorang pun yang dapat membimbingnya.

Segala puji bagi ALlah, Robb Alam Semesta, yang menjadikan kita muslim dan memberkahi kita dengan Rahmat-Nya, dengan Jihad di atas jalan-Nya yang lurus untuk memenangkan Jannah (Syurga).

Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali ALlah dan Muhammad adalah abdi-Nya dan utusan-Nya, semoga kedamaian dan rahmat ALlah atasnya.

Dan kemudian,

Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada ALlah sebenar-benar takwa kepada-Nya;
dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam
“.
(QS Ali Imran 3:102)

Yth. saudara-saudara!

Persis pada bulan ini, bulan Safar, 29 1363 (23 Februari 1944) rakyat Chenchen telah mengalami salah satu periode paling sulit dalam sejarahnya – deportasi total ke Asia Tengah dan ke Siberia.

Beberapa hari kemudian, saudara-saudara kita asal Balkar dan Karachay juga menderita akibat pembantaian secara besar-besaran untuk memusnahkan kaum ini, yang diorganisir oleh kuffar pada hari libur para penyembah berhala pada “8 Maret”.

Beberapa dekade telah dilalui sejak itu (66 tahun Hijriyah dan 64 tahun kalender Gregorian). Hari peringatan deportasi tersebut selanjutnya kami temui dalam pertempuran selanjutnya.

Musuh masih sama, dan masih tetap mengejar sasarannya. Senjata utamanya melawan orang-orang muslim masih dengan cara mengadakan pembantaian secara besar-besaran untuk pemusnahan suatu kaum (genocida), yang mana setiap kalinya menggunakan kerumitan yang terus meningkat dan bentuk-bentuk yang membahayakan.

Pemusnahan fisik disertai dengan melebarnya perintah-perintah dan moralitas kotor. Agama kita Islam pertama-tama mendapat serangan sengit, karena musuh tahu bahwa Islam adalah penyangga kami dan sumber bagi orang-orang Islam memperoleh kekuatan mereka.

Kaum kafir sungguh sadar bahwa hanya Islam yang menjadi basis kultur dan kemerdekaan kami, yang mana hanya dapat diubah dengan menyesatkan dan memusnahkan agama tersebut.

Tetapi di samping semua kerja keras musuh, Jihad tetap berlanjut. Kekuatan kami berkembang, dan kami merasakan dukungan ALlah, yang menyerukan kepada kami dalam Al Quranul Karim-Nya:

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu
dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada ALlah, supaya kamu beruntung…

(QS Ali Imran 3:200).

Menjawab panggilan ALlah ini, kami mengatakan kami tidak akan menjadi lelah, dan kesabaran tidak akan menjadi lemah.

Di bawah seruan Presiden Dzhokhar Dudayev (InshaALlah Syahid), rakyat Chechen menolak berkabung dengan mengumumkan hari ini sebagai Hari Lahirnya Kembali Bangsa Chechen! Langkah ini dilakukan dalam rangka menunjukkan bahwa orang Islam tidak memiliki hak atas kemuraman, dan pertempuran baru saja meletus. Kemenangan datang bagi mereka yang sabar. Sungguh ALlah yang Maha Kuasa dan Maha Agung ada bersama kita dalam Jihad kita.

Yang telah terjadi dan yang sedang terjadi pada kami sekarang, terjadi dengan kehendak ALlah Yang Maha Kuasa, dan kami berharap yang terbaik.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”[1].
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna & rahmat dari Robb mereka
& mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

(QS Al Baqarah 2: 155-157).

Kaum Muslim mengetahui bahwa kemenangan tidaklah dikaruniai kepada mereka yang mempunyai keunggulan atas musuh dalam hal materi, tetapi dikaruniakan kepada mereka yang bertaqwa kepada ALlah, yang menyeru pada hal yang disukai (ALlah) dan bagi mereka yang menjaga diri dari hal-hal yang dibenci dengan berjuang untuk menegakkan hukum-hukum ALlah di atas permukaan bumi-Nya.

Kebesaran dan kekuasaan itu hanyalah milik ALlah. Bukan milik Russia maupun PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) bukan juga Amerika maupun NATO, sebagaimana yang sering sekali, dikatakan oleh mereka yang tersesat – sungguh! seluruh perintah dan keputusan hanyalah milik ALlah, Yang Maha Kuasa lagi Maha Agung!

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,
(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin.
Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan ALlah.

(QS AnNissa 4:138-139)
(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin).
Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari ALlah mereka berkata: Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu ?”
Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata:
“Bukankah kami turut memenangkanmu[2], dan membela kamu dari orang-orang mukmin?”
Maka ALlah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat & ALlah sekali-kali tidak akan memberi jalan
kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.

(QS AnNissa 4:141)

Maka, bersabarlah dan berharaplah akan dukungan ALlah, dan berjuanglah di jalan-Nya. Luruskanlah niatmu dalam beribadah, berhati-hatilah terhadap apa yang telah Dia larang dan taatlah dengan seksama pada hukum-hukum ALlah dan kemudian ALlah Yang Maha Kuasa akan mengkaruniai kemenangan, inshaALlah!

Amir Emirat Kaukakus,
Abu Usman (Dokka Umarov)

Sumber: KavkazCenter
Penterjemah: Forum Islam AlTawbah
_____________________________________________
[1]. Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik ALlah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada ALlah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.
[2]. Yaitu dengan jalan membukakan rahasia-rahasia orang mukmin dan menyampaikan hal ihwal mereka kepada orang-orang kafir atau kalau mereka berperang di pihak orang mukmin mereka berperang dengan tidak sepenuh hati.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: