Oleh: antimurtad | Januari 30, 2010

Pemuda Amerika yang Ingin Berjihad Tersebut Mengalami Penyiksaan di Penjara Pakistan

Sargodha – Lima warga Amerika yang ditahan di Pakistan karena dicurigai terlibat terorisme mengatakan kepada pengadilan Senin kemarin bahwa mereka telah disiksa polisi – pernyataan mereka ini dapat menambah kepekaan politik yang mengelilingi kasus ini.

Para pemuda tersebut menyatakan hal tersebut sebelum sidang khusus mereka dimulai di pengadilan anti-terorisme di Sardogha.

Mereka juga berteriak menyatakan bahwa mereka disiksa didepan para wartawan, sebelum para wartawan diusir dari gedung pengadilan karena sidang ini tertutup. Tidak ada rincian mengenai detil penyiksaan yang dialami mereka.

Namun pihak penjara dan polisi menyangkal adanya perlakukan buruk. Jurubicara kedutaan besar Amerika mengatakan ia tidak memiliki komentar mengenai tuduhan penyiksaan ini.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kelima orang itu adalah para pemuda Muslim dari wilayah Washington, mereka ditangkap bulan Desember lalu disebuah rumah di kota Sargodha, Punjab tidak lama setelah mereka tiba di Pakistan.

Tuduhan polisi yang dialamatkan kepada mereka adalah mereka merencanakan serangan teror di Pakistan, mempunyai hubungan dengan Al Qaida dan berusaha bergabung dengan para militan untuk melawan pasukan Amerika di sepanjang perbatasan Afghanistan setelah mereka melakukan kontak dengan para Taliban Pakistan melalui Internet.

Pengacara kelima pemuda tersebut mengatakan mereka hanya ingin melakukan perjalanan ke Afghanistan dan tidak punya rencana untuk melakukan serangan di Pakistan.

Kasus ini muncul ditengah kuatnya sentimen anti-Amerika di publik Pakistan, media dan pemerintah. Dan kasus ini dapat menjadi suatu iritasi diantara kedua negara, terutama jika ada tuduhan bahwa kelima pemuda tersebut mengalami penyiksaan atau adanya pengadilan yang tidak adil.

Proses peradilan di Pakistan rentan terhadap korupsi dan tekanan oleh kepentingan kuat, dan persidangan kasus terorisme berlangsung tertutup.

Media dan publik tidak diizinkan untuk menghadiri pengadilan, namun The Associated Press mendapatkan informasi dari dalam pengadilan bahwa kelima pemuda tersebut “membuat pengaduan mereka telah disiksa saat berada dalam tahanan polisi”.

Para wartawan mendengar para pemuda Muslim Amerika tersebut berteriak-teriak tiga kali bersama-sama “Kami sedang disiksa”, saat mereka dibawa keluar dari pengadilan menuju mobil van yang akan membawa mereka kembali ke penjara.

Kelima pemuda ini adalah para pemuda Muslim asal Amerika yang berniat membantu saudara Muslim mereka yang sedang terluka di Afghanistan. Kelimanya dilaporkan hilang oleh keluarga mereka pada akhir November lalu. Salah satu dari pemuda tersebut sempat meninggalkan pesan melalui sebuah video perpisahan yang diisi potongan-potongan klip perang dan para korban, dalam videonya salah satu pemuda tersebut mengatakan mereka akan melakukan pembelaan terhadap umat Islam yang sedang tertindas.

Dua pemuda tersebut merupakan warga Amerika keturunan Pakistan, seorang lagi adalah keturunan Mesir dan dua pemuda lagi keturunan Ethiopia.

[muslimdaily.net/ap]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: