Oleh: antimurtad | Januari 30, 2010

The Black Nobility-Bangsawan dan Ningrat Hitam Eropa

Prince Benhard

Orang-orang ini mendapat gelar “Black“ nobility karena ketidakpedulian mereka terhadap moral dan kepantasan perbuatannya. Mereka melakukan pembunuhan, pemerkosaan, penculikan, perampokan, dan semua kejahatan penipuan lain yang cakupannya lebih luas lagi, menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan-tujuannya. Mereka mempunyai segala kekayaan. Dan uang adalah kekuasaan.

Keluarga-keluarga yang paling kuat ada di Itali, Jerman, Swiss, Inggris, Belanda, dan Yunani. Akar mereka dapat dilihat dari penelusuran kembali pada oligarki Venesia, yang mana merupakan keturunan Khazars, dan menikah dengan sesama mereka kemudian menjadi keluarga kerajaan pada awal abad ke12.

(Setelah kemenangan besar Khazars terhadap Arab, Raja masa depan, Constantine V, menikahi anak perempuan raja Khazars dan anak mereka menjadi Emperor Leo IV, juga dikenal sebagai “Leo the Khazars”. Para Paus, seperti Medici, dan Pius XII (Eugenio Pacelli) adalah orang Khazars, seperti Paus yang sekarang, John Paul II. Tidak semua Black Nobility mempunyai royal houses, banyak keluarga royal sekarang tidak mempunyai kerajaan. Menurut peneliti dan penulis Dr. John Coleman, mereka membentuk “Committee of 300” pada awal abad ke 18, “meskipun tidak muncul sampai kira-kira tahun 1897”, (ketika perdagangan opium China dilegalkan)

Bukti dokumenter keberadaan Committee of 300 belum ada, dan hanya frase yang nyaman untuk menggambarkan pemain utama di dalamnya. Politisi sosialis dan penasihat keuangan the Rothschilds, Walter Rathenau, tulisannya dalam Wiener Press (24 Desember 1921) menyatakan,

“Hanya 300 orang, setiap orang mengetahui siapa saja yang harus memerintah dan menentukan nasib Eropa. Mereka memilih hanya orang-orang seperkumpulannya saja sebagai perwakilan dalam pemerintahan. Orang-orang ini mempunyai sarana untuk menghancurkan suatu bentuk negara yang mana tidak berpihak pada mereka”

Tepatnya setelah 6 bulan dipublikasikan, Rathenau dibunuh.

Tulisan Dr. Coleman membuka jalan untuk mempelajari lebih lanjut pada nama-nama anggota ruling elite yang telah disebutkannya, khususnya di Amerika. Di mana bangsa Inggris punya sejarah panjang dan sangat awas dalam hal keturunan, keluarga-keluarga berdarah biru tertentu di Amerika Serikat yang mempunyai keterkaitan sejarah dengan Inggris melalui darah dan uang.

Keluarga-keluarga “kerajaan” ini yang berada dibelakang gerakan-gerakan peduli lingkungan yang sebenarnya bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan penduduk dunia. Pangeran Philip dan Pangeran Charles adalah simbol yang paling dapat dilihat dalam gerakan ini, dan merupakan bagaian yang nyata dari konspirasi ini untuk menghancurkan industri dan mengembalikan dunia ke jaman kegelapan baru.

Kebanyakan mereka, meskipun tidak semua, baik yang bertahta ataupun tidak dari dinasti ini menikmati pendapatan yang besar dari sewa tanah. Semua usaha Global 2000 Report kepada President yaitu untuk menghancurkan kemajuan industri, dengan kelaparan, penyakit dan perang, mengurangi kepadatan penduduk yang mana industri mendukungnya. Mereka semua menentang tenaga nuklir yang dapat menghasilkan energi listrik murah , kunci kemajuan ekonomi dan kesejahteraan di Dunia Ketiga. Mereka sangat berkeinginan untuk mengembalikan kepada sistem feodal di mana mereka sebagai kepala pemerintahannya.

Meskipun memeluk agama Kristen, keluarga-keluarga oligarki the black nobility ini, untuk bagian yang lebih besar dari agama ini, sebenarnya tidak mengakuinya secara rahasia. Masonry memenuhi kebutuhan mereka sebagai agama. Dan tanpa keimanan, mereka tidak mempercayai akan adanya akhirat dan adanya punishment and reward. Mereka hanya hidup untuk masa sekarang (dunia)

Banyak dari oligarki ini yang melakukan perdagangan senjata dan obat-obatan terlarang melalui perantara yang jauh (seperti banyaknya bank-bank besar).

Pada 1815 Jesuit dan Freemasonry saling bersekutu dengan para pemegang tahta Eropa lalu mengadakan Kongres Vienna, di mana netralitas Swiss (sudah diberikan sanksinya sebagai negara netral oleh the Peace of Westphalia pada tahun 1648) selamanya dijamin; dan biarpun banyaknya perang yang dilaksanakan di mana manusia harus berperang, uang para Nobility di Swiss selalu bebas dari penjarahan. Ini adalah bagian dari rancana jangka panjang yang hati-hati Rothschild, dan kenapa Swiss masih ada sampai saat ini. Tetapi ini tidak berarti uang anda akan aman. Sekitar 280 miliyar dollar per tahun in flight capital dan uang obat-obatan terlarang mengalir kedalam rekening Black Nobility.

Kedudukan Freemasonry dalam struktur kekuasaan para elit sangat jelas sebagaimana mereka menjalankannya melalui konspirasi Adam Weishaupt untuk membalas setelah para Jesuit dihancurkan pada tahun 1773 oleh Paus Clement XIV “mereka dianggap sebagai immoral dan jahat kepada gereja dan agama”. Dengan meluncurkan Revolusi Perancis dan mengatur petualangan Katholik Eropa Napoleon, dan pemberontakan atas gereja di Meksiko dan Amerika Latin, mereka memutus pendapatan Vatikan.

Pembiayaan Nathan Rothschild pada Inggris raya menghasilkan kekalahan Napoleon sebagai musuh Roma, (sebagaimana juga menjadi sumber kekayaan dan pengaruhnya). Semenjak Gregory XVI memberikan jabatan kepausan pada Kalman Rothschild karena telah meminjamkan Vatikan 5 juta pounds pada masa sura, Rothschilds telah menjadi agen fiskal Vatikan. Dengan penguasaan Vatikan ini, Rothschilds memperluas kekuasaan finansial dan politiknya di Amerika Serikat. Kepentingan-kepentingan Vatikan di AS secara jelas terkuak dalam Treaty of Verona yang rahasia tahun 1822 antara Austria, Perancis, Prussia, dan Russia dimana the Jesuit Order pledged itself as the price of reinstatement to destroy “the works of Satan” it had established in setting-up, by revolution, representative governments such as the republics and “democracies” of France and the USA, replacing them with the only form of government approved by the church, rule by “divine right”, as declared by the Vatican (Daniel 2:42-43; Revelation 17:12-13).

Sebagaimana yang dinyatakan Robert Owen kepada Senat AS pada tahun 1916, target utama yang mana Vatikan dan “Holy Alliance” mengatur aktivitas Society of Jesus yang destruktif dan subversif, adalah AS, dan negara-egara republik lain di Western Hemisphere. Rencana ini, dia menganggap, adalah target yang mana Doktrin Monroe dikeluarkan. Apa yang tidak disadari oleh Senator ialah bahwa Doktrine Monroe melindungi kepentingan-kepentingan Kota London”.

Usaha persekutuan Rothschild-Vatikan untuk menguasai perekonomian AS melalui Bank of United States kesatu dan kedua gagal. Bank tersebut dibentuk di bawah kekuasaan emergensi yang diberikan kepada Presiden oleh konstitusi, sebagaimana institusi sementara digunakan untuk membantu negara melalui periode krisis finansial yang disebabkan oleh Perang Revolusi 1812. Tetapi sasaran para konspirator untuk membentuk monopoli bank dihalangi oleh konstitusi. Sampai FED.

Dikatakan the Black Nobility menjanjikan Jerman yang netral jika Soviet Rusia diijinkan. Persatuan antara Jerman Barat dan Timur. Dan bahwa Rusia berjanji untuk memberikan royal houses kepada pemiliknya jika mereka memisahkan Eropa dari Aliansi Amerika.

Imperial Nobility menikmati status yang ditinggikan lebih dari pada nobility negara berhasil Jerman dan negara Itali. Keturunan gelar Kekaisaran Roma Italia telah membentuk sebuah Asosiasi yang mana semua keturunan pria dari seseorang yang mempunyai gelar menurut Imperial Patent diberikan juga gelarnya. Dan kerajaan Liechtenstein juga sudah mengklaim kemampuan untuk membenarkan keberhasilan menjadi gelar Imperial, dan sudar membenarkan pula hak sebagai Spanish noble man untuk mendapatkan gelar tersebut sebagai tujuan hukum Spanyol membutuhkan negara succeessor untuk membenarkan bahwa klaim untuk gelar yang dimaksud menurut fakta adalah keturunannya. Maka ada jurisdiksi tersisa, meskipun tidak ada gelar Imperial yang diberikan semenjak 1806.

Keluarga Rothschild

Pada tahun 1963, the Holy Roman Empire Association (associazione dei Nobili del Sacro Romano Impero) dibentuk untuk menyatukan keturunan-keturunan laki-laki dalam keanggotaannya yang mana diberikan gelar nobility of the Holy Roman Empire. Ini juga termasuk anggota-anggota honorary.

Black Nobility termasuk dalam Committee of 300 yang mana mempunyai kontrol terhadap UN. Pangeran Belanda Bernhard mempunyai kekuasaan untuk memveto pilihan Vatikan terhadap siapapun Paus yang dipilih Vatikan. Ini dapat menjelaskan akhir yang cepat bagi masa jabatan Paus John Paul I yang pada waktu itu hanya 33 hari. Pangeran ini mempunyai kekuasaan veto karena keluarganya, the Habsburgs, adalah turunan langsung dari kaisar Roma yang terakhir. (The Habsburg Frederick III adalah kaisar terakhir di Roma; anak buyutnya Charles V adalah yang terakhir ditahtakan oleh Paus). Ini adalah kesetaraan sipil dari Klaim Paus “apostolic Succession” dari Saint Peter.

Pangeran Bernhard adalah pemimpin Black Families dan dia juga mengklaim keturunan dari House of David melalui dinasti Merovingian, sebuah klaim yang diakui validitasnya oleh dinasti Carolingian yang telah menggantikannya. Oleh monarki yang lain dan oleh gereja Roma pada saat itu. Maka dia bisa berkata bahwa dia adalah keturunan Yesus.

House of Orange-nya Pangeran Bernhard mempunyai asal dari Perancis. The Habsburgs terhubung dengan pernikahannya dengan the Merovingians, yang mana dikatakan sebagai keturunan dari Tribe of Benjamin diasingkan setelah perang dengan sebelas Tribes yang lain – lihat Judges bab 21. Pengasingan membawa mereka ke Arcadia di Peloponnese tengah, Yunani. Di sini mereka menyatukan diri dengan garis royal Arcadia dan menuju kedatangan era Kristen, bermigrasi ke Danube dan Rhine, melalui perkawinan menghasilkan the Sicambrian Franks – asal muasal dari the Merovingians, yang mempunyai asal semit, dan keturunan dari Raja Saul.

Mereka sangat dekat dengan Spartan, dan kedua buku Maccabee menghubungkan Spartan dengan Yahudi. I Maccabees 12 menceritakan bahwa Jonathan mengirim sebuah surat kepada Lacedemonians (Spartan Yunani) meminta bantuan, karena mereka bersaudara. Spartan membalas,

“Telah ditemukan di dalam tulisan, bahwa Lacedemonians dan Yahudi adalah saudara dan bahwa mereka adalah keturunan Ibrahim” (Verse 21).

Ini diasumsikan oleh sebagian penulis bahwa ini berarti Spartan adalah orang-orang Israel, tetapi Spartan bukan Israelites mereka adalah Edomites keturunan dari Bela anak Beor dan saudara Baalim, dan Raja Edom (Genesis 36:32; I Chronicles 1:43). Edom adalah anak dari Isak dan cucu Ibrahim yang telah menjual segala warisan dan beranak pinak keluar dari the Book of Life.

Awal abad ke 5 the Merovingians membentuk negara bagi mereka yang sekarang disebut Belgia dan Perancis bagian utara. Di sana mereka menganut the Cabalistic pseudo-Christianity of the Catharsm, agama dualistik yang mempercayai ada dua tuhan abadi, god of Good dan the god of Evil. Ini menunjukan bahwa kepercayaan Luciferian ini dianut pula oleh Masons tingkat derajat tinggi dan mereka yang akan menjadi Master dunia ini pada jaman sekarang, dan yang mengklaim bahwa Lucifer akan muncul menjadi pemenang .

Di bawah Clovis I, yang berkuasa dari 481-511, the Franks menganut Roman Catholicism. Melalui dia, Roma mulai membangun supremasi yang kuat di Eropa bagian barat. Sebagai imbalan karena telah menjadi pedang Roma di mana gereja dapat menjalankan kekuasaannya dan menerapkan dominasi spiritual, Clovis diberi gelar “New Constantine” dan untuk menjalankan kekuasaan di “Holy Roman Empire” berdasar pada gereja dan diperintah pada level sekular dalam kelanggengan oleh keturunan Merovingian. Seperti “pengampunan David”, ini adalah pakta yang bisa di modifikasi, tetapi tidak bisa dibatalkan, dihapus atau dikhianati.

Mereka percaya Yesus selamat dari penyaliban dan menikahi Mary Magdalene yang melahirkan putranya lalu hidup secara diam-diam di selatan Perancis. Selama abad ke 5 keturunan Yesus ini dikatakan telah menikah dengan keturunan royal the Franks menghasilkan dinasti Merovingian.

Ketika pada tahun 496 gereja mengabdikan dirinya secara langgeng kepada keturunan Merovingian ini bisa dikatakan karena identitas mereka. Ini dapat menjelaskan kenapa Clovis ditawarkan status Kekaisaran Suci Roma, dan kenapa dia hanya ditahtakan sebagai raja. Pada 754 gereja secara diam-diam menghianati paktanya.

The Prieure de Sion adalah nama komunitas rahasia yang telah membuat the Knight Templars sebagai sayap militer dan pemerintahan. (perlu diingat bahwa Knight Templars adalah dulunya yang menjalankan kekuasaan di Freemasonry). Prieure de Sion terus berfungsi melalui abad, bertindak secara rahasia, dan membelakangi kejadian-kejadian penting di sejarah Barat.

Ia masih ada sekarang dan masih beroperasi. Tujuan mereka yang dideklarasikan ialah restorasi dinasti Merovingian dan keturunannya – kepada tahta atas tidak hanya Perancis, tetapi semua negara Eropa juga – restorasi yang dibenarkan secara legal dan moral.

Ada bukti kuat untuk menyarankan bahwa komunitas ini adalah pembentuk Freemasonry, dan “The Protocols of the Learned Elder of Sion”, juga the Rosicrucians. Ada banyak bukti juga yang mengatakan bahwa Nostradamus adalah salah satu agen rahasianya, dan tidak disangsikan lagi bahwa banyak quatrains-nya yang merujuk pada kemunculan “ le Grand Monarch” mengindikasikan bahwa keinginan utama yang berdaulat ini berasal dari dinasti Merovingian. Menandai hegemoni dobel dari Papacy dan kekaisaran, dari Vatikan dan Habsburg. Nostradamus secara sering merujuk secara eksplisit pada Knights Templars dan pada house of Lorraine yang mana sekarang sinonim dengan the Habsburgs.

Walaupun didepak dari kekuasaannya pada abad ke 8, keturunan Merovingian tidak punah. Sebaliknya keturunannya memunculkan diri kembali dalam keturunan Dagobert II dan anaknya Sigisbert IV. Dengan alat persekutuan dinasti dan perkawinan, keturunan ini termasuk Godfrei de Bouillon, yang merebut Jerusalem pada tahun 1099, dan berbagai keluarga royal dan noble yang lain, dulu dan sekarang – Blanchefort, Gisors, Saint-Clair (Sinclair di Inggris), Montesquieu, Montpezat, Poher, Luisignan, Plantard dan Habsburg-Lorraine. Pada masa sekarang, keturunan Merovingian menikmati klaim sah terhadap peninggalannya.

Tahta Charlemagne – sebuah replika dari yang mana sekarang bagian dari tanda imperial Habsburg – dikatakan telah membawa prasasti “Rex Salomon” (encylopaedia Britannica, 14th Ed., 1972, Crown and Regalia, Fig 2). Dan the “Spear of Destiny”, yang dikatakan digunakan untuk menusuk Kristus, sekarang berada di Treasure House, Viena, menanti Holy Roman Emperor yang lain (The Rigby Joy of Knowledge Library. History and Culture I, 1977:160; The Holy Roman Empire, Friedrich Heer, halaman. 284). Ini jelas kenapa “Protocols of the Elders of Sion” berbicara tentang seorang raja baru “dari bibit Suci David”, (Holy Blood and Holy Grail, Baigent, Leigh and Lincoln). Otto von Habsburg sekarang bergelar Duke of Lorraine dan King of Jerusalem.

The Prieure de Sion mengklaim memegang harta yang hilang dari Kuil Jerusalem yang dirampok oleh Titus di tahun 70 AD yang akan dikembalikan ke Israel “pada waktu yang tepat”. Ini dapat menjelaskan kenapa Roma harus tunduk pada “raj-raja dunia” dan bagaimana Roma akan menandatangani kontrak dengan Yahudi yang telah lama bersembunyi di balik tameng baptisme.

Pangeran Bernhard sebenarnya terikat dengan Khazar, dan maka dari itu Gentile (orang bukan Yahudi). Revelation 2:9, “ Saya tahu pekerjaan mu, dan kesengsaraan, dan kelaparan, (tetapi kamu kaya) dan Saya tahu penyimpangan mereka yang mengatakan mereka Yahudi, dan ternyata tidak, namun adalah penyembahan terhadap Setan.”

Diantu oleh CIA, Pangeran Bernhard telah membawa badan Illuminati rahasia kepada pengetahuan publik sebagai The Bilderberge Group. (dibentuk pada tahun 1954, markasnya di Smidswater 1, Den Haag, Belanda). Di dalam Bilderberg Group adalah 39 anggota Illuminati yang dipilih dari 3 komite diambil dari anggota-anggota semua group rahasia yang terdiri dari Illuminati:

• The Freemasons

• The Vatican

• The Black Nobility

Kantor kerja komite ini ada di Swiss.

The Commitee of 300 sekarang menyebut diri mereka World Government Founders untuk NWO. Sebuah referensi yang tidak dapat disangkal lagi klaim secara turun temurun pada “Divine Right of Kings”. Ini penting sekali bagi kita untuk menyadarinya secara pribadi, the Black Nobility menolak untuk mengakui pemerintah mana pun kecuali yang merupakan keturunan mereka dan mempunyai hak divine untuk memerintah. Mereka percaya Amerika Serikat masih milik Inggris. Dan bekerja keras di belakang layar untuk mencapai kondisi dimana mereka dapat mendapatkan kembali tahtanya.

Setiap dinasti royal dan noble Eropa lalu dan sekarang mempunyai keanggotaan di Commitee of 300, seringnya oleh orang-orang yang dinominasikan. Ada banyak sekali keluarga-keluarga “royal” ini untuk mereka masing-masing untuk menjadi perwakilan di the Commitee of 300. Perintah ditentukan oleh kedudukan : pertama anggota-anggota keluarga royal, lalu dukes, earls, marquises dan lords, lalu terakhir “commoners”, yang biasanya mendapat gelar “Sir”.

diterjemahkan oleh: akhirzaman

original source: http://www.illuminati-news.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: