Oleh: arifmujahid | Maret 17, 2009

Pelanggaran SPB 2 Menteri di Sumedang

Lagi-lagi hubungan antar umat beragama di Nusantara diganggu kalangan Nasrani, tapi kali ini warga tidak tinggal diam, untuk mengantisipasi geliat pemurtadan terhadap kaum Muslim di Sumedang yang akan memancing keresahan yang lebih luas, warga segera bertindak proaktif dengan memberikan teguran keras kepada sekelompok penganut Nasrani yang terbukti menjadikan rumah tinggal di daerah berpenduduk mayoritas muslim sebagai tempat peribadatan terselubung, yang menurut aturan hukum yang berlaku merupakan pelanggaran terhadap SP Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri.

Minggu 8 Maret 2009 yang lalu, sekitar pukul 11.30, para pemuda dan tokoh masyarakat Warungkawat dan sekitarnya mendatangi sebuah rumah di Jl. Simpang-Parakanmuncang Km 2,2 Dusun Warungkawat, Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang yang sedang dijadikan tempat peribadatan kaum Nasrani yang sengaja didatangkan dari berbagai tempat di Sumedang dan Bandung.
Seperti yang diakui oleh para pelaku aktivitas yang meresahkan warga ini, mereka melakukan kegiatan ini di beberapa tempat secara bergilir sebulan sekali. Menurut pengakuan Pendeta Mukolin Sinaga, SH. (Caleg PDIP DPRD Kota Bandung) yang sengaja didatangkan dari Bandung dan bertanggungjawab pada kegiatan itu, aktivitas mereka ini berafiliasi ke GKPI.

Kegiatan serupa yang dilakukan sebelumnya telah mendapatkan teguran dari masyarakat sekitar. Tapi dengan tidak mempedulikan peringatan warga setempat, mereka tetap mengulangi aktivitas yang meresahkan itu. Untuk mencegah meluasnya keresahan warga yang dapat mengganggu ketenangan dan keharmonisan hubungan antar agama, maka para pemuda sekitar segera mendatangi tempat kejadian untuk kembali memperingatkan para pelaku.

Seorang pemuda yang sehari-hari mengajar di madrasah dekat lokasi mengatakan, bahwa dirinya hendak merapikan buku-buku perpustakaan di madrasahnya, namun karena melihat banyak motor dan mobil yang asing terparkir di lokasi yang diketahui sering dijadikan tempat peribadatan terselubung itu, segera saja ia menghubungi dan memberitahukan aktivitas mencurigakan tersebut kepada beberapa tokoh masyarakat setempat.

Sebelum para tokoh masyarakat mendatangi lokasi kejadian, para pemuda setempat yang telah lama merasa diresahkan dengan kegiatan tersebut telah berkumpul dan berdialog dengan pendeta itu serta beberapa pengikutnya. Awalnya Riyan, salah seorang pemuda dari Warungkawat, bertanya kepada mereka perihal kegiatan tersebut, namun itikad baik ini malah mendapatkan jawaban yang mengancam dan mengajak berkelahi dari salah seorang pemuda yang mengikuti kegiatan tersebut. Setelah beberapa pemuda lain ikut berdialog, reaksi menantang dari peserta peribadatan itu pun meredup. Pembicaraan akhirnya diarahkan pada pokoknya yaitu kegiatan yang melanggar SP Dua Menteri tentang larangan penggunaan rumah tinggal di daerah berpenduduk mayoritas agama tertentu untuk kegiatan peribadatan rutin agama lain.

Mendapatkan teguran keras dari para pemuda muslim warga Warungkawat dan sekitarnya, pendeta yang memimpin kegiatan itu berjanji untuk tidak lagi mengulangi kegiatan serupa, malah pendeta itu sempat sesumbar bahwa bila dirinya datang lagi dan mengadakan kegiatan serupa, “silahkan bakar mobil saya”, katanya.

Tak lama kemudian datanglah pihak POLSEK yang disusul oleh, KORAMIL, Kesbang dan Satpol PP Kecamatan, RT dan tokoh setempat. Selanjutnya diadakan perjanjian yang intinya kaum Nasrani yang sengaja datang dari berbagai tempat dari Sumedang dan sekitarnya itu tidak akan mengulangi lagi perbuatan mereka, sayangnya, seolah masih memiliki maksud lain, mereka menolak untuk membuat perjanjian tertulis hitam di atas putih.
(Ikatan Pemuda Masjid (IPM) Sumedang)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: