Oleh: antimurtad | Juni 17, 2008

Pengurus Ahmadiyah dianggap Paksa Walikota Padang Dengar Kutbah

Tindakan Pengurus Jamaat Ahmadiyah Padang yang menipu dan  memaksa  Walikota Padang turut mendengarkan  khutbah dan menunaikan shalat Jumat bersama mereka, merupakan tindakan melawan  hukum, terutama  melanggar SKB yang baru diterbitkan.

Pernyataan ini disamoaikan Komite Penegak Syariat  Islam (KPSI) Sumbar, Irfianda Abidin dan Ormas Islam kota Padang 

Irfianda Abidin menyampaikan ini Senin malam (16/6) dalam pertemuan omas Islam dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Semua sepakat menggugat  Ahmadiyah   dengan menempuh jalur hokum,” ujar Irfianda.   

Irfianda melaporkan pelanggaran SKB  itu ke Kepolisian  dan Kejaksaan serta  menggugat Ahmadiyah secara hokum.

Irfianda  menegaskan, kasus ini bermula ketika Walikota Padang, Fauzi Bahar, Ketua MUI Kota Padang Syamsul Bahri Khatib dan Kepala Departemen Agama (Depag) Kota Padang Syamsul Bahri saat melakukan shalat Jumat yang diimami Ketua JAI Padang Syaiful Anwar, Jumat (13/6). Mereka mengaku  telah  ditipu dan dipaksa pengurus Ahmadiyah.

Berdasarkan pengakuan Walikota, Ketua MUI dan Kakandepag Padang,  kata Irfianda, sebelum shalat Jumat berlangsung, dalam rapat tertutup di rumah dinas Walikota, telah disepakati plang Ahmadiyah diturunkan secara  damai dan disepakati yang menjadi khatib shalat Jumat adalah Walikota Padang serta imam shalat Jumat adalah Ketua MUI Padang.

Namun, kenyataannya setelah masuk waktu shalat Jumat  di Masjid Mubarak  Ahmadiyah itu, pengurus memaksakan  yang bertindak sebagai khatib dan imam shalat Jumat adalah Ketua JAI Padang yang dengan tiba-toba bergerak cepat naik mimbar.

“Tindakan Ahmadiyah itu jelas telah melanggar SKB tiga menteri dengan memaksakan orang lain mendengarkan khotbah penyebaran ajaran mereka. Selain itu mereka juga melanggar kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya di rumah kediaman Walikota Padang, dimana yang bertindak sebagai khatib dan iman shalat Jumat adalah Walikota Padang dan ketua MUI, ” tegasnya.

Kepala Depag Kota Padang Syamsul Bahri menegaskan,   keterpaksaan ikut  shalat Jumat di Masjid Ahmadiyah itu merupakan penipuan.  Sebab,  kesepakatan awal, yang jadi khatib adalah Walikota Padang sedangkan sebagai imam adalah Ketua MUI Kota Padang. 

“Kita ditipu dan terdesak  karena sudah berada dalam masjid dan waktu sudah masuk pula. Untuk keluar dari masjid tentu tidak mungkin, apalagi tujuan kita untuk menurunkan plang JAI belum terlaksana. Namun dalam keterpaksaan akibat penipuan itu kita tidak mengimami pengurus JAI. Kita sepakat untuk shalat sunnat saja.  Kita takbir  lebih dulu dari mereka,” jelas Syamsul.

Walau merasa dijebak, ditipu  dan dipaksa,  KPSI dan Ormas-ormas Islam se kota Padang serta  MUI Sumbar  tetap  mengecam tindakan Walikota yang ikut shalat Jumat dengan imam dari Ahmadiyah. “Itu salah. Alasan ditipu dan dipaksa Ahmadiyah, tidak dapat kita terima,”   tegas Ketua Komisi Fatwa MUI Sumbar Gusrizal Gazahar.

Dalam pertemuan tadi  malam, MUI sudah mengarahkan Ormas Islam untuk mengajukan tuntutan terhadap pembubaran  Ahmadiyah. Mereka terbukti  sudah melanggar SKB  dengan memaksakan ajaran mereka kepada orang lain yang tidak berkeyakinan sama dengan mereka. Mereka juga melakukan pelecehan, penipuan, jebakan dan pemaksaan  terhadap umat Islam. Jadi, Ahmadiyah harus dibubarkan. [dn/www.hidayatullah.com]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: