Oleh: antimurtad | Januari 20, 2009

Trio Maut Presidensial AS

 

1triomautApa yang diberikan oleh Barack Obama untuk kita? Kita semua menunggu kebijakan luar negerinya, dan bisa kita lihat dari staf kepercayaannya.

Setelah menduduki Gedung Putih, George Bush menolak Yasser Arafat, menudingnya sebagai teroris. Sebaliknya, Bush berkomplot dengan Ariel Sharon, teroris paling ganas di seantero Timur Tengah sejak periode Meanchem Begin dan Yitzhak Shamir. Bush menolak semua pendekatan konflik Arab-Israel—menganggap tak ada Palestina sama sekali. Ketika Arafat selesai tahun 2005, diplomasi AS berubah aktif, tapi semuanya terlambat. Tak ada kemajuan yang berarti, dan Bush masih tetap dengan segala pengabaiannya terhadap perkembangan Palestina.

Pertanyaannya: jika Arafat adalah masalahnya, mengapa setelah kematian Arafat tiga tahun silam itu, tak ada satupun yang bisa diselesaikan, kecuali Bush menunjuk Mahmoud Abbas jadi pionnya yang didapuk sebagai juru damai di tanah Palestina? Arafat sama sekali bukan sumber persoalan dan Condoleeza Rice tak punya agenda pasti terhadap para pendukung Israel. Fokus utamanya adalah pada Rusia sebagai titah langsung dari presidennya di Washington.

Hillary Clinton berada dalam posisi yang baik. Ia melakukan apa yang Rice dan Collin Powel, pendahulunya, tak bisa lakukan. Hillary memulai hari pertamanya sebagai Sekretaris Negara dengan memfokuskan diri pada Timur Tengah. Dia sangat ahli dalam hal ini mengingat dia hidup dengan isu ini selama 8 tahun kepresidenan suaminya, Bill Clinton. Hillary akan mendapat legalitas penuh setelah kegagalan terbesar AS melindungi perang Gaza dan pembelaannya kepada Israel. Ditambah dia harus berurusan kilat dengan Iran, Korea Utara, China, Pakistan, Rusia dan lainnya.

Namun melihat sepak terjang Hillary sewaktu menjabat Komite Senat Hubungan Luar Negeri, tidak akan mengherankan jika kemudian ia akan menjelma menjadi perpanjangan tangan Obama. Terlebih lagi, Senator John Kerry, yang menginginkan jabatan Hillary, akan memainkan peranan penting dalam orientasi kebijakan luar negeri AS. Dan kerjasama tiga orang orang ini—Hillary, Obama, dan Kerry—akan menjadi trade mark AS dalam delapan tahun ke depan.

Sepanjang kampanye pemilihan, Hillary selalu beridiri di samping Obama. Kepada Obama, jauh-jauh hari, ia sudah mengapungkan wacana agar AS menghancurkan Iran jika negara Arab berbasis syiah itu menyerang Israel. Dan gayung bersambut, Obama memang memfokuskan Hillary pada Iran. Mungkin setelah ini, kita akan melihat daftar panjang “teroris” yang dikumpulkan oleh Hillary, melengkapi Hamas dan Hizbullah. Kemudian, AS sudah menggadang-gadang, akan menurunkan 30.000 pasukannya di Afghanistan—dua kali lipat yang ada sekarang ini. Iran dituding tengah menyiapkan senjata nuklir yang akan dilesatkan pada Israel.

Dengan konstalasi seperti ini, tak ada yang bisa diharapkan lebih lanjut dari AS. Kita mengenal Dennis Ross, Martin Indyk, Daniel Krtzer dan Aaron Miller, yang moderat. Semua orang ini pernah membuat Bill Clinton murka karena pandangan-pandangan mereka terhadap Timur Tengah. Kita pernah begitu merasakan pahitnya pemerintah Bush, dan mungkin kita akan merasakan yang lebih pahit lagi di era rejim Obama.

(Jihad el-Khazen/dah/ermslm)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: