Oleh: antimurtad | Februari 23, 2009

Tahukah Anda: Loji-Loji Theosofi dan Freemasonry di Indonesia ‎

“Situasi yang baru sama sekali tercipta ketika muncul anggota-anggota Indonesia (dan ‎Tionghoa) di loge-loge. Pakaian tradisional dari kalangan elit Jawa, penggunaan Al Quran ‎sebagai Kitab Suci pada pertemuan-pertemuan formal di Rumah Pemujaan…memberikan ‎wajah baru kepada kegiatan-kegiatan loge.” (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia ‎Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. 28).‎

Loge dan Rumah Pemujaan yang dimaksud pada kutipan diatas bukanlah masjid maupun ‎gereja, merupakan sebuah tempat pertemuan anggota Freemason Indonesia untuk ‎mengadakan pemujaan kepada kepada Yang Maha Terang, yang dalam ritualnya para anggota ‎Mason tersebut membacakan sebuah nyanyian kerohanian.

Loge yang pertama kali dibangun di ‎Batavia oleh Albertus van der Parra (1761-1775), yang bernama “La Choisie (Terpilih) atas ‎prakarsa Joan Cornelis Radermacher. Setelah itu di bangun pula pada bulan November 1767 di ‎Batavia sebuah loge baru bernama “La Fidele Sincerite”. Adapun daftar Loji/Loge Freemasonry ‎yang ada di Indonesia beserta waktu dan tempat didirikannya adalah:‎

1. Loge La Choisie di Batavia (1764-1766)‎
‎2. Loge La Fidele Sincerite (1767)‎
‎3. Loge La Virtuese (1769)‎
‎4. Loge La Constante et Fidele (1801) di Semarang‎
‎5. Loge De Vriendschap (1809) di Surabaya
‎6. Loge De Ster in Het Oosten (Loji Bintang Timur) di Batavia (1837)‎
‎7. Loge Matahari di Padang (1858)‎
‎8. Loge Princes Frederik der Nederlanden di Rembang (1871)‎
‎9. Loge L Union Frederic Royal di Surakarta (1872)‎
‎10. Loge Prins Frederik di Kota Raja Aceh pada tahun 1880‎
‎11. Loge Veritas di Probolinggo‎
‎12. Loge Arbeid Adelt di Makassar (1888)‎
‎13. Loge Excelsior di Bogor (1891)‎
‎14. Loge Tidar di Magelang (1891)‎
‎15. Loge St. Jan di Bandung (1896)‎
‎16. Loge Fraternitas di Salatiga (1896)‎
‎17. Loge Humanitas di Tegal (1898)‎
‎18. Loge Malang (1901)‎
‎19. Loge Blitar (1906)‎
‎20. Loge Kediri (1918)‎
‎21. Loge Het Zuinderkruis (Rasi Pari) di Batavia (1918)‎
‎22. Loge De Broerderketen (Segitiga) di Jember (1926)‎

Sedangkan loji-loji berdasarkan urutan nomor dari Freemasonry Belanda ketika menancapkan ‎pondasinya di Indonesia adalah:‎

1. loge nummer 31 : La Constante et Fidèle, Semarang, Indonesië (pada 31-11-1960 berubah ‎menjadi cabang Loge Agung Indonesia)‎

2. loge nummer 46 : Mata Hari, Padang, Nederlands Oost-Indië (tidak beroperasi pada 17-03-‎‎1943 di karenakan Jepang)‎

3. loge nummer 53 : Mataram, Djokjakarta, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

4. loge nummer 55 : l’Union Frédéric Royal, Soerakarta, Nederlands Oost-Indië (berhenti ‎beroperasi sejak pendududkan Jepang)‎

5. loge nummer 61 : Prins Frederik, Kota Radja, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi ‎selama pendudukan Jepang)‎

6. loge nummer 65 : Arbeid Adelt, Makassar, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

7. loge nummer 70 : Deli, Medan, Nederlands Oost-Indië (Di tutup pada 1960 karena pemerintah ‎Indonesia melarang Freemasonry)‎

8. loge nummer 82 : Tidar, Magelang, Nederlands Oost-Indië (Di tutup pada 1960 karena ‎pemerintah Indonesia melarang Freemasonry)‎

9. loge nummer 83 : Fraternitas, Salatiga, Nederlands Oost-Indië (tidak beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

10. loge nummer 84 : Sint Jan, Bandung, Nederlands Oost-Indië (tidak beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

11. loge nummer 87 : Humanitas, Tegal, Nederlands Oost-Indië (tidak beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

12. loge nummer 89 : Malang, Malang, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

13. loge nummer 92 : Blitar, Blitar, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak pendudukan ‎Jepang)‎

14. loge nummer 109 : De Dageraad, Kediri, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

15. loge nummer 110 : Het Zuiderkruis, Mr. Cornelis/Batavia, Nederlands Oost-Indië (in ruste ‎gagaan in 1955)‎

16. loge nummer 111 : De Broederketen, Batavia, Nederlands Oost-Indië (in ruste gegaan in ‎‎1948)‎

17. loge nummer 129 : De Driehoek, Djember, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi sejak ‎pendudukan Jepang)‎

18. loge nummer 149 : Palembang, Palembang, Nederlands Oost-Indië (di tutup pada 1958)‎

‎19. loge nummer 151 : De Hoeksteen, Soekaboemi, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi ‎sejak pendudukan Jepang)‎

20. loge nummer 153 : Serajoedal, Poerwokerto, Nederlands Oost-Indië (berhenti beroperasi ‎sejak pendudukan Jepang)‎

21. loge nummer 165 : De Witte Roos, Batavia, Nederlands Oost-Indië (Di tutup pada 14-01-‎‎1958)‎

22. loge nummer 182 : Purwa Daksina, Batavia, Nederlands Oost-Indië, (pada tahun 1955 di ‎resmikan sebagai Freemasonry cabang Indonesia sampai tahun 1962 karena Freemasonry di ‎nyatakan terlarang di Indonesia)‎

23. loge nummer 183 : Dharma, Bandoeng, Nederlands Oost-Indië, (pada tahun 1955 di ‎resmikan sebagai Freemasonry cabang Indonesia sampai tahun 1962 karena Freemasonry di ‎nyatakan terlarang di Indonesia)‎

24. loge nummer 192 : Bhakti, Semarang, Nederlands Oost-Indië (pada tahun 1955 di resmikan ‎sebagai Freemasonry cabang Indonesia sampai tahun 1962 karena Freemasonry di nyatakan ‎terlarang di Indonesia)‎

‎25. loge nummer 193 : Pamitran, Soerabaja, Nederlands Oost-Indië (pada tahun 1955 di ‎resmikan sebagai Freemasonry cabang Indonesia sampai tahun 1962 karena Freemasonry di ‎nyatakan terlarang di Indonesia)‎

Cukup banyak sekali loji-loji yang bertebaran di Indonesia dengan perbandingan di setiap kota ‎hampir dapat ditemukan loji-loji FreemasonryBerikut ini adalah foto-foto

Loji Freemasonry di Jakarta Pusat :‎


Loji Freemasonry Adhuc Staat di Jakarta:‎


Loji Freemasonry Menteng dan Loji Theosofi Jakarta:‎

Loji Mataram Yogyakarta yang saat ini sebagai Gedung Kepatihan Malioboro:‎

Loji Cerme Malang:‎

Loji Freemasonry Semarang:‎

Loji Freemasonry Tegal

Masihkah kita menyangkal keberadaan Freemasonry di Indonesia ????????????????‎

oleh:Aris Hardinanto

sumber: attestantofthetruth


Responses

  1. saya tidak menyangkal, malahan saya mau mengali lebih dalam sejarah seperti ini…..

  2. Para pemuja setan tentu punya watak seperti setan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: