Oleh: antimurtad | Juli 30, 2010

Yakin Akan Jaminan ALLOH

Seorang teman mengeluhkan kebingungannya antara terus atau berhenti bekerja. Pasalnya, ia bekerja di sebuah restaurant yang menjual makanan olahan daging babi dan juga minuman keras. Setelah aktif mengikuti kajian-kajian keagamaan dan rutin mengikuti ta’lim bulanan, ia mulai sadar akan pentingnya mendapatkan rezeki yang halal dan thoyib. Tetapi ia bingung, karena ia menjadi tulang punggung keluarga.

Sang teman merasa tidak nyaman dengan hasil yang ia dapat dari pekerjaan yang digelutinya. Tapi berhenti bekerja dalam kondisi saat ini merupakan pilihan yang sulit menurutnya, mengingat mencari kerja sungguh bukan perkara mudah, apalagi ia hanya lulusan SMA.

“Gimana dong Um, kalau aku berhenti bekerja, siapa yang mau kasih makan ibuku?” tanyanya.

“ALLOH.” Jawabku

“Ya udah pasti ALLOH, siapa-siapa juga yang ngasih makan ALLOH.”jawabnya sedikit sewot.

Setiap muslim umumnya mengetahui dan menyadari bahwa yang memberi rezeki kepada setiap makhluk adalah ALLOH. Yang kurang adalah keyakinan akan adanya jaminan rezeki dari ALLOH. Kepada sang teman, akupun tidak ingin menasehatinya macam-macam, aku hanya berbagi pengalaman hidup dengannya. Bahwa ujian yang dialaminya juga dialami orang lain, termasuk aku dan suamiku.

Dahulu, belasan tahun yang lalu. Setelah selesai kuliah, mulailah aku melamar kerja. Pada waktu itu, wanita yang berjilbab dan mengenakan busana muslimah belum menjamur seperti sekarang. SK tentang jilbabpun belum turun. Ada 2 buah lamaran yang aku buat. Salah satunya lamaran ke sebuah bank. Aku terpanggil untuk mengikuti test. Ternyata aku lolos test, kemudian diinterview. Dari interview aku diberitahukan bahwa ketika bekerja tidak diperkenankan memakai jilbab. Dengan syarat tersebut aku memilih mundur.

Pada waktu itu, banyak pihak yang menyesalkan keputusanku. Menurut mereka, aku tidak usah terlalu fanatik, bongkar pasangkan tidak masalah. Aku sendiri berfikir, jika kita bersungguh-sungguh menolong agama ALLOH, maka ALLOH akan lebih bersungguh-sungguh menolong kita. Dan ALLOH bukanlah Tuhan yang suka mengecewakan hambaNya. Berangkat dengan keyakinan tersebut dan prasangka baik kepada ALLOH, aku mantap dengan keputusanku.

Ternyata, lamaranku yang kedua, ke sebuah perusahaan properti juga diterima. Belajar dari pengalaman sebelumnya, maka ketika aku di wawancara, sebelum ditanya macam-macam, akupun memberanikan diri untuk bertanya.
“Sebelumnya saya minta maaf, saya ingin bertanya, jika saya diterima diperusahaan ini, apakah saya boleh tetap memakai jilbab selama bekerja?” tanyaku
“Boleh-boleh saja, tidak masalah.” Jawab Bp.H yang pada waktu itu mewawancarai aku.
Alhamdulillah, ternyata aku di terima bekerja di perusahaan itu.

Suamipun mengalami ujian masalah rezeki. 3 bulan sebelum pernikahan kami, kontrak kerja suami (calon suami pada waktu itu) tidak diperpanjang. Padahal issue yang beredar ia akan diangkat sebagai pegawai tetap. Baik aku maupun suami tidak “heboh” menyikapi hal tersebut. Yang heboh justru orang lain. Bayangkanlah, hendak menikah, tetapi jadi pengangguran.

Suami tidak khawatir, karena ia yakin, sekiranya sudah jatuh kewajibannya untuk menafkahi keluarga, maka ALLOH akan memberinya kemampuan untuk melaksanakan kewajibannya. Aku sendiri, biasa saja mendengar berita tersebut. Karena yakin, sesungguhnya ALLOH tidak akan menyia-nyiakan keyakinan suamiku. Alhamdulillah, sebulan setelah menikah, suami kembali bekerja dan dalam jangka 1 bulan langsung diangkat sebagai pegawai tetap. Ini adalah bukti atas keyakinan yang utuh atas jaminan ALLOH. Dan prasangka baiknya bahwa ALLOH akan memberi ganti pada saat yang tepat, benar-benar menjadi kenyataan.

Rasa gelisah akan rezeki hari esok, bukan tentang sulitnya mencari pekerjaan. Bukan tentang kita hanya lulusan SMA, atau kita tidak memiliki pengalaman kerja. Inti persoalannya terletak pada masalah keyakinan dan prasangka baik kita kepada ALLOH.

Tidak optimis perihal rezeki sesungguhnya karena kita tidak memiliki keyakinan. Sikap inilah yang kemudian membuat kita khawatir, kekhawatiran yang pada akhirnya membuat kita tidak lagi aware terhadap halal atau haramnya penghasilan kita. Padahal, empat bulan dalam kandungan, setiap insan telah ALLOH tetapkan bagian rezekinya masing-masing. Padahal, ALLOH menjamin bahwa tidak satupun bintang yang melata, kecuali telah ALLOH tetapkan rezekinya. Artinya, bagian rezeki untuk kita pasti ada dan pasti sampai.

Selain yakin, bahwa ALLOH menjamin rezeki bagi setiap makhlukNya, hal lain yang juga sangat penting adalah Husnuzhan atau prasangka baik kepada ALLOH. Karena ALLOH senantiasa menurut prasangka hamba-hambaNya. Jika kita berprasangka, bahwa ALLOH akan memberi kita rezeki dan mencukupi kebutuhan kita, Insya ALLOH rezeki akan sampai kepada kita dan ALLOH akan penuhi kebutuhan kita. Yang perlu menjadi catatan adalah, rasa yakin di sini tentu saja rasa yakin yang disertai tindakan aktif. Maksudnya adalah, ibadah hati dengan rasa yakin , dan anggota badan melakukan ikhtiar maksimal.

Karenanya, ketika seorang hamba memilih untuk mengambil yang haram, setidaknya ada dua hal yang mendasari. Yang pertama adalah karena su’uzhzhan atau buruk sangka kepada ALLOH. Ia menganggap ALLOH tidak akan menganugerahinya rezeki yang baik dan halal. Yang kedua adalah ketidakmampuan untuk bersabar atas ujian ALLOH.

Prasangka baik dan juga keyakinan, tidak dapat tumbuh, jika hubungan kita dengan ALLOH tidak baik. Jadi kunci untuk dapat yakin dan senantiasa berprasangka baik terletak pada hubungan yang baik dengan ALLOH. Makin baik hubungan kita dengan ALLOH, makin yakinlah kita terhadapNya. WALLOHua’lam.

ummuali.wordpress.com (eramuslim)


Responses

  1. Assalamualaikum wr wb


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: