Oleh: antimurtad | April 3, 2009

45 Caleg Teken Kontrak Politik dengan FUUI

Sebanyak 45 caleg dari sembilan partai politik menyatakan komitmennya untuk menegakkan syariat Islam secara sistematis dan konstitusional. Dengan komitmen dalam bentuk kontrak politik yang digagas Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) itu, diharapkan masyarakat tidak perlu lagi ragu untuk memilih pada 9 April nanti.

“Kecenderungannya saat ini orang tidak memilih bukan karena tidak tahu, tapi karena tidak yakin terhadap yang dipilih,” kata Ketua FUUI Athian Ali, Kamis (2/4).

Dengan latar belakang tersebut, FUUI menilai, titik krusial yang perlu disoroti saat ini bukan calon pemilih, melainkan caleg yang akan dipilih. Kontrak politik yang ditandatangani para caleg ini diharapkan dapat meyakinkan masyarakat mengenai caleg yang akan mereka pilih. Baik secara langsung maupun tidak, tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu akan meningkat.

Menurut Athian, dari 40% yang golput, sekitar 90% di antaranya adalah orang-orang yang justru sangat mengetahui pemilu, tetapi tidak memilih. “Mungkin itu karena kekecewaan,” katanya.

Padahal, di sisi lain, tingginya angka golput memiliki kontribusi besar. Tak hanya menjadi indikasi kesuksesan pemilu, tingkat partisipasi ini menentukan pemerintahan selama lima tahun ke depan.

“Jika golput tinggi, bukan tidak mungkin orang yang tidak selayaknya terpilih, justru akan terpilih,” kata Athian.

Dikatakan Ketua FUUI Athian Ali disela penandatanganan kontrak politik caleg di Masjid Al-Fajr, Jalan Cijagra, BAndung, Kamis (2/4/2009), angka golput dikarenakan para pemilih ragu untuk memilih para calon yang dinilai
dapat mengusung syariat Islam.

“Kontrak politik dilakukan agar angka golput tidak membengkak,” kata Athian.

Menurutnya, 30 persen angka golput pada saat pilkada Jabar lalu 90 persennya adalah umat Islam. Hal itu dikarenakan ketidak percayaan kaum muslim dengan calon-calon pemimpin yang dinilai tidak layak.

“Karena itu kita meminta kesedian para caleg untuk meyakinkan umat yang ragu tersebut untuk dapat memilih dan tidak golput,” jelas Athian.

Disingung mengapa hanya caleg DPRD Kota Bandung dan DPRD Jabar saja yang dihadirkan, padahal efektivitas kontrak berada di tingkat DPR RI,
Athian mengatakan hal tersebut dikarenakan pihaknya terkendala permasalahan teknis.

“Persiapan yang dilakukan kurang dari lima hari, jadi kita tidak bisa merangkul seluruh caleg di tingkat Kabupaten ataupun nasional,” jawabnya.

Adapun dari 38 parpol, hanya 45 caleg dari 9 parpol yang menandatangani kontrak politik tersebut, diantaranya, PKS, PBB, PAN, Patriot, PPP, dan Golkar.

“Nanti kita akan sebar ke masyarakat banyak hasil tanda tangan tersebut
sehingga masyarakat tahu caleg mana yang harus dipilih,” kata Athian.

(detik/PR)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: