Oleh: antimurtad | Januari 17, 2009

20 Israel Terluka dan Sebuah Pabrik Hancur oleh Roket Grad dan Qassam

roket_1_1_1_1_1_300_0Pasukan penjajah Zionis Israel mengakui sebuah pabrik dan sejumlah bangunan di beberapa pemukiman Yahudi hancur dalam serangan roket Grad dan al Qassam yang dilancarkan perlawanan Palestina. Sebanyak 5 orangIsrael terluka dan 15 lainnya sock berat. Demikian seperti disiarkan radio Israel.

Pengakuan Israel ini datang setelah Brigade al Qassam, sayap militer Hamas, menegaskan telah menggempur pemukiman Yahudi Ashdod dan Karyat Malakhi dengan dua roket Grad. Sebelumnya al Qassam menggempur perlawanan Yahudi Karyat Gat dan pangkalan udaraHatzur dengan roket Grad, kota Karyat Gat dengan roket Grad, pangkalan pasukan rtileri di timur al Buraij dengan roket Qassam, pemukiman Neir Ishak dengan dua roket Qassam dan Mevtahim dengan dua roket lainnya.

Al Qassam menegaskan serangan itu dilakukan dalam rangkaian “perang pembeda” yang dipimpinnya untuk menghadapi agresi yang dilancarkan Zionis Israel ke Jalur Gaza. Juga sebagai balasan atas pembantaian berkelanjutan yang sudah mengakibatkan 1151 gugur dan lebih dari 5000 lainnya terluka.

Al Qassam menegaskan terus melanjutkan perlawanan dalam membela tanah dan rakyatnya di Jalur Gaza. Akan terus melancarkan serangan menggempur pos-pos militer, kota-kota Israel dan pemukiman-pemukiman Yahudi selama agresi masih ada. (infplstn/seto)


Responses

  1. Israel Negara Berdasarkan Terorisme

    Resolusi PBB No.3103 tanggal 12 desember 1973 menyatakan bahwa setiap bentuk perjuangan untuk mewujudkan kemerdekaan, mempertahankan hak untuk menentukan nasib-sendiri, adalah syah sesuai hokum internasional. Resolusi itu juga menetapkan bahwa upaya membasmi perjuangan ini merupakan pelanggaran terhadap persahabatan dan kerja sama internasional.
    Sejak merintis pembentukan negara zionis israel dari tahun 1880 sampai sekarang, para pemrakarsa dan pemerintah israel yang sampai sekarang tidak pernah melepaskan cara – cara terorisme dalam rangka memperluas wilayahnya dan memaksakan kehendak politiknya terhadap bangsa Arab-Palestina. Sejak tahun 1880, tiga tahun setelah kongres zionis internasional ke-1 di Bazel seraya melakukan pembelian tanah orang Arab-Palestina, usaha itu disertai dengan mengorganisasikan gerakan terorisme bersenjata yahudi di bawah nama Hashumer yang menteror orang Arab-Palestina untuk memaksa mereka menjual tanahnya dan meninggalkan kampung halaman mereka.
    Tahun 1920 – 1930 organisasi Haganah di bawah pimpinan David Ben-Gurion melakukan teror kekerasan dengan tugas yang semula hanya terbatas sebagai kekuatan bersenjata untuk mempertahankan pemukiman imigran yahudi, tetapi kemudian berubah menjadi tugas penyerangan terhadap orang Arab-Palestina. Mereka juga melakukan pengadaan dan pembelian senjata untuk merancang konflik dengan masyarakat Arab-Palestina yang kemudian dikenal dengan rencana Ben Zion Dinos yang menyusun “daftar dan tanggal aksi pembunuhan” terhadap para pemimpin Arab-Palestina.
    Ketika negara yahudi israel berdiri pada bulan Mei 1948, organisasi Israel Defence Forces (IDF) dibentuk, yang para pemimpinnya pada umumnya berasal dari tokoh – tokoh organisasi teroris seperti Haganah, Bahnach, Stern Gang, Irgun, Lehmi Haret Israel, dan sebagainya. Bahkan setelah Israel merdeka, politik terorisme oleh negara tetap dipertahankan oleh israel dengan membiarkan, bahkan memberikan bantuan intelijen kepada organisasi – organisasi teroris yahudi seperti Kach (pimpinan rabbi Kaen Meyer) Haschmunaem (teroris kelompok fundamentalis yahudi). Moked Yahef (yang beroperasi di pemukiman orang Arab-Palestina), Herat David, Sihrikim, Herf David, dan entah apa lagi.
    Terorisme yang paling brutal adalah serangan terhadap kamp pengungsi Arab-Palestina di desa Shabra dan Shatilla di Libanon Selatan selama tiga hari berturut – turut dari tanggal 16 – 18 September 1982 yang dipimpin oleh brigadir jendral ariel sharon. Mereka membantai seluruh penghuni kedua kamp pengungsi yang terdiri dari anak – anak, wanita, orang rompo, dan siapa saja yang mereka temui. Pembantaian tanpa mengenal perikemanusiaan itu memakan korban 3.297 orang syahid, dalam tempo tidak lebih dari tiga hari. Tank – tank dan pasukan israel mengepung kamp pengungsi Shabra dan Shatilla di Barat Daya Beirut. Pasukan Israel diperintahkan untuk tidak seorangpun dengan alasan apapun diizinkan keluar dari wilayah pengepungan tersebut. Tidak ada kutukan dari PBB, tidak ada kecaman dari amerika serikat dan negara barat. Pada tanggal 15 November 1998 ariel sharon berpidato tentang kejadian Sharbra dan Shatila tersebut, ”tiap orang harus bergerak, berlari, dan merebut puncak bukit sebanyak mungkin untuk memperluas pemukiman, karena apa yang kita rebut hari ini akan menjadi milik kita untuk selama – lamanya… apa yang tidak kita rebut akan menjadi milik mereka”. Anehnya presiden amerika bush malah memandang ariel sharon sebagai seorang ”tokoh perdamaian”?. Kemudian juga tercatat israel melakukan serangan terhadap markas perwakilan PLO di sebuah negara berdaulat Tunisia pada tanggal 1 Oktober 1985 yang membunuh sejumlah fungsionaris PLO. Selanjutnya serangan terhadap Libanon Selatan sampai ke Beirut pada bulan April 1996 dengan operasi di bawah nama Cluster Wrath (kutukan beruntun).
    Sikap angkuh dan tidak berperi-kemanusiaan kaum yahudi dapat disimak dari pernyataan – pernyataan para hachom (alim-ulama) dan rabbi (guru agama) serta para pemuka Yahudi seperti di bawah ini.
    ”Kita akan menurunkan peran penduduk Arab (di Palestina) menjadi tidak lebih daripada tukang potong kayu dan pelayanan” (Sabri Jiryas, ’The Arabs in Israel’).
    ”Kita harus melakukan segala upaya untuk menjamin agar mereka (pengungsi Arab-Palestina) tidak akan pernah kembali (ke Palestina)”. (Ben Gurion : the Armed Prophet)
    ”Kita harus menggunakan teror, pembunuhan, intimidasi, penyitaan tanah, dan pemutusan semua pelayanan sosial untuk membersihkan tanah Galilea dari penduduk Arab (israel koenig, ’the koenig memorandum’).
    ”(orang Palestina) tidak lain adalah binatang yang berjalan di atas dua-kaki” (menahem begin dalam pidato di depan knesset).
    ”… kita akan gunakan kekuatan secara maksimum sehingga orang palestina akan mendatangi kita dengan merangkak”. (rafael eitan, kepala staf tentara israel).

    http://www.infopalestina.com/ms/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: