Oleh: arifmujahid | Maret 17, 2009

MENCERMATI KASUS KRISTEN DOULOS

Akhirnya kompleks KristenDoulos yang selama ini menimbulkan keresahan
dan protes warga Cipayung Jakarta diamukmassa dan ditinggalkan sebagai
puing-puing. Peristiwa penyerangan terjadi pada Rabu malam,15 Desember
1999. Korban 1 orang meninggal dunia, dan beberapa luka-luka. Pada Kamis
pagi,sebelum Subuh, sekitar pukul
03.30 terjadi penangkapan beberapa ustadz dan pemuda yangdicurigai
terlibat pada peristiwa malam harinya —menurut rumor yang ada, mereka
yangditangkap itu lantaran nama mereka terdaftar dalam surat protes
warga yang menuntutdihentikannya aktivitas Doulos pada 27 September
1999. Sampai sekarang semua yangditangkap dan dibawa ke Mapolda, untuk
dimintai keterangan tentang motif kejadian.

Suasana di lokasi masih terlihat genting, masyarakatmenunggu kabar
tentang warga dan ustadz yang ditahan, sedangkan pihak Yayasan Doulos
(yangmasih ada sebagian yang bertahan di lokasi) nampaknya mulai
kelihatan rencana untukmemperbaiki tempat tersebut, dengan terlihat
beberapa truk pengangkut pasir dan bahanbangunan masuk ke lokasi
tersebut. Sebagian ustadz yang merasa terlibat dalam upayamencegah
turunnya izin operasi Doulos pergi meninggalkan rumah untuk
menghindarikemungkinan penangkapan-penangkapan berikutnya.

Kegiatan pengajian yang biasa diisi para ustadz(baik yang ditangkap
maupun yang pergi sementara) sementara berhenti, tidak ada yangsanggup
menggantikannya, dan sebagian takut diciduk. Itulah suasana terakhir di
kampungBetawi yang penduduknya hampir 100% muslim itu

SIAPA PROVOKATORNYA ?

Namun masih menjadi pertanyaan, sesungguhnya siapayang menyerbunya.
Apakah masyarakat yang selama ini sudah dibikin resah oleh
berbagaiaktivitas Yayasan Kristen Doulos? Ataukah ada pihak lain yang
menjadi provokator?Mengingat pengakuan warga bahwa orang-orang yang
menyerbu tersebut meneriakkan Allah Akbardengan
tidak fasih, bahkan terlihat tidak terbiasa mengucapkannya (TEKAD, No.
8/TahunII/20-26 Desember 1999), maka muncullah dugaan bahwa penyerbuan
itu diprovokasi olehpihak Yayasan Kristen itu sendiri.

Dugaan itu logis lantaran selama ini keberadaankompleks itu diprotes
warga yang pada tanggal 27 September 1999 membuat pernyataan
protessecara tertulis ditandatangani 448 warga yang disampaikan ke
kelurahan, kecamatan hinggake walikota Jakarta Timur. Bahkan pada 2
November lalu warga berunjuk rasa di depan kantorWali Kota Jakarta Timur
dengan membawa bukti rekaman video, data tertulis, dan brosur
yangmenunjukkan langkah Doulos dalam pengkristenan. Bahkan pada tanggal
5 November 1999Walikota Jaktim mengharapkan pengurus Doulos menghentikan
semua kegiatannya.

Oleh karena itu, dalam siaran persnya, KISDImenyebut dapat memahami
serbuan itu dan tidak menyalahkan secara membabi buta begitu
saja—apalagi mengutuk— tindakan saudara-saudara yang kehilangan kendali
emosinyalantaran sekian lama telah terprovokasi oleh para provokator
berkedok agama Kristen(TEKAD, idem). Senada dengan itu,
Peneliti LIPI Dr. Indria Samego menyebutbahwa harus ada klarifikasi
tentang latar belakang dan proses terjadinya pengrusakanbahkan
pembunuhan di sana.

Tentu peristiwa tersebut bisa mempertajam konflikyang selama ini terjadi
di antara berbagai kelompok masyarakat di negeri ini, khususnyaantara
umat Islam yang mayoritas dan pemeluk Kristen yang minoritas. Oleh
karena itu,mencari akar masalah dari semua itu adalah langkah awal untuk
membuat penyelesaian secara keseluruhan.

SIAPA DOULOS ?

Doulos adalah kelompok Kristen sekte Pentakostayang didirikan pada tahun
1985 (setelah masa inisiasi selama 10 tahun) oleh seorang dokterlulusan
UKI Royandi Hutasoit dengan misi mendunia dan target khusus
menginjilkan125 suku di Indonesia, bukan suku terasing tetapi suku-suku
yang terkenal sebagai sukuyang beragama Islam seperti
Aceh, Mandailing, Minangkabau, Banten, Betawi, Jawa, Madura,Banjar,
Bugis, Makassar, Gorontalo, Sasak, Bima, dll.

Untuk mencapai misi itu pada tahun 2000 Doulosmencanangkan berbagai
program penginjilan dengan corak milenium, misalnya Jericho2000 untuk
mengkristenkan tanah pasundan Jawa Barat yang berpenduduk 35 juta
jiwayang terkenal banyak pesantrennya itu.

Sedangkan untuk menginjilkan wilayah Jawa Timur,Doulos membuat program
Karapan 2000. Untuk menginjilkan Kalimantan,mereka membuat program
Mandau 2000. Doulos pun telah memiliki 2500 orangmisionaris terlatih dan
akan mencetak 200 ribu misionaris. Data selengkapnya dari
kelompokgerakan pemurtadan umat Islam Indonesia
ini dapat dilihat dengan jelas dalam situsberbahasa Inggris mereka di
internet: http://www.doulos.or.id.

Yang menyedihkan, gerakan kristenisasi ekstremradikal Doulos tersebut
ternyata bermarkas di wilayah Betawi yang nyaris penduduknya 100%kaum
muslimin.

MODUS KRISTENISASI ALA DOULOS

Sebagaimana kelompok Kristen lain yang melakukankegiatan kristenisasi di
negeri-negeri Islam —termasuk Indonesia— Doulosmenggu-nakan metode
pendekatan pembauran dengan warga muslim dengan modus-modus kegiatanyang
bisa mereka terima dan tidak menimbulkan sikap apriori sejak awal. Para
mahasiswaSekolah Tinggi Theologi (STT)
Doulos di Cipayung mengadakan kursus bahasa Inggris untukpara remaja di
lingkungan Betawi itu. Melalui acara itulah mereka menanamkan
ajaranDoulos. Para staf dan mahasiswa STT Doulos menggunakan atribut,
misalnya topi dan baju,yang dikenal umum sebagai simbol Islam. Pemimpin
Doulos, Royandi Hutasoit selalu memakaikopiyah.
Bahkan dia mengatakan peci itu ampuh untuk penginjilan (TEKAD, idem).
Dandalam lembaran dakwah yang mereka sebut “Dakwah Ukhuwah”, seruan
dimulaidan diakhiri dengan “Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh”, tetapiternyata isinya kristenisasi (Monitor, No. 27 Tahun
01 Kamis 23-29 Desember 1999).

Disamping itu, mereka biasa mengadakan pengobatangratis, program
beasiswa dan anak asuh, serta pembagian sembako. Ivonne Kaloh,sekretaris
Yayasan Doulos dalam wawancara dengan TEKAD (idem) —ketika ditanyaapa
yang dilakukan oleh Yayasan Doulos kepada masyarakat Cipayung secara
khusus—mengatakan, “Kami mendatangi
rumah-rumah penduduk untuk memberi penyuluhan baikkesehatan dan
pendidikan. Kalau ada anak yang tidak mampu membayar uang sekolah,
kamiturut membantu. Begitu juga kepada yang sakit, kami melakukan
pengobatan cuma-cuma. Masihada juga pembagian sembako dan makanan.
Misalnya kami pernah membagikan makanan kepadamereka tiga kali sehari
selama tiga hari berturut-turut. Dan masih banyak lagi bantuanyang kami
berikan, termasuk pada hari Lebaran”.

Ketika ditanya apa memang ada program Kristenisasioleh Doulos, Ivonne
mengatakan, “Melihatnya begini. Seseorang menjadi Kristen itutidak
mungkin karena paksaan. Itu merupakan kerja roh kudus. Kalau roh
kudus bekerja,walaupun sekerasnya hati kita, maka ia akan mengikuti roh
kudus. Jadi kita tidak pernahmengadakan kristenisasi. Tetapi kalau
memang ada yang ingin jadi Kristen, akan kita bantu.Itu adalah hak
semua orang untuk menyebarkan agama. Kita akan perkenalkan siapa itu
TuhanYesus. Pernah ada kasus wanita yang datang ke sini katanya
ditawarkan oleh kami sebesar 10juta. Buat apa kami melakukan hal itu,
apalagi wanita itu nenek-nenek. Kalau misalnya yangditawarkan itu ulama,
mungkin ada pengaruhnya”.

Dari ungkapan pengurus tersebut, sekalipun diamengatakan tidak melakukan
Kristenisasi, jelas bahwa Doulos melakukan kegiatanKristenisasi. Dan
dengan sasaran kaum muslimin di Betawi yang terkenal cukup taat
dalamberagama Islam, maka jelaslah kegiatan Kristenisasi itu adalah
melakukan gerakanpemurtadan terhadap kaum
muslimin. Inilah akar masalah sebenarnya dari kasusDoulos!

HUKUM ISLAM TENTANG KRISTENISASI DI NEGERI ISLAM

Jelaslah bahwa aktivitas Kristenisasi di negeriIslam adalah berarti
gerakan pemurtadan kaum muslimin.

Murtad sendiri dalam pandangan Islam adalah suatukemaksiatan yang paling
besar yang akan sangat berakibat buruk bagi yang bersangkutan,baik di
dunia maupun di akhirat. Allah SWT berfirman:
“Barangsiapa yang murtad di antara kamu dariagamanya, lalu dia mati
dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya didunia dan
di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di
dalamnya”. (TQS.al Baqarah: 217).

Dan Nabi secara tegas menjatuhkan sanksi hukumanmati bagi orang-orang
yang murtad manakala tidak mau kembali setelah diminta bertaubat
dandiberi tempo selama tiga hari. Beliau saw. bersabda:
“Barang siapa yang mengganti agama (Islam)nya(dengan agama lain), maka
(hukumannya adalah) bunuhlah dia….”.

Dengan demikian jelaslah bahwa segala upaya yangmengantarkan kepada
murtadnya seorang muslim tidak dapat dibenarkan dan harus dicegah.
Danharam hukumnya bagi kaum muslimin membiarkan segala bentuk pemurtadan
dan kegiatan yangmengarah kepada pemurtadan terhadap kaum muslimin.

Allah SWT pun selalu mengingatkan kepada kita agarmewaspadai hal itu
sebagaimana firman-Nya:
“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akansenang kepada kamu sehingga
kamu mengikuti agama mereka….” (TQS. al-Baqarah:120).

Juga firman-Nya :

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamusampai mereka (dapat)
mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran),seandainya mereka
sanggup” (TQS. al-Baqarah: 120).

KEWAJIBAN NEGARA MENJAGA AGAMA RAKYAT KAUM MUSLIMIN
Untuk melindungi kaum muslimin dari bahayaserangan orang-orang kafir
yang punya misi memurtadkan rakyat muslim, maka negara (Daulah)harus
memberikan perlindungan menyeluruh. Sebab negara dalam hal ini
dipersonifikasikandengan kepala negara atau Khalifah, adalah
berkewajiban memelihara rakyat dan akandimintai
pertanggungjawaban di akhirat kelak akan tugasnya.

Nabi bersabda:
“Imamadalah laksana penggembala dan dia akan dimintai pertanggungjawaban
atas rakyat yangdipeliharanya”. Dan dalam menghadapi serangan pihak
luar, maka kepala negara atauKhalifah harus melindungi keamanan
rakyatnya.
Nabi bersabda:
“Imam itu laksana perisai, (umat) berperang dibelakangnya”.

Dan dalam kaitan dengan serangan terhadap Islam dankaum muslimin, maka
kepala negara atau Khalifah wajib melindunginya dengan
menghilangkansegala bentuk aktivitas propaganda ajaran selain Islam di
negeri-negeri Islam.

Imam Al Mawardi dalam Al Ahkam AshShulthaniyah halaman 5 berkata:
“Imamah itu ditetapkan sebagai Khilafah(penggganti) kenabian dalam
pemeliharaan agama dan pengaturan dunia dengannya”.

Imam Faqih Siyasi Al Mawardi, dalam kitabnya AlAhkamush Shulthaniyah,
hal. 15-16 menyebut kewajiban kepala negara adalah:
Pertama, memelihara agama dalam masalah-masalah ushul(pokok) yang telah
disepakati oleh salaful umat. Kalau sekiranya ada seseorang
yangmempunyai syubhat (kesamaran), maka dijelaskan kepadanya hujjah dan
diterangkankepadanya mana yang benar, dan kemudian dia diberi sanksi
sesuai denan ketentuan hak-hakdan hudud, agar agama tetap terpelihara
dari kerusakan dan agar umat tercegah darikesesatan.

Kedua, menerapkan hukum-hukum di antaraorang-orang yang berselisih dan
menghentikan sengketa di antara mereka, sampai keadilandapat terwujud
sehingga sorang yang zhalim tak akan dapat berbuat aniaya dan seorang
yangdizhalimi tak akan dilemahkan.

Ketiga, menjaga negeri dan berusaha menjagastabilitas, agar orang-orang
dapat bekerja dan bepergian dengan aman.

Keempat, menegakkan hudud agar apa-apa yangdiharamkan Allah tidak
dilanggar, memelihara hak-hak rakyat agar tidak lenyap dantersia-sia.

Kelima, membentengi perbatasan denganpersenjataan dan kekuatan yang
mampu menolak musuh, sehingga musuh-musuh tak dapat meraihkemenangan
dengan semena-mena yang akan menjadi sarana untuk melanggar yang haram
danmenumpahkan darah seorang muslim atau mu’ahid.

Keenam, melancarkan jihad terhadap musuh Islamsetelah dilakukan dakwah
hingga dia masuk Islam atau menjadi ahludz dzimmah.

Ketujuh, memungut fai’ dan zakat sesuai yangtelah diwajibkan syara’,
baik yang berdasarkan nash maupun ijtihad tanpa menggunakankekerasan.

Kedelapan, menentukan besarnya pemberian danharta apa saja yang berasal
dalam Baitul Mal tanpa berlebihan atau berkekurangan,serta memberikannya
pada waktunya tanpa mendahuluinya ataupun menundanya.

Kesembilan, mempercayakan harta kepadaorang-orang yang dapat dipercaya
dan menyerahkan kepada orang-orang yang memberi nasehat,dan mewakilkan
harta tersebut kepada mereka agar tugas-tugas dapat dilaksanakan
denganbaik dan harta-harta dapat terpelihara.

Kesepuluh, Khalifah mengawasi sendiripelaksanaan berbagai tugas, dan
mengontrol keadaan yang ada, agar dia memperhatikanpemeliharaan urusan
umat dan penjagaan umat (agama), dan dia tidak boleh menyerahkanurusan
tanpa ada pengawasan terhadap negeri ataupun rakyat sebab terkadang
orang yangdipercaya bisa berkhianat dan pemberi
nasehat bisa menipu.

Sedangkan As Subki dalam kitabnya Mu’idunNi’am Wa Mubidun Niqam halaman
16 berkata :
“Di antara tugas-tugas Khalifah (Sulthan)adalah mempersiapkan pasukan
dan melaksanakan kewajiban jihad untuk meninggikan kalimatAllah, sebab
Allah tidak menjadikan Khalifah berkuasa atas kaum muslimin untuk
menjadipemimpin yang hanya makan, minum, dan beristirahat, melainkan
pemimpin yang menolong agamadan
meninggikan kalimat-kalimat-Nya. Maka menjadi tugasnya untuk tidak
membiarkan orangkafir mengingkari nikmat-nikmat Allah dan tidak beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya”.

KHATIMAH

Jelaslah bahwa Kristenisasi adalah salah satu bentuk seranganmusuh-musuh
Islam terhadap Islam dan kaum muslimin yang harus dicegah dan
ditolak.Manakala umat memiliki pemahaman Islam yang kuat, maka makar
apapun yang dilakukan misiKristenisasi tak akan berhasil. Namun negara
berfungsi membina pemahaman umat danmenghilangkan segala faktor
eksternal yang cenderung menggerogoti aqidah umat. Jika ituterjadi, maka
tak akan mungkin muncul tragedi Doulos, karena orang-orang non muslim
yangada di negeri Islam tidak diperkenankan mendakwahkan agamanya kepada
kaum muslimin. Wallahua’lam bisshawab!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: